Pelukan Terakhir Ayah

Pelukan Terakhir Ayah
Bab 11


__ADS_3

Sementara Raka yang berada di luar kamar mandi mendengar semua ucapan Claudya. Ada rasa kasihan terhadap Claudya.


Claudya terpaksa harus pulang karna seragam sekolah nya basah kuyup. Akhirnya dia diperbolehkan untuk pulang terlebih dahulu.


Claudya berjalan dan berjalan tanpa arah. Pandangannya kosong kedepan dia tidak menghiraukan orang orang yang disekitar nya yang memarahi nya karna Claudya tidak hati hati berjalan.


" Hey kalau jalan pake mata dong" ucap seorang pria paruh baya.


Claudya tetap berjalan tanpa merespon orang lain.


" Dasar anak tidak tahu sopan santun" ucap pria itu.


*****


Ditanam


Claudya duduk di taman,dia melihat sebuah keluarga yang sangat harmonis disana. Kedua orang tua nya memeluk anaknya begitu erat sambil tertawa. Tak terasa air mata Claudya mengalir begitu saja melihat keluarga itu.


" Papa tolong peluk aku" ucap Claudya pelan.


" Aku juga anak Papa,aku pengen dipeluk papa seperti kakak Dea" Isak Claudya melihat foto papa nya dilayar handphone nya.


Tiba-tiba Claudya merasa pusing di kepala nya. Dia semakin mengiris kesakitan dan tiba tiba dia tidak sadar kan diri. orang mulai menghampiri Claudya yang pingsan.


" Nak.. bangun nak" ucap salah satu ibu ibu disana.


Claudya tidak merespon panggil ibu ibu itu dan dia langsung dibawah ke klinik terdekat untuk mendapatkan pertolongan pertama.


sampai di sana dokter langsung memeriksa keadaan Claudya.


Dokter pun keluar" Bagaimana keadaan nya dokter" Tanya ibu ibu yang membawa Claudya ke klinik.

__ADS_1


" Dia hanya kecapean saja ,saya harap dia ibu memperhatikan pola makannya agar dia cepat pulih " jelas Dokter itu.


" Baik Dokter" ucap ibu itu.


" Kalau begitu saya permisi dulu" pamit dokter .


" Silakan Dok"


Ibu ibu itu masuk ke dalam untuk melihat keadaan anak yang ditolongnya. Dia terkejut melihat kondisi Claudya yang sangat memperhatikan. Ibu itu setia menunggu sampai Claudya siuman.


Tak berapa lama Claudya siuman. ibu itu langsung bangkit mendekati Claudya.


" Mana sakit sayang" tanya Ibu itu lembut kepada Claudya.


" Aku dimana Tante" tanya Claudya yang masih bingung dengan nya .


" kamu berapa dirumah sakit sayang tadi kamu pingsan waktu di taman" jelas ibu itu.


" oh ..nama aku Claudya Tante " jawabnya memperkenalkan dirinya.


" Namamu sangat cantik seperti orang nya" puji ibu itu.


" Tante bisa aja tapi makasih Tante" ucap Claudya tersenyum malu.


" Kalau Tante siapa" tanya Claudya karna dia belum mengenal ibu ibu yg dihadapan nya.


" Panggil aja Tante Ratna" ucap buk Ratna.


" Baik Tante"


" apa kamu masih punya orang tua" tanya Buk Ratna.

__ADS_1


" Ada Tante"


" bolehkah Tante meminta nomor nya agar Tante menelpon mereka" ucap buk Ratna.


" Ngak usah Tante merek sedang di luar negeri " bohong Claudya. bagaimana mungkin papa nya datang hanya untuk menjemput nya . jangan kan menjemput nya menatap nya saja dia engan dan jijik.


" Ohh... ya sudah kalau gitu Tante antar pulang ya" ajak Buk Ratna.


" Ngak usah Tante, Claudya naik bus aja" tolak Claudya lembut.


" ngak papa sayang "


" Maafkan Claudya Tante merepotkan Tante" ucap Claudya sambil menunduk.


" Hey..jangan ngomong seperti itu, Tante ikhlas membantu kamu" peluk Buk Ratna. Claudya yang merasakan pelukan seorang ibu sangat bahagia rasanya.


" bolehkan Claudya meminta nomor Tante ? Kalau Claudya sudah punya uang Claudya akan membayar pengobatan ku" ucap Claudya.


" tidak usah dibayar sayang,Tante ikhlas menolong mu"


Claudya pun keluar dari Klinik dan diantara sampai depan gerbang rumah nya.


" Terimakasih Tante" ucap Claudya.


" Sama sama sayang" balas Buk Ratna.


Dahhh...


Buk Ratna pun pergi meninggalkan halaman rumah Claudya.


****"

__ADS_1


Jangan lupa untuk menambah ke novel favorit nya ya kakšŸ¤—


__ADS_2