Pelukan Terakhir Ayah

Pelukan Terakhir Ayah
Bab 78


__ADS_3

Tak terasa waktu sudah malam hari Mama Siska dan suaminya tak kunjung pulang ke rumah besar mereka padahal mereka sudah 1 malam di rumah orang tua nya.


Dirumah sakit keluarga papa Surya saat ini sedang cemas akan kondisi Ibunya yang kritis. Semua orang telah memanjatkan doa agar diberikan mukjizat kepada ibunya. Walaupun sudah di tangani oleh dokter kepercayaan keluarga mereka tapi tetap kehidupan kita ada ditangan yang Maha Kuasa.


Mama Siska melihat suaminya yang sangat gelisah dan khawatir, semenjak datang ke rumah mertua nya, suaminya belum makan sedikit pun dan hanya fokus kepada ibunya.


Terlihat Pak Surya duduk di pojokan pintu menunggu dokter keluar. Wajah yang kusut pakaian yang berantakan tak terlihat lagi wibawa seorang CEO saat ini. mama Siska mendekati suami nya dan memeluk nya.


" Papa makan dulu yok,papa kan dari kemarin tidak sarapan pagi,siang,dan malam juga . Nanti papa lagi yang sakit" bujuk mama Siska kepada suaminya yang masih termenung.


" Papa ngak lapar Mah,papa akan makan setelah Dokter Tomi keluar" jawan pak Surya sambil menyenderkan kepalanya ke pundak istrinya.


" Mama tahu tapi papa juga harus jaga kesehatan Pah" ucapnya kembali.


" Papa ngak nafsu makan mah,papa hanya ingin ibu sadar dari kritis nya " jawab papa Surya tegas. karna Pak Surya tidak akan berbuat sesuatu kalau menyangkut kesehatan dan keselamatan ibunya.


Mama Siska terdiam akan perkataan suaminya yang sudah mulai naik oktaf,mama Siska tidak bisa lagi menahan kemauan suaminya kalau Sudah dikatakan tidak tetap tidak.


Tapi singkat cerita dokter Tomi keluar dari ruangan nenek. wajah dokter Tomi sedikit lesu dan sedih saat keluar. Melihat itu pak Surya langsung berdiri dihadapan dokter Tomi dan langsung menanyakan.

__ADS_1


" Bagaimana keadaan ibu saya Dok" tanya pak Surya cemas.


Dokter Tomi menarik nafas panjang " Maaf sebelumnya Pak,Tuhan lebih sayang Ibu dari pada kita. Ibu sudah meninggalkan kita semua nya" tutur dokter Tomi hati-hati.


" Ngak ngak ngak... dokter pasti salah. ibu tidak meninggal....ibu hanya tidur.....ngak ngak ngak..." teriak pak Surya keras dan langsung melesat ke lantai sambil menangis


Mama Siska juga tidak percaya kalau mertuanya telah meninggal dunia. Dia langsung memeluk suaminya yang masih menangis histeris.


Tiba-tiba pak Surya langsung berlari masuk keruang ibunya. Dan sampai disana hanya kain putih yang tertutup. Dia berjalan dengan pelan-pelan berharap itu hanya mimpi dan tidak ada terjadi apa-apa. semakin dekat tangan pak Surya semakin gemetar dan air mata terus menerus mengalir.


Ditatap nya lain Putih bersih itu dari atas sampai ke bawah,tangannya mulai mengarahkan untuk membuka kain putih itu, dan akhirnya kain putih itu telah terbuka dan ternyata orang yang melahirkan pak Surya kini terdiam beku dengan wajah yang pucat dan bersih.


" Ibu ....ibu....ibu.... ibu bangun Bu. ibu bangun Bu" teriak nya kembali.


Mama Siska menemui suaminya didalam dan terlihat jelas wajah mertua nya yang pucat bersih disamping suaminya yang menangis.


Mama Siska juga sedih akan kepergian mertua nya.


Mama Siska memberikan kekuatan kepada suaminya agar tetap kuat dan tegar akan musibah yang terjadi.

__ADS_1


Dan dia juga tidak lupa memberitahu kepada orang rumah mereka agar mempersiapkan segala keperluan di kediaman mertuanya.


****


Singkat cerita semua administrasi dan segala nya sudah selesai di rumah sakit dan jenazah juga akan dihantarkan ke rumah kediaman duka. Papa Surya menemani Ibunya di dalam mobil Ambulance dan mama Siska dijemput oleh supir pribadi mereka dan juga Dea bersamaan.


Sepenjang perjalanan pak Surya tak kunjung berhenti menangis.


" Ibu kenapa kau begitu tega kepadaku,kau pergi tanpa memberikan satu kata pun untuk anak mu ini hiks...hikss... ibu pergi begitu saja tanpa pamit hiks...hikss... aku mohon bum kembali lah sebentar, kata kan kepadaku kalau ibu ingin pergi menemui ayah hiks...hikss.. " ucap pak Surya sepanjang perjalanan ke rumah Duka.


Tak terasa ambulance sudah tiba di rumah Duka , dan disana juga sudah banyak para kerabat yang berdatangan untuk berbelah sungkawa atas meninggalnya ibu dari Pak Surya dan mertua mama Siska.


Semuanya para pengunjung sangat sedih karena semasa hidupnya ibu nya pak Surya sangat baik dan ramah kepada semua orang tanpa terkecuali. jadi mereka merasa kehilangan yang sedalam-dalamnya.


Jenazah sudah di letakkan di ruang tamu dan sudah di buat acara gereja disana tapi pak Surya tak terlihat. Dan ternyata dia ada di dalam kamar ibunya sambil menangis. Dan akhirnya Mama Siska lah yang mewakili semua nya tanpa menggangu kesendirian suaminya,dia memberikan ruang untuk suaminya untuk menerima kejadian ini.


Tak terasa acara gereja dan lain sudah selesai, sebagian kerabat dan para tamu sudah berpulang dan akan kembali besok untuk melaksanakan pemakaman untuk ibundanya Pak Surya.


******

__ADS_1


Jangan lupa untuk like komen vote dan favorit ya 😍😍❤️❤️❤️❤️


__ADS_2