
Mendengar ucapan sang adik Incaru terkejut, dia langsung memalingkan wajahnya
"Apa yang kau katakan Yu, aku.,.. aku tidak mungkin menyukai nya"
Yu Lan tersenyum "Aku tahu, kau memiliki perasaan pada gadis manis adik istri ku"
Yu Lan menghampiri sang kakak "Aku mendukung mu kak, kau harus kejar gadis itu. Kau tahu dia begitu tulus dan seperti nya Lea Fa juga menyukai mu"
Incaru langsung menatap sang adik "Apa maksudmu, kau tahu dari mana?"
"Aku tahu lah" sambil menatap kearah lain
"Hei kasih tahu aku pinta sang kakak" namun sang adik menggeleng
"Kau cari tahu sendiri saja dan buktikan sendiri apa yang ku katakan ini benar atau tidak"
"Sekarang kau sudah lebih baik kan kak?"
Incaru mengangguk, memang benar tubuh nya sudah lebih baik
"Ayo kita keluar, sekalian melihat wanita idaman mu itu" ucap Yu Lan sambil menatap jahil ke arah sang kakak.
Mendengar itu Incaru tersenyum
Akhirnya kau kembali adikku, terima kasih putri Tea Na
Saat itu Tea Na kebetulan bersama dengan sang adik Lea Fa kedua nya bertemu dan saling tatap
"Oh iya Lea Fa, kau bisa temani kakak ku kan?" ucap Yu Lan
Mendengar itu Lea Fa terkejut "Kakak ipar, kau.." ucapannya terputus saat sang kakak
"Lea Fa, kau temani kakak ipar ya, aku dan suami ku ada urusan" dan tanpa mendengar jawaban dari keduanya sepasang pengantin baru itu pergi begitu saja.
Dan tinggal lah Incaru dan Lea Fa, keduanya masih malu malu
__ADS_1
"Bagaimana keadaan mu yang mulia?"
"Baik, bahkan sekarang lebih baik" tanpa melepaskan pandangan nya pada gadis itu
"Terima kasih nona Lea Fa, kau sudah menyelamatkan aku"
Lea Fa menggeleng "Yang mulia adalah kakak dari pangeran Yu Lan suami kakak saya, sudah seharusnya saya menolong mu kan?"
"Jadi kalau aku bukan keluarga mu, kau tidak akan menolong ku, begitu?"
"Bu bukan begitu yang mulia, anda salah paham" ucapnya sambil menggeleng keras
Melihat kegugupan gadis itu Incaru tanpa sadar tersenyum "Terus lah tersenyum yang mulia, karena jika anda tersenyum anda semakin tampan.. upss!"
Lea Fa langsung menutup mulutnya dan ia langsung menunduk karena malu
Tiba tiba Incaru mendekatkan wajah nya ke arah gadis "Jadi kau mengakui diri ku ini tampan?"
Lea Fa pun menatap dengan pandangan terkejut
Incaru tersenyum, gadis ini benar benar lugu, tapi dia begitu menarik perhatian seorang pangeran Incaru
"Ah tidak apa, kau pasti sudah tahu apa yang ku pikirkan, bukan?" tanya sang pangeran
"Maksud anda?" Lea Fa bingung dengan yang ditanya kan Incaru
"Pasti kau tahu perasaan ku sebenarnya, karena kau dari bangsa rubah pasti bisa tahu apa yang dirasakan oleh manusia seperti ku"
Lea Fa, mengerti apa yang ingin dikatakan oleh Incaru, ia menunduk "Walaupun aku tahu, memang nya kenapa yang mulia, saya pun juga tidak bisa melakukan apa apa"
Dengan pandangan yang terus menatap gadis manis itu Incaru kembali bertanya
"Apa yang kau tahu? "
__ADS_1
Lea Fa tetap menunduk tidak berani menatap sang pangeran "Ayolah katakan saja"
"Tapi, anda mau berjanji satu hal dengan ku?"
Saat itu Incaru mengulurkan jari kelingking nya
"Janji, aku tidak akan marah"
Saat itu Lea Fa juga mengulurkan jari kelingking nya dan menautkan nya pada Incaru
"Sekarang katakan, apa yang kau tahu, aku akan mendengarkannya"
Lea Fa pun memberanikan diri menatap sang pangeran "Memangnya apa yang anda ingin tahu dari ku yang mulia?"
Incaru nampak berpikir dan dari kejauhan Yu Lan dan Tea Na menatap dari arah kejauhan
"Seperti nya adikmu lah yang menerbitkan senyum di wajah kakak"
Tea Na menatap sang suami "Benarkah suamiku?"
"Ya sayang, seperti kamu yang merubah ku untuk seperti sekarang bisa menerima semuanya, bisa memaafkan semuanya yang terjadi ini"
Tea Na tersenyum malu dan itu membuat Yu Lan sangat menyukai senyuman sang istri
"Oh iya sayang, jika seandainya kita kembali ke dunia manusia m, apakah kau mau?"
Tea Na yang di peluk Yu Lan pun menatap dan berkata "Kemana pun kau membawa ku, aku akan ikut bersama mu suamiku"
"Kau tahu, jika kita sudah keluar dari tempat ini, maka musuh sudah pasti sudah menghadang kita"
"Apakah itu Bong Lu dan putri nya?"
"Ya siapa lagi, apakah istri nya itu juga siluman?" tanya Yu Lan
__ADS_1
"Em, seperti nya tidak suamiku, karena setahu ku Bong Lu dan istri nya itu terpaksa menikah"
Tea Na mengingat ingat apa yang dia dengar dari sang ibu saat diam diam ia tidak sengaja mendengar pembicaraan.