PEJUANG NIP

PEJUANG NIP
BAB 25 : NONI


__ADS_3

Demikianlah sejak orang tua Naila membelikan kursi roda untuk Puspa,. hubungan dua keluarga itu semakin terjalin baik dan dekat. Walau kini Nandang dan Andini tak memiliki ayah dan bagai tak punya emak. Tapi perhatian dan dukungan dari keluarga Naila semakin nyata merangkul hidup kedua anak berbakti itu.


Jika sedang repot, Bagus mengirimkan supirnya untuk mengantar Puspa kontrol. Untuk mendukung kemajuan kesembuhan Pupsa.


Enam purnama telah berlalu, Nandang kini telah menyandang gelar sebagai mahasiswa Fakultas Hukum, sesuai dengan pilihannya.


Masih dengan kesibukan sebagai tukang bersih-bersih di komplek mami Onel. Yang kini ia kerjakan tidak lagi di pagi hari. Kadang Nandang di malam hari, lepas isya. Sebab keadaan emak sudah jauh lebih baik.


Puspa sudah mulai bisa berjalan beberapa langkah, walau waktunya lebih banyak di habiskan di atas kursi rodanya.


Di pagi hari, saat Andini sekolah dan Nandang pergi kuliah. Puspa di jaga oleh Entin. Seorang janda lumayan muda sebab usianya masih kepala tiga. Awalnya meminta pekerjaan sebagai buruh cuci di rumah Nandang. Namun, Andini tidak memberikan pekerjaan itu, sebab ia masih sanggup melakukannya di sela kesibukannya sebagai pelajar kelas XI itu.


Maka, Entin pun mereka tawarkan pekerjaan lain yaitu menjaga emak sejak jam 6 pagi hingga pukul 2 siang. Dengan upah 75rb/hari. Di bayarkan per datang, jadi jika ia tidak datang, ia pun tidak mendapatkan uangnya.


Tugasnya memastikan memberi emak makan pagi dan makan siang, membersihkan kotoran emak jika ada, dan mengajak emak berjemur dan jalan pagi. Untuk urusan makan, semua sudah Andini siapkan. Sebab, pulang kampus Nandang pasti selalu membawa bahan mentah untuk di olah untuk menu makanan mereka. Atau misal tidak sempat pun, mereka bisa menitip uang dengan Entin agar bisa berbelanja pada paman sayur.


Menurut Entin, emak selalu senang jika di ajak berbelanja dengan paman sayur, dia juga mulai bisa menyebutkan beragam nama sayutan yang di jual oleh paman sayur tersebut.


Pak Bagus tak hanya sekali mengajak emak Puspa ke psikiater untuk menstimulus ingatan Puspa kembali. Dan jawaban dari psikiatris tersebut sangat melegakan, sebab kehilagan ingatan Puspa tidaklah permanen.


Hanya menunggu waktu juga kesabaran yang lebih lagi, untuk mereka dapat kembali bercengkrama dengan Puspa seperti dahulu.

__ADS_1


Sedapat mungkin Nandang pulang cepat dari kampus, menghindar bekerja malam di tempat Onel. Sebab di malam hari bukan hanya angin yang dingin menusuk, tapi kadang banyak tangan jahil yang juga sering mengerayangi tubuh Nandang saat bekerja.


Nandang ingin berhenti bekerja sebagai tukang bersih-bersih, tapi jika hanya mengharapkan hasil laundry tentu saja tidak mencukupi kebutuhannya membayar biaya kuliah dan keperluan buku juga penunjang belajar lainnya.


Wajah Nandang tampan, mana orang percaya jika ia hanya seorang cleaning servis rumahan para Pe-eS-Ka.


Ada seorang wanita usia lewat 30 tahun. Bernama Noni yang sudah lama mengincar Nandang. Ia telah lama memperhatikan segala kegiatan yang Nandang lakukan, bahkan di mana kampus Nandangpun ia tau.


Noni adalah seorang eksekutif muda, seorang General Manager sebuah produk kecantikan. Berasal dari keluarga kaya, namun miskin kasih sayang, kedua orang tuanya sudah lama berstatus cerai namun tetap sering terlihat tinggal bersama. Bahkan kadang juga masih sering mengajak pasangan mereka masing-masing ke kerumah untuk berpesta dan saling bersaing. Gila.


Noni tidak percaya dengan kata cinta, akibat ulah kedua orang tuanya. Noni juga tidak tertarik dengan hubungan menikah, sebab ia tidak melihat kedamaian dalam hubungan berlabel sah itu. Tapi Noni tau kenikmatan berhubungan seeks, yang sudah ia lepas bahkan sejak usia tujuh belasan pada kekasih pertamanya dulu, saat ia masih dapat merasakan gelora dan nada-nada cinta monyet.


Hilang keperawanan baginya bukan hal yang harus di tangisi, jika airmata keluar saat itu pun hanya karena merasa sakit saat bagian intinya dilesak dengan kuat dengan benda tumpul, sedikit memaksa tanpa pemanasan. Selanjutnya yang ia tau hanya nikmat.


Ia wanita cerdas dalam akademik, ia juga supel dalam hal bergaul, sehingga tak perlu waktu lama baginya menyelesaikan kuliah S1nya, sebab untuk mendapatkan nilai bagus dan lulus itu, baginya hal yang mudah. Jika otak sudah tak lancar untuk berpikir, maka otot sempit yang mampu mencapit benda tumpul dosennya lah yang akan bertindak.


Noni pernah memiliki sugar dady, namun belum hubungannya ketahuan oleh istri sah pria itu, ia sudah bosan dengan hubungan yang baginya tidak menarik itu.


Entah sudah berapa kali tahun baru ia lalui, dengan hati hampa. Tiba-tiba ia merasa sangat tertarik untuk memiliki Nandang. Yang usianya jauh lebih muda darinya, 15 tahun. Bocah baginya, tapi ketampanan Nandang bahkan jika di dandani pun tak kalah dengan wajah wajah para pemilik perusahaan muda di luar sana.


"Mi... Nandang sudah ke sini?" tanya Noni pada mami Onel.

__ADS_1


"Belum, mungkin jadwal kuliahnya padat. Atau jadwal emak ke dokter." jawab mami Onel datar.


"Ini kunci rumahku, aku tidur di apartemen sampai lusa. Jam berapapun dia datang hari ini, dia harus bersihkan rumahku." Ya... Noni punya satu unit rumah di komplek mami Onel. Sebab ia juga bagian dari 'jualan' mami Onel yang hits dan paling di cari di klub itu.


Bentuk tubuh yang sempurna, juga permainan ranjang yang selalu memuaskan kliennya, yang memang sanggup mengigit, mengisap dan membuat kejang para penikmatnya yang ia manjakan dengan kedua mulutnya.


"Ini no WA Nandang, kamu saja yang tanya dia jam berapa bisa merapikan rumahmu. Mami mau hang out 2 hari kedepan." jawab Onel yang sudah mengirim no kontak Nandang.


Noni tersenyum smrik. Mami Onel mengira dengan ia menyerahkan kunci rumahnya, maka Noni akan pergi. Sehingga dengan mudahnya memberikan no kontak Nandang.


Tapi ternyata, Noni sudah menyiapkan kunci duplikat rumahnya sendiri. Sehingga mengelabui Onel. Seolah pergi dari rumah, agar Nandang datang kerumahnya untuk bersih-bersih. Padahal ia sengaja menunggu Nandang dengan tampilan se ksinya untuk menjerat Nandang. Bocah yang kini menjadi obsesiya. Yang lima puluahan sudah sering ia layani, yang empat puluhan juga sudah ia ladeni, yang tiga puluhan bahkan sering ia kalahkan, kini ia merasa perlu bermain-main lagi dengan anak usia belasan akhir, awal dua puluhan, syukur syukur jika dapat yang per jaka.


"Nandang. Ini aku Noni, kapan datang untuk bersih rumah?" isi chat Noni pada Nandang.


Nandang kenal dengan Noni, wanita ini bahkan yang paling sering minta di bersihkan rumah padalah tidak terlalu kotor, bahkan yang paling sering memberikan tips paling besar. Bahkan bisa mencapai 500rb/datang. Sehingga Nandang selalu antusias jika ada jadwal membersihkan rumah Noni.


"Maaf tante, masih ngantar emak kontrol, mungkin pukul 7 malam ini, atau besok subuh, boleh?" jawab Nandang jujur.


"Malam ini saja, pukul 8 juga tidak apa apa. Rumahku kotor sekali." Balas Noni bahagia.


"Baik." Balas Nandang singkat.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2