Pelukan Terakhir Ayah

Pelukan Terakhir Ayah
Bab 83


__ADS_3

Claudia berlari ke kamarnya dengan keadaan menangis dan ternyata hal itu di lihat oleh sekretaris Papa nya yang saat bersamaan dengan Claudia keluar. Claudia hanya tunduk berlari dan tidak melihat siapa-siapa.


Karena setelah Claudia keluar Pak Surya menyuruh sekretaris nya untuk datang ke ruangannya padahal tadi sekertaris nya sudah diperjalanan pulang tapi karena Tuan besarnya yang memerintah akhirnya berbalik arah menuju ke rumah. Namanya juga masih bawahan pasti harus siap sedia dan tidak mengenal waktu ataupun kondisi.


Tokk...


Tok...


Tok..


Pak Rudi mengetuk pintu ruangannya. Dan akhirnya di perbolehkan oleh pak Surya. Pak Rudi terkejut melihat keadaan disana dan berjalan pelan-pelan agar tidak terkena pecahan gelas tadi.


" Apa yang terjadi tuan" ucapnya sembari berjalan kearah nya.


Hening tidak ada jawaban. Pak Rudi tidak menanyakan hal itu lagi karena raut wajah tuan nya sedikit tidak terkontrol. Pak Rudi mengambil sapu dan membersihkan pecahan gelas tersebut menunggu tuan nya mau berbicara.


sekitar 10 menit Kemudian dan pak Rudi sudah selesai membersihkan nya akhirnya Pak Surya berbicara.


" Apa sudah ada kabar terkait Rama?" tanya Pak Surya dengan sedikit tidak bersemangat.


" sebelumnya saya minta maaf tuan,saya lupa menginformasikan bahwa saya sudah menemukan lokasi Buk Rama" jelas Pak Rudi.


memang tadi siang salah satu anggota suruhan pak Rudi sudah berhasil menemukan lokasi Buk Rama dan hal itu langsung di kabarin ke Pak Rudi. Tapi Pak Rudi masih tetap memantau pergerakan Buk Rama agar tidak ketinggalan jejaknya lagi.


Dengan raut senang Pak Surya bangkit dari tempat duduknya " Apa saya tidak salah dengar? apa kamu sudah mendapatkan nya ? besok kita langsung ke sana,saya tidak mau hilang jejaknya lagi.Cukup selama ini dia memberikan luka untuk ku yang begitu dalam sampai-sampai saya tidak dapat menerimanya dalam hidup ku " jelas Pak Surya dengan suara yang sedikit tinggi.


"Berani juga kamu muncul sekarang Rama ku sayang,kita lihat saja siapa yang akan berlutut di hadapan ku nanti huhhhh... akhirnya kamu muncul juga ke permukaan" guman Pak Surya dalam hati yang sedikit layas"


" Baik Tuan,tapi kita harus menunggu kabar dari anggota karena mereka bilang kalau Buk Rama diawasi beberapa penjaga yang super ketat " jelas Pak Rudi agar tetap berhati-hati.


" Oke , kabarin secepatnya" ucapnya dengan tegas walaupun dalam hatinya ada sedikit rasa senang.


" Baik Tuan" jawabnya.


" Kalau saya boleh tahu,apa ada sesuatu yang terjadi tuan. Saya melihat nona Claudia keluar dari ruangan ini dengan keadaan menangis " tanya pak Rudi.

__ADS_1


" Dia meminta saya untuk mengambil hadiah lomba nya di sekolah besok tapi saya tidak bisa untuk hal itu " jelas Pak Surya.


" Kenapa tidak bisa tuan? Tuan kan Ayah kandung nya,jadi apa salahnya?" jelas Pak Rudi yang tidak satu pendapat dengan tuan nya.


" Apa kata orang nantinya kalau saya ini ayah kandung Claudia tapi selama ini saya menutupi nya. saya tidak bisa Rudi,saya belum siap dan saya tidak akan melakukan hal bodoh itu" Jawab pak Surya.


" Itu bukan hal yang bodoh tuan, Malahan itu adalah hal yang sangat membanggakan sebagai orang tua Claudia yang berhasil memenangkan perlombaan. Coba tuan lihat perbedaan antara nona Dea dan Claudia,mereka sangat berbeda jauh dan sangat jauh. Nona Claudia selalu mengharumkan nama sekolah tapi dia tidak pernah menuntut sesuatu dari tuan. Jangan sampai tuan menyesali segalanya" ucap Rudi sedikit memberikan masukkan agar pak Surya lebih terbuka pikirannya.


