Pangeran Dingin & Siluman Rubah

Pangeran Dingin & Siluman Rubah
24 Pertemuan Furkada dan Gou


__ADS_3

Karena kedatangan sang ayahanda Na Na begitu senang, apa lagi ternyata dia sudah memberikan restunya menambah rasa bahagia di hati Na Na


"Hari sudah mulai gelap, lebih baik kita masuk kedalam suami ku ayo masuk ajak Shin Tang


"Ayo Yu Lan kita bisa berbicara di dalam lagi pula kita bisa berbicara dengan tenang di dalam"


Yu Lan mengangguk sebagai jawaban nya


Dan kini mereka duduk bersama di sebuah ruang tamu sederhana "Ayahanda, mengapa aku merasa jika kau begitu mengenal tuan Yu Lan?"


"Nak, bukankah ayah dulu pernah bilang jika ayah tahu tentang pemuda yang lau cintai?"


Na Na mengangguk


"Tapi untuk mencapai itu tidak lah mudah, kau harus turun ke dunia manusia, merasakan hidup susah sebagai mana kehidupan manusia. Begitu juga dengan pangeran Yu Lan kehidupan yang sulit karena sang ayah tidak menganggap nya anak, bahkan katanya ia hampir dibunuh"


ketiganya menatap kearah sang raja "Itu semua adalah bentuk ujian yang diberikan Tuhan agar kita mampu atau tidak melalui nya"


Yu Lan terkejut akan ucapan sang raja "Jadi semua ini ujian dari Yang Maha Kuasa?"


"Iya nak, tapi asal kamu tahu ayah mu tidak benar benar melakukan nya tanpa alasan. Semua ada alasan nya"


Yu Lan terdiam di dalam benaknya apakah dia akan tetap menyerahkan sang ayah atau memaafkan sang ayah? Ia kini pun bingung .


"Nak, apa kau mencintai putri ku Tea Na?"


Dengan tatapan yang tegas Yu Lan pun menjawab


"Yaa ayahanda aku sangat mencintai nya kau tahu aku pernah melihat nya pertama kali saat sku berkunjung ke sebuah desa yang terkena banjir. Kau tahu ada yang aneh di sana"


"Benarkah apa itu?" tanya Gou penasaran


"Ada sebuah rumah yang tidak terkena banjir, rumah itu sangat sederhana tapi lantai dari pekarangan rumah itu tetap kering seakan air tidak pernah menyentuh pekarangan rumah tersebut" jelas Yu Lan mengingat kejadian 3 minggu lalu .


Raja Gou melirik kearah Tea Na sedangkan gadis itu hanya tersenyum sambil memberi kode dengan mengedipkan matanya


"Dan saat itu aku melihat gadis cantik berpakaian sederhana kau tahu dia adalah Na Na putri mu" lanjutnya


"Apa kau juga bertemu dengan seorang nenek?" tanya sang raja


"Iya saya bertemu dengan nya dan saya tidak tahu jika wanita tua itu adalah seorang permaisuri yang sedang menyamar"


Saat itu sang permaisuri menghampiri keduanya membawa sebuah nampan berisi makanan sambil berkata "Tak apa nak, aku memang sengaja ingin bertemu dengan mu saat itu"


"Tapi saya tidak enak yang mulia eh maksud ku ibu, aku sudah tidak sopan dengan mu saat itu"


Shin Tang menggeleng "Di mana nya kau tidak sopan, aku masih ingat saat aku di diperlakukan tidak baik oleh seorang prajurit" jedanya sambil menatap ke arah Yu Lan


"Suami ku, Yu Lan lah yang membantuku, dia yang mengantarkan aku tapi aku menolak nya"

__ADS_1


"Ibu, mengapa kau menolak saat aku ingin mengantar mu?" penasaran


"Aku, tidak ingin merepotkan mu saja nak, lagipula Tea Na belum bertemu dengan mu kan?"


