
Sepeninggal Yu Lan dan Tea Na hanya ada keheningan yang melanda kedua nya, namun Mi Ya memberanikan untuk berbicara terlebih dahulu
"Tuan, apakah anda ingin pulang?"
Tetapi bukan jawaban yang diterima oleh Mi Ya namun tiba-tiba Li menarik tangannya dan tangan yang lain memeluk pinggang rampingnya
Degh!
"T tuan"
"Mi Ya, aku tahu segalanya, aku tahu apa yang kau rasakan selama ini"
Mi Ya pun bingung dengan apa yang dikatakan oleh Li, dia berusaha untuk melepaskan diri dari dekapan pria itu namun tenaganya kalah jauh
"T tuan a apa yang kau lakukan? Jangan seperti ini" pinta nya pelan
Sedangkan Li dia malah tersenyum melihat penolakan yang dilakukan oleh gadis itu.
"Kenapa, apa aku tidak boleh melakukan nya pada kekasih ku?"
Degh
Apa yang dia katakan aku, aku kekasih nya?
"Apa yang anda bilang tuan, saya hanya pelayan bukan kekasih anda" Mi Ya berusaha menyangkal akan perasaan nya karena ia takur jika ia hanya di permainkan saja
"Tidak, ini tidak benar, tuan saya... saya mana mungkin saya.." ucapannya terhenti saat tiba tiba bibir nan dingin menyentuh nya
Degh!
__ADS_1
A apa.. i ini tidak mungkin tuan Li mencium ku? Huwaaa....
Setelah lama ciuman itu pun akhirnya terlepas, dan Mi Ya masih membelalakkan matanya karena terkejut
Sedangkan Li tersenyum melihat reaksi apa yang di lakukan nya
"Hei, bangun!" ucapnya sambil meraih kedua pundak gadis itu dan tidak lama Mi Ya pun tersadar
"T tuan kau... tadi itu aku..." Mi Ya tidak bisa berkata kata
"Hei sudah, iya aku memang mencium mu"
Mendengar itu Mi Ya menutup mulutnya. terkejut
"A apa!"
"Karena aku tidak pandai berkata kata Mi Ya, jadi aku melakukan ini untuk mengungkapkan nya"
Li pun memeluk Mi Ya "Tapi kau bukan wanita seperti itu, kau sangat berharga untuk ku Mi Ya" ucapnya sambil memeluk
"Tapi bagaimana dengan nona Ah Ya, dia pasti akan menghalangi kita, dia tidak senang dengan ku, seperti kata anda dia akan terus berusaha untuk mencelakai ku tuan"
"Kau tidak perlu khawatir, sebentar lagi aku akan menikahi mu"
Mendengar itu Mi Ya terkejut "A apa a anda akan menikahi ku?" memastikan apa yang ia dengar
Sedangkan tidak jauh di tempat mereka Yu Lan dan Tea Na kini sedang berjalan jalan, Yu Lan terus memperhatikan istri nya yang terus tersenyum
"Seperti nya istri ku ini sedang bahagia"
__ADS_1
Mendengar itu Tea Na tersenyum sambil menatap Yu Lan "Apakah sangat terlihat suami ku?"
"Sangat jelas sayang, memang nya apa sih yang membuat mu bahagia?" tanya sang pangeran
"Kau tahu, paman ingin menikahi Mi Ya, dan teman ku itu akhirnya mendapatkan cintanya"
"Benar kah, wah tuan Li benar benar melakukan nya, lalu apakah kau tahu kapan pernikahan itu terjadi?" tanyanya lagi
Tea Na terdiam mata nya kembali terpejam saat itu ia melihat ada seorang wanita berpakaian hitam sedang menyeringai sambil berkata
"Sebentar lagi, aku akan menikah dengan putra mahkota yang penyakitan itu hahaha hahaha dan lihat saja ayah kau akan ku buat bisa menguasai segala nya" ucapnya yakin
"Ya! Kau harus buktikan itu buat ayah mu. Kau harus bisa membuat ku bisa menguasai segala nya dan bisa mampu menyaingi raja Gou"
Sambil mengerinyit heran gadis itu kembali bertanya "Ayah sekuat apa raja Gou itu? Kenapa kau begitu takut kepadanya?"
Mendengar kata takut membuat Bong Lu menatap tajam sang anak "Bai Ling! Tidak ada kata takut di kamus ayah, aku hanya ingin bertarung secara jantan dengan si Gou Ki itu"
Tea Na yang melihat dengan mata batin pun menggeleng pelan dan Yu Lan yang melihat itu sedikit khawatir "Sayang, apa yang kau lihat dan kenapa kau tadi tersenyum?"
Tea Na menatap sang suami sambil berkata
"Suami ku, kau tidak perlu khawatir, yang aku lihat memang tidak terlalu baik, tapi kalau kita yakin, pasti dewa akan membantu kita"
Sedangkan masih ditempat yang sama yaitu kediaman sederhana Tea Na permaisuri kini bersama dengan Furkada
Keduanya tidak ada yang berani memulai pembicaraan, namun karena tidak kuat akan keheningan permaisuri Ming Xi lah yang memulai pembicaraan
"Suamiku, a aku minta maaf"
Degh!
__ADS_1
Furkada terkejut dengan apa yang dikatakan oleh istri nya itu