
Mendengar ucapan dari Ming Xi, Wan Ha terkejut, ia tidak menyangka wanita yang terkenal dengan anggun nya itu berani membalas ucapan nya
"Wan aku tahu maksud ucapan mu itu, ingin menjatuhkan mental ku bukan?"
"A- apa maksud anda yang mulia, anda mungkin salah paham" ucap wanita itu dengan agak terbata
Ming Xi pun sedikit mendekat "Jangan kau kira aku takut dengan ucapan mu tadi, aku bukan wanita yang mudah kau jatuhkan Wan Ha"
Mendengar ucapan dari Ming Xi, Wan Ha terdiam dan "Satu hal yang harus kau camkan, sekali lagi kau berani berkata seperti itu, aku tidak segan segan merobek mulut mu itu!"
Setelah mengatakan itu Ming Xi pergi meninggalkan Wan Ha yang mati kutu.
Sepeninggal sang permaisuri Wan Ha sangat kesal dan itu terlihat oleh sang anak yaitu Bai Ling
"Ada apa dengan mu ibu, kenapa kau terlihat kesal sekali?"
"Kau tahu, yang mulia permaisuri yang terkenal anggun itu, berani sekali melawan ibu, kan ibu hanya mengatakan sebuah kebenaran kalau putra nya itu memang kurang sehat dan sanggup memikul beban sebagai putra mahkota"
Bai yang mendengar ucapan sang ibu yang begitu kesal, berusaha menenangkan nya
"Sudahlah ibu, kau jangan marah marah, sabarlah dulu, nanti saat aku menjadi ratu negeri ini akan aku buat wanita itu tunduk di kaki ibu, kau tahu kan juka pangeran Incaru itu penyakitan. Aku yakin hidup pemuda itu tidak akan lana lagi"
Mendengar ucapan Bai Ling, Wan Ha terkejut
"Putri ku, wah ibu kira kau sudah jatuh cinta pada pangeran mahkota" tidak percaya apa yang sudah dia dengar
"Heh, aku mencintai pemuda penyakitan itu ibu, itu tidak mungkin. Seorang Bai Ling wanita seperti ku yang cantik ini, menyerahkan hidupnya pada laki laki tidak berguna seperti Incaru hahaha konyol sekali" ucapnya remeh
Tanpa mereka sadari jika ada yang mendengar pembicaraan mereka
"Sesuai dugaanku, ini adalah niat gadis dan sepasang suami itu"
Setelah mendengar percakapan itu orang tersebut pun pergi dengan santainya
__ADS_1
Seusai penobatan Incaru kini termenung di sebuah ruangan dan itu terlihat oleh Guru Rong
"Bagaimana keadaan mu adikku" ucapnya pelan
Mendengar apa yang di katakan sang pangeran membuat Rong tersenyum. "Apa yang mulia, sangat mengkhawatirkan Yu?"
Mendengar itu, Incaru langsung menoleh kearah guru Rong
"Paman, apa kau sudah melihat bagaimana keadaan Yu Lan?" sambil menghampiri pria itu
"Anda tenang saja yang mulia, Yu sangat baik tuan penasehat mengurus nya dengan baik, beliau tidak kekurangan kasih sayang dari seorang ayah maupun Ibunda nya"
Mendengar apa yang dikatakan guru Rong Incaru bernafas lega
"Syukurlah, paman aku tahu pasti Yu saat ini membenci kami saat ini" ucap sang pangeran sedih
Guru Rong menatap tanya kearah sang pangeran
"Maksud anda yang mulia, pangeran membenci anda begitu?"
"Yang mulia, pangeran Yu Lan sudah tahu jika dia bukan anak kandung tuan Kang Fa"
Degh
"Apa, maksud anda paman, Yu Lan tahu dari mana?"
"Tuan Kang Fa sendiri yang mengatakannya"
Incaru terdiam "Paman apakah Yu Lan mau menerima ku yang tidak berguna ini"
"Yang mulia, mengapa anda mengatakan itu, anda adalah pangeran mahkota negeri ini, anda adalah harapan rakyat. Calon raja sesungguhnya"
"Tapi aku bukan raja yang sesungguhnya. Aku adalah pangeran sementara sebelum Yu Lan lah yang naik tahta"
__ADS_1
Di lain tempat Yu Lan kini sudah mulai tenang
"Meskipun jika hal ini benar aku bukan anak dari ayah Kang Fa, aku juga tidak akan menerima jika aku anak dari seorang raja"
Saat itu Yu Lan pulang kekediaman nya, dan terlihat sang ibu Wei La sedang membersihkan halaman
Melihat sang ibu sedang melakukan aktifitas Yu Lan pun menghampiri
"Ibu" panggilnya
Mendengar panggilan sang putra, Wei La terkejut dan langsung memeluk Yu Lan
"Nak, akhirnya kamu pulang"
"Maafkan aku ibu, aku sudah marah padamu dan juga ayah" ucapnya bersalah
Wei La menggeleng "Tidak nak, kau berhak marah seharusnya ibu yang meminta maaf, seharusnya ibu jujur padamu"
Yu Lan menggeleng "Tidak ibu, bagaimana pun tidak seharusnya Yu marah pada ibu dan ayah" sambil menatap sekitar
"Ibu, dimana ayah, apakah ayah menghadiri penobatan pangeran mahkota?"
Wei La terdiam sejenak, dan itu membuat Yu Lan merasa bersalah. "Pasti ayah saat ini sangat sedih, karena aku"
Mendengar ucapan dari Yu Lan Wei La menggeleng
"Nak, kau tidak salah. Ayahmu, pergi ke istana, dia di minta untuk hadir"
"Dan dia tidak marah padamu, jadi jangan merasa bersalah ya nak"
Mendengar itu Yu Lan mengangguk
"Ibu, bagaimana pun keadaannya aku tetap anak ibu"
__ADS_1
Wei La pun terkejut dan langsung memeluk Yu Lan dengan erat