
Mendengar pertanyaan itu membuat Incaru terkejut, pemuda itu mungkin lupa jika Lea Fa sama dengan Tea Na, mampu membaca isi hati orang lain
"Ya Lea Fa, aku memang tertekan , tapi aku akan melakukan nya demi adikku"
Mendengar itu Lea Fa terdiam sambil menunduk
"Yang mulia, apakah anda akan memendam cinta itu pada gadis impian anda?"
Sambil tersenyum Incaru menatap gadis itu
"Aku dan gadis itu, sama sama mengerti, aku yakin dia mengerti dengan keputusan ku"
Lea Fa terdiam ada perasaan berkecamuk dalam dirinya, dia menunduk kan kepala dan Incaru sebenarnya memahami sehingga ia tersenyum
"Dan kau tahu"
Lea Fa langsung menatap "Dia saat ini sedang bingung"
"Bingung, bingung kenapa yang mulia?"
Sambil mendekatkan wajahnya ke wajah gadis itu
"Mungkin saat ini dia sedang cemburu"
Lea Fa mengerinyit hati nya bertanya tanya siapa yang Incaru maksud, saat itu Li yang kebetulan lewat pun menggeleng pelan
"Ternyata orang yang sedang jatuh cinta ini sama saja ya, mereka berdua jadi aneh"
Saat itu Mi Ya yang kebetulan ada di sana tersenyum"Bukankah, anda juga begitu tuan?"
Li menatap gadis yang sebentar lagi menjadi istri nya itu
"Maksud mu Mi Ya, kau mau bilang jika aku sama seperti mereka, tidak, apa kau lupa jika aku jujur mengatakan kalau aku mencintaimu"
Mi Ya menatap dengan pandangan jahil
"Benar kah tuan, tapi" sambil menunduk
"Aku takut" Li sang pemimpin pun tahu masih ada Ah Ya yang terus menghalangi hubungan mereka
"Aku akan membunuhnya!" dengan tatapan tajam
"Tuan, jangan, jangan anda lakukan itu" cegah Mi Ya
"Kenapa Mi Ya, kenapa kau mencegahku. Aku tahu kau adalah manusia yang baik. Tapi sudah saatnya dia menerima ganjaran nya Mi Ya"
Saat itu mereka saling bertatapan "Kenapa, hm kenapa kau menatapku seperti itu?"
Sambil tersenyum Mi Ya berkata
"Tuan, apakah rambut tuan ku ini selama nya akan putih?"
Mendengar pertanyaan itu Li mengerutkan kening
"Kenapa, apa kau malu dengan rambut ku ini ya?"
"Bukan begitu tuan, hanya saja kata tuan putri Tea Na, beliau memanggil anda paman kan untung tidak kakek"
__ADS_1
"Hahaha hahaha"
Li mengerinyit heran "Kau meledek ku Mi Ya?"
Saat itu Mi Ya hendak berlari namun
Greep
"Mi Ya" panggil nya tiba tiba dan Mi Ya pun menatap
"Lihat aku"
"Tuan, ada apa?"
Tiba tiba penampilan sang pemimpin pun berubah rambut yang semula putih kini berubah hitam dan malah menambah ketampanan nya dan itu membuat Mi Ya sangat terkejut
...
...
"I ini benar benar penampilan anda tuan?" sambil meraba wajah pria itu
"Tampan, tampan sekali" puji nya
"Jadi penampilan ku sebelum nya itu jelek?"
Mi Ya menggeleng cepat "Bukan begitu tuan, aku hanya tidak percaya jika anda mirip dengan manusia biasa pada umumnya"
Saat itu Tea Na dan Yu Lan kebetulan lewat
"Lah baru sadar, jika paman bukan manusia?"
Mendengar itu Li dan Mi Ya melepaskan pelukan mereka dan dengan gugup mereka pun menjadi salah tingkah
"Heh, Tea Na, kau.. kau datang datang mengganggu saja" ucapnya sedikit gugup
Mendengar itu Tea Na memutar bola matanya malas sedangkan Yu Lan langsung menghampiri gadis cantik itu
"Kalau begitu aku harus memanggil mu dengan sebutan bibi Mi Ya"
"Benar itu suami ku" menyetujui apa yang dikatakan sang suami
"Heh, pangeran aku ini masih muda, dan aku tidak mau istri mu itu memanggil ku paman"
Sedangkan Mi Ya tersenyum "Lalu jika tuan putri Tea Na tidak boleh memanggil anda paman maka harus di rubah"
Tea Na menghampiri Mi Ya "Lalu aku harus memanggil calon suami mu apa ya bibi?'
"Kakek. Hahaha hahaha" mereka tertawa bersama dan itu membuat Li menarik tangan Mi Ya
"Sudah, jangan kamu racuni pikiran istri ku"
Dan saat itu Li membawa Mi Ya pergi "Hei tuan, kau ingin membawa ku kemana?"
__ADS_1
Tanpa menjawab Li membawa pergi Mi Ya
Sedangkan Yu Lan menggeleng melihat tingkah pria itu "Sayang seharusnya kau jangan begitu, sang pemimpin bukankah dia itu memang muda kan?"
Tea Na menatap sang suami "Tidak suamiku, beliau itu seumuran ayahanda, namun karena kami dari bangsa siluman maka berapa pun umur kami akan seperti ini atau untuk mencapai tua sangat lambat"
"Jadi jika aku sudah tua, kau akan tetap cantik seperti ini?"
Tea Na tersenyum "Suamiku sayang, jika kau menua maks aku akan tua bersama mu, kau tidak akan menua sendiri"
Yu Lan tersenyum "Tak apa, jika aku menua asal istri ku ini mau menemani ku" ucapnya sambil memeluk sang istri
"Aku akan menemani mu suami ku"
Saat itu mereka masih berada di hutan terlarang tersebut "Oh iya istri ku, aku merasa ada kekhawatiran di wajah tuan Li"
"Kau benar suami ku, seperti nya paman Li memikirkan orang yang berani menghalangi hubungan nya dengan bibi Mi Ya"
Sambil menatap Tea Na "Apakah kita tidak bisa membantu mereka?"
"Membantu" gumamnya dan tidak lama terlintas di pikiran gadis itu
"Suami ku" panggil nya
Yu Lan menatap nya penuh tanya
"Aku punya cara"
"Cara, cara apa?" bingung
"Cara untuk membantu paman Li"
Yu Lan pun bingung dengan apa yang dikatakan oleh Tea Na
Sedangkan saat ini Lea Fa berada di tempat Incaru dan saat ini Incaru sedang berbaring dan menutup matanya. Cerita nya ia akan beristirahat sejenak.
Namun seorang gadis saat ini melihat dengan sembunyi sembunyi "Lihat dia malah tidur, padahal kan ini masih sore" ucapnya sambil cemberut
Dan entah kenapa jiwa usilnya pun bangkit gadis itu pun mengintip dibalik dinding kamar.
Namun tiba tiba Incaru membuka matanya
"Sedang apa kau di sana nona?"
Degh
Lea Fa terkejut lalu tersenyum canggung
"A aku aku hanya ingin... ingin istirahat sama seperti mu"
Incaru pun langsung bangun dan langsung menghampiri gadis itu "Benarkah nona Lea Fa?"
Ia oun menjauhkan tubuhnya dan berkata dengan gugup "I iya yang mulia"
__ADS_1
Tiba tiba hal yang tidak terduga pun terjadi