
Akhirnya Claudia selesai juga membuat brownis dan jus alpukat. dia segera mengantarkannya kepada Papa dan Kakaknya. terlebih dahulu dia mengantarkan kepada Papanya setelah itu baru ke kamar kakaknya.
Tok...
Tok...
" Kak...maaf menganggu Claudia mau antarkan jus kakak" Ucap Claudia dibalik pintu yang tak kunjung dibuka.
Karna terlalu lama akhirnya Claudia memberanikan diri untuk membuka pintu kamar kakaknya, ternyata kakak nya sedang bermain game online dengan memakai handset jadi kemungkinan Dea tidak dapat mendengar suara Claudia.
Claudia masuk dan meletakkan jus nya diatas meja pas di hadapan kakak nya. Ketika hendak mau keluar...
Preng...
Preng...
"Berani-beraninya kamu masuk kamar saya ha.." bentak Dea.
Claudia sedikit gemetar
" Ma..maaf kak,tadi Claudia sudah panggil kakak berkali-kali tapi kakak tidak mendengar nya jadi aku pikir masuk saja" ucapnya sedikit gemetar.
" Ohhh...jadi kamu salahkan saya " bentak Dea kembali sambil berjalan ke arah Claudia.