Yu Lan mengangguk "Saat itu aku ingin bertemu dengan nya namun aku tidak berani"


Saat itu Na Na berkata "Aku pun begitu yang. mulia, aku yang sudah lama mengetahui anda juga merasa sungkan"


"Na, bukankah aku tidak ingin kau memanggilku seperti itu" ucap Yu Lan yang risih akan panggilan itu


"Nak, kau harus terbiasa akan panggilan itu mulai sekarang karena kau adalah calon raja api. Kau adalah putra mahkota negeri ini kau tidak bisa menyangkal nya"


"Tapi ayah, aku tidak menyukai nya, kau tahu karena gelar itu aku dan kakak ku yang semula berhubungan baik kini merenggang karena gelar itu"


Raja memang sudah tahu akan hal itu, mengangguk paham


"Nak tapi siapa yang memulai renggang nya hubungan kalian, kau kan?"


Degh


Mendengar ucapan sang raja Yu Lan tertunduk


"Iya, itu aku yang memulai nya, tapi aku memiliki alasan ayahanda, siapa yang mau di perlakukan tidak adil seperti ini. Aku di istana itu seakan tidak pernah di anggap"


Raja mengangguk mengerti "Aku mengerti apa yang kau rasakan nak, tapi ayah mu melakukan ini juga demi melindungi mu dari orang itu"


Raja Gou terdiam


Apakah sudah saatnya aku memberitahu anak ini? Furkada?


Saat itu Furkada sedang seorang diri di sebuah ruangan


"Di mana kamu nak, maafkan aku. Maafkan ayahmu yang tidak berguna ini"


Tiba tiba terdengar sebuah suara "Sampai kapan kau akan tetap diam Furkada?"


Furkada mencari asal muasal suara itu


"Siapa itu?"


Tidak lama muncul sebuah cahaya "Apa kau tidak mengenali ku Furkada?"


Furkada sangat terkejut saat melihat sosok orang tersebut


"A anda raja Gou, sang raja rubah" dan ia pun langsung memberi hormat


Gou pun langsung mencegah Furkada untuk membungkuk kepadanya


"Hei kau itu, tidak perlu bersikap formal seperti itu"

__ADS_1


Furkada tersenyum "Tumben sekali kau ingat pada sahabat mu ini Son Gou Ki (nama asli raja Gou)"


"Aku selalu mengawasi mu Furkada, kau tahu putri ku sudah mendapatkan apa yang dia mau"


"Benarkah, memang nya apa yang di inginkan oleh anak mu?" tanya Furkada penasaran


Sambil menatap pria yang seumuran dengan nya


"Kau penasaran, apa penasaran banget?" tanyanya setengah bercanda


"Hei, kau itu kebiasaan sekali ya selalu saja bercanda"


"Hahaha hahaha Furkada kau mungkin akan terkejut saat mendengar apa yang di inginkan oleh putri ku itu "


"Memang nya apa sih, ayo katakan lah pada sahabat mu ini" pinta Furkada


"Kau tahu putri ku, menyukai seorang pria"


"Lalu aku memilih kan seorang pria dari asli keturunan rubah, kau tahu apa yang terjadi?"


Furkada menyimak dan menunggu apa yang ingin dikatakan selanjutnya oleh Gou Ki


"Putri ku kabur ketakutan saat melihat pemuda itu"


"Hahaha hahaha astaga Gou putri mu itu unik ya. Lalu sekarang apa yang terjadi dengan putri mu dan sampai kapan dia akan takut dengan pria?"


"Furkada, tapi dia tidak takut dengan pemuda ini" ucap Gou tiba tiba


Furkada mengerinyit heran "Siapa yang kamu maksud Gou Ki?"


"Kau tahu pemuda itu adalah pemuda tampan dan dia adalah seorang pangeran" jelas Gou


"Bisakah kau tidak membuat teka teki Gou, katakan dengan jelas"


Saat itu seorang pria paruh baya mendengar sayup sayup pembicaraan


Gou yang merasa ada seseorang yang datang pun menghentikan ucapannya


"Susstt, ada yang datang"


Furkada pun langsung mengintip dibalik tirai


"Kau benar ada yang sedang menguping pembicaraan kita"


Saat itu sebuah cahaya menyinari tempat itu


"Kau tenang saja Furkada, dia tidak akan mendengar apa yang kita bicarakan dan dia juga tidak tahu kalau aku datang kesini"


Furkada mengangguk paham

__ADS_1


__ADS_2