Pak Surya sedikit menarik nafas" saya akan pikir kan hal itu Rudi" jawabnya.


" Kamu bisa kembali " sambungan nya.


" Baik Tuan " jawabnya.


"Aneh banget,gue datang hanya untuk membersihkan pecahan gelas dan mendengarkan perkataan yang tidak masuk akal. bagaimana mungkin sampai sekarang si boss belum bisa menerima nona Claudia padahal nona selalu baik bahkan menderita. dasar orang tua yang aneh" guman Pak Rudi saat berjalan keluar dari ruangan.


" loh kamu belum pulang Rudi " ucap Mama Siska saat berpapasan dengan nya.


" hmm...sinenek sihir ini kok belum tidur ya, lihat tuh rambut nya ngembang semuanya hahahhah....Gilak nenek sihir lucu juga kalau rambutnya ngembang"guman Rudi sedikit tertawa geli melihat ekspresi mama Siska yang sedikit acak-acakan.


" tidak apa-apa nyonya,saya hanya senang bisa memberikan hadiah kepada pasangan saya" ucapnya berbohong. iya kali seorang Rudi jujur kepada si nenek sihir ini.


" Wahhh... ternyata kamu sudah pasangan, terus kapan rencana mau nikah?" tanya nya lagi.


"Nenek sihir ini mulutnya ngak bisa di rem ngak sih Thor meresahkan aja. Dia pikir menikah itu gampang,kepo aja sama urusan orang" gumannya mengutuk si nenek sihir.


" Belum ada rencana nyonya,masih ingin senang-senang dulu dengan nya " ucapnya asal.


" Baiklah " ucap mama Siska.


" Kalau begitu saya permisi nyonya sudah larut " pamit Rudi.


" Ohh baiklah, hati-hati dijalan" ucap Mama Siska.


" Baik nyonya " balasnya.

__ADS_1


"Akhirnya selamat " gumannya kembali sambil keluar.


****


Pagi ini Claudia bangun cepat agar bisa membantu bi asi karena Claudia mengajak Bi asi untuk mengambil hadiah lomba nya dan bi asi pun mengiyakan karena Bi asi juga mendengar sekilas perkataan Pak Surya tadi malam yang tidak mau mengakui nya. Tanpa Claudia memohon bi asi langsung terima,dia tidak ingin membuat Claudia lebih sedih lagi.


Semua pekerjaan selesai dan penghuni rumah juga sudah pergi kekantor. Akhirnya Claudia dan bi asi pergi k sekolah bersama-sama,mereka naik bus agar cepat nyampe sekolah.


" Buk.. nanti kalau ditanya sama guru nya Claudia bilang aja semua nya kalau orang tua Claudia lagi di luar negeri dan akan pulang 1 bulan lagi" ucap Claudia kepada bi asi agar tidak gugup.


" Baiklah anak ku sayang,ibu akan buat yang terbaik untuk mu "jawab Baik asi sambil mencubit pipi Claudia.


" Makasih buk " peluk Claudia.


" Iya sayang" jawabnya.


" Oh iya nak kenapa kamu pakai topi seperti ini ke sekolah, beberapa hari terakhir kamu sering pakai topi ini. Kamu sakit? " tanya bi asi.


" Ngak buk, Claudia ngak sakit tapi Claudia lagi pengen pakai topi ini aja karena ini pemberian seseorang " ucap Claudia berbohong.


" Benarkan sayang? tidak ada apa-apa? ibu hanya khawatir tentang dirimu " ucap buk asi tulus tentang keadaan Claudia yang akhir-akhir ini.


" Benar Buk, Claudia tidak bohong" jawabnya sambil tersenyum.


" Baiklah,awas Sampai kmu berbohong sama ibu" ucap bi asi sedikit menekan.


" Siap Buk bos " jawabnya sambil membuat penghormatan kepada bik asi.


Mereka berdua tertawa atas kehebohan Claudia dibus.


Tak terasa akhirnya mereka sampai disekolah. Tapi siapa sangka mobil Pak Surya ada disekolah Claudia. Bi asi juga terkejut dengan kehadiran Pak Rudi disana tapi pak Surya tidak terlihat sana .


" Bi" panggil Pak Rudi ke arah mereka berdua.


Maaf baru bisa update lagi πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™

__ADS_1


__ADS_2