
Beberapa hari kemudian semuanya sudah beraktivitas seperti biasanya. Tapi beda dengan Pak Surya yang semakin hari semakin dingin kepada seluruh anggota keluarga. Terkadang pulang dari kantor larut malam dan tidak pernah makan malam bersama lagi di rumah,Pak Surya selalu memiliki alasan agar tidak makan bersama-sama dengan istri dan anaknya. Sikap nya yang dingin membuat Mama Siska sedikit sulit untuk berkomunikasi dengan suaminya sendiri.
"Papa ngak sarapan dulu?" Tanya mama Siska saat suaminya turun tangga.
" Dikantor saja " jawabnya sambil berjalan keluar rumah.
Mama Siska mengikutiny dari belakang.
" Tapi Pah..aku" ucap Mama Siska terputus karena suaminya sudah masuk ke mobil.
" Ihh... Papa kenapa sihh akhir- akhir ini badmood banget. Semenjak ibu nya meninggal sikapnya semakin dingin dan aneh...ahhh..." Ucap Mama Siska kesal .
Mama Siska pun masuk ke dalam untuk sarapan sendiri dengan badmood nya yang buruk di pagi hari.
" Bibi....bi Asi" panggil Mama Siska teriak.
Bi asi yang lagi membersihkan dapur kotor cepat-cepat dia berlari menemui majikan nya.
" iya nyonya...ada apa ?" Tanya bi asi .
" Lelet banget sihh" ketusnya.
" maaf nyonya tadi saya ada kerjaan dibelakang" jawab bi asi.
" Alasan saja. Makanan ini semua buang saja ke tong sampah" ucap mama Siska.
" Kenapa nyonya?apa makanan tidak enak ? " Tanya bi asi karena ngak biasanya seperti ini masakan nya. Padahal ketika memasak bi asi selalu mencicipinya sebelum di hidangkan dimeja makan.
" Ikuti saja apa yang saya perintahkan dan gak usah banyak tanya. Membosankan saja" ucap nya dan pergi meninggalkan bi asi yang masih menunggu jawaban dari majikan nya.
Bi asi langsung menyendok beberapa makanan yang sudah dihidangkan dan langsung mencicipi nya tapi ternyata makanan yang dia masak sangat enak, bumbu pas,garam nya pas, ngak basi ataupun pedas semua nya enak dan pas.
" Ngak ada yang kurang, semuanya pas. Mungkin lagi PMS kali Nyonya jadi sensi begitu. Bagaimana tidak tuan mendiami nya" ucapnya sambil mencicipi kembali.
Di bereskan semua makanan yang ada diatas meja dan membawa nya ke belakang dan dibagi-bagikan ke pekerja yang ada di sana. Karena sayang kalau di buang makanan bersih. Orang kaya mahh gitu sikit sikit buang,sikit-sikit ganti , sikit-sikit mati ðŸ¤
*****
"Pagi... sayang" sapa Andre saat bertemu dengan Claudia dikelas.
Claudia yang asik membaca tidak memperhatikan Andre yang datang dibelakang nya.
" Heyy... serius amat bacanya sampai aku datang ngak di ladeni" ucap Andre sambil duduk didepannya.
" Andre...maaf ngak dengar soalnya" jawab Claudia.
" Baca buku apa?"tanya Andre sambil mengambil buku itu dari Claudia.
" Ohhh...novel pelukan terakhir ayah" baca Andre sambil membolak-balikkan buku itu.
"Hmmm.."
__ADS_1
" Buat apa kamu baca novel seperti ini,pasti ini cerita nya menyedihkan, menjijikkan,dan penyiksaan oleh orang tuanya sendiri,jadi ngak perlu kamu baca buku seperti ini dan lagian isinya itu hanya di dunia novel dan tidak ada di dunia nyata" jelas Andre.
" Didunia nyata ada loh ndre dan aku melihat nya" ucap Claudia sambil mengambil buku tersebut dari tangan Andre.
" Itu hanya perasaan mu aja Claudia,mana ada coba orang tua yang tega melihat anak nya disiksa dan ditelantarkan begitu" jelas Andre.
" Perlakuan orang tua itu beda-beda setiap orang kepada anak nya. Ada yang sayang,ada yang baik,ada juga yang sikapnya bodoh amat dan bahkan sama sekali tidak peduli dengan anaknya. Jadi tipe-tipe orang tua itu berbeda-beda menyikapi setiap anak-anaknya"ucap Claudia.
Andre tersentuh mendengar perkataan Claudia yang dewasa. Inilah membuat Andre suka kepada nya.tapi saat ini dia masih meragukan hati nya kepada dia sampai memiliki hubungan dengan Claudia begitu cepat. Dia bingung antara cinta atau rasa penasaran terhadap Claudia.
" Hey...kok mala melamun sendiri"ucap Claudia menyentuh tangan Andre.
" Ha..kenapa?aku ngak papa kok hanya terpana aja melihat kalau cewek aku itu cantik dan baik ternyata" goda Andre membuat Claudia salting.
" Udah ahhh kan jadi malu " ucap Claudia sambil tersenyum.
" Kan memang betul adanya,kalau kamu itu cantik luar dan dalam" ucapnya kembali .
" Kamu bisa aja dehh gombalnya" sahut Claudia.
" Udah sarapan belum " tanya Andre.
" Sudah. Kamu belum sarapan?"tanya Claudia.
" Belum hehehe...ngak sempat tadi, karena terburu-buru soalnya telat bangun" jelas Andre sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.
" Kamu ini kebiasaan. Yaudah ini ada bekal aku,kamu makan aja" ucap Claudia sambil mengeluarkan kotak makanan nya dan juga air minum nya.
" Ngak papa ,nanti kan kita pulang cepat.lagian ini hari terakhir kita ujian" jelas Claudia sambil membuka kotak makanan nya.
" Sekarang kamu makan,nihh.. keburu bel" Ucap Claudia sambil memberikan sendok untuk Andre,agar segera makan.
" Yaudah dehh aku makan" jawab Andre.
Andre pun makan bekal milik Claudia, padahal itu adalah makanan kesukaan Claudia yaitu nasi goreng dan ayam goreng buatan bi Asi. Walaupun seperti itu Claudia tetap memberikan bekal nya kepada Andre.
" Enak ngak ndre?" Tanya Claudia disaat Andre memakannya tanpa menawarkan kepada Claudia.
" Enak bangetttttt 🤤 ibu mu memang jago memasak nasi goreng" jelas Andre sambil memasukkan nasi goreng kemulutnya dengan lahap.
" Ohh... Yaudah habis aja " ucapnya.
" Pasti" jawabnya.
Tak butuh lama mengabiskan nasi goreng itu Andre langsung membereskan kembali kotak makanan Claudia.
" Nih sayang kotak makanan kamu, makasih ya enak banget. Kirim salam sama ibu mu" ucap Andre berterima kasih kepada Claudia.
" Iya nanti aku sampaikan" jawab Claudia menyimpan kotak bekalnya.
" Claudia " panggil Raka.Raka berjalan kearah Claudia dan Andre .
__ADS_1
" Ada apa Raka " tanya Claudia.
" Kamu dipanggil ibu Ros ke ruang guru" jelas Raka.
" ha? Ngapain"tanyanya.
" Ngak tahu tuhh, katanya suruh panggil kamu aja . Pergi sana sebelum masuk ujian " ucap Raka kepada Claudia tapi Raka melirik Andre yang fokus memainkan rambut Claudia. Ada rasa cemburu saat Andre begitu dekat dengan Claudia, apalagi Andre orang baru di kelas ini tapi dia lebih cepat akrab dengan Claudia. Ya walaupun selama ini Raka tidak respek sama Claudia.
" Yaudah aku kesana dulu " jawab Claudia.
" Mau kemana?"tanya Andre dan mengehentikan kegiatan tangannya.
" Mau ke ruangan buk Ros, katanya aku dipanggil " jelas Claudia sambil merapikan rambutnya dan mengikat nya .
" Mau aku temani ngak?mana tahu kamu butuh pendamping kesana " goda Andre membuat Raka merasa panas mendengar godaan Andre.
" Ihh..kamu ini ada ada saja,tuhhh.. ruangan guru sangat dekat dengan kelas kita,jadi ngak perlu diawasi " tunjuk Claudia kepada Andre ruangan guru.
" Yaudah kalau ngak mau tapi hati-hati soalnya ada yang lagi panas,ehh... maksudnya cuacanya panas " ledek Andre sambil melihat Raka.
" Iya,kalau gitu aku pergi dulu " jawab Claudia meninggalkan mereka berdua.
Raka masih berdiri di hadapan Andre.
" Duduk dulu bro, nanti takut nya asam uratnya naik"ledek Andre kepada Raka sambil tersenyum menjengkelkan.
Tidak ad jawaban Raka langsung pergi meninggalkan Andre duduk disana dengan wajah yang menahan amarahnya.
" Aneh banget, disuruh duduk mala pergi. Anak orang kaya sekarang sombong akut" ucap Andre melihat kepergian Raka.
****
"Selamat pagi buk" ucap Claudia saat memasuki ruangan buk Ros.
" selamat pagi Claudia,sini duduk sebentar" ucap buk Ros.
" Baik buk" jawabnya.
" Begini nak Claudia,hadiah perlombaan melukis mu kemarin sudah cair 100 JT jadi ibu sangat butuh orang tua kamu untuk datang ke sekolah untuk menandatangani beberapa kertas" jelas buk Ros.
" Kalau bisa secepatnya suruh orang tua kamu datang ke sekolah,paling lama besok siang ya" ucapnya Kembali.
Claudia bingung mau jawab apa terhadap pertanyaan dari buk Ros. Apalagi mengajak papa dan mama ke sekolah yang ada dimarahi lagi. Claudia masih bingung apa yang akan dia jawab. Mau ambil keputusan cepat nanti jadi salah, semuanya serba salah.
" Maaf buk, bisakah pulang sekolah saya pastikan sama ibu soalnya saya tanya papa dulu dia sibuk atau tidak besok.karena akhir-akhir ini papa sibuk bekerja" jelas claudia.berharap buk Ros paham akan maksudnya
" Ya sudah nanti kamu kabarin ibu ya, sekarang kamu boleh masuk ke kelas " jelas buk Ros.
" baik buk, terimakasih" ucap Claudia sambil tersenyum.
" Sama-sama nak " jawabnya.
__ADS_1