Pelukan Terakhir Ayah

Pelukan Terakhir Ayah
Bab 72


__ADS_3

" Astaga" teriak seseorang dari lantai 2.


" Apa yang terjadi Dea" ucap mama Siska dari atas, membuat Dea langsung berdiri dan berlari memeluk mamanya.


" Dea ngak tahu Mah. saat Dea turun Claudia udah disana" bohong Dea sambil menangis ketakutan.


" Kamu yakin sayang? bukan kamu kan yang melakukan nya?" tanya mama Siska.


" Ngak ...ngak Mah,Dea ngak tahu apa apa" ucapnya ketakutan.


" Yaudah kamu tenang saja , semuanya akan baik-baik saja . Oke .Kamu ngak usah takut" ucap mama Siska menenangkan dea yang ketakutan.


"Iya Mah"


Bi asi langsung memeluk Claudia yang berlumuran darah.dia menangis tersedu-sedu melihat kondisi Claudia yang sangat parah.


" Ya Tuhan tolong selamatkan Claudia "ucap nya sambil menahan kepalanya agar tidak keluar darah.


" Kamu harus kuat sayang,ibu ngak mau kamu meninggalkan ibu hikss...hikss..hikss... kamu ngak akan Kenapa kenapa,kamu pasti sehat,kamu pasti sembuh,kamu anak yang kuat sayang hikss...hiks..hiks.." ucap Bi Asi sambil menangis.


" nyonya ayok kita Bawak kerumah sakit sekarang" ucap Bi Asi menangis.


" Bisa diam ngak sih bi,saya juga lagi bingung untuk mencari solusi" bentak mama Siska.


Mama siska yang melihat kondisi Claudia yang sangat lemah dan dia langsung menyuruh mang Udin untuk menyiapkan mobil. Tanpa sepengetahuan orang ternyata mama Siska menyusun rencana.


" Mang Udin tolong siapkan mobil saya akan Bawak Claudia ke rumah sakit sekarang " ucapnya kepada mang Udin dengan raut wajah yang sedikit sedih.


" baik Nyonya " jawabnya.

__ADS_1


" Bi tolong bantu saya mengangkat Claudia " ucap mama Siska menyuruh bi Asi.


" Baik Nyonya " jawab nya.


" Cepat cepat " ucap mama Siska sedikit khawatir.


Dengan cepat mang Udin mengangkat Claudia ke mobil dan dibantu oleh bi asi. Mama Siska menunggu didalam mobil.


" Nyonya bolehkah saya ikut menemani non Claudia " tanya bi asi .


" Tidak perlu biar saya saja mengantarkannya. kamu jangan kasih tahu kepada bapak tentang kejadian ini dan beritahu kepada seluruh pekerja di rumah jangan sampai bapak mengetahuinya" jelas mama Siska sebelum berangkat ke rumah sakit.


" Tapi Nyon" ucap nya terpotong.


" Tidak ada tapi-tapian bi,biar saya yang mengurus nya" jelas mama Siska.


dengan berat hati bi asi menuruti perintah dari majikan nya, bagaimana pun mamanyalah yang lebih berhak atas diri Claudia.


Akhirnya Mama Siska pergi meninggalkan rumah menuju rumah sakit tapi bukan kerumah sakit,mama Siska hanya membawa Claudia ke klinik yang jaraknya sangat jauh dari kediaman mereka.


didalam mobil mama Siska di gangu rasa takut akan keadaan Claudia. Apalagi Dea ada bersama mereka dalam kejadian tadi.


" Dasar anak pembawa sial. bisanya hanya menyusahkan orang saja" umpat mama Siska kepada Claudia.


Dreet...


drettt...


" Halo Mbak" jawab seseorang di balik sana.

__ADS_1


" Apa semuanya sudah beres? saya hampir sampai di sana" jelas mama Siska kepada mbak itu.


" Sudah mbak, semua sudah beres. kami tinggal menunggu kedatangan mbak dan Pasien" ucapnya.


" Baiklah" jawabnya dan langsung memutuskan sambungan telepon.


Tuttt...


Tak berapa lama akhirnya mereka tiba di sebuah klinik kecil di kampung itu. Mereka langsung bergegas menuju UGD untuk memberikan pertolongan pertama. Para suster juga sangat terkejut akan keadaan pasien.


mama Siska menunggu diluar ruangan,dia sedikit khawatir akan keselamatan Claudia bukan karena kasihan tapi dia takut kalau Dea terbawa-bawa dalam kejadian ini.


didalam ruangan beberapa suster sedang berusaha menolong Claudia.


" Apa yang terjadi kepada anak gadis ini,kenapa kondisi nya sangat parah sekali" bisik salah satu suster yang menangani nya.


" Aku juga tidak tahu sus, mungkin dia nakal kepada mama nya jadinya berujung seperti ini" ucap suster yang satu menerka menerka kejadiannya.


" Tapi tidak mungkin sus, kalaupun dia nakal masak iya ibu nya tega membawanya ke klinik yang kurang akan fasilitas apalagi kalau dilihat-lihat mama nya sangat kaya raya dan tinggal di kota lagi. Aku ngak habis pikir dia rela membawa ke sini jauh jauh padahal di kota sana banyak rumah sakit ternama disana" jelas suster yang satu itu.


" sudah ahh...nanti didengar mama nya" ucap suster untuk menghentikan perdebatan mereka.


Tiba-tiba bunyi suara monitor, kondisi Claudia sangat kritis karna dia membutuhkan darah saat ini. beberapa suster berlari keluar untuk mencari keluarga pasien untuk mendapatkan donor darah dengan cepat.


" keluarga pasien atas nama Claudia?" seru suster dari depan ruangan UGD.


Tapi....


LIKE

__ADS_1


KOMEN


VOTE ❤️❤️❤️


__ADS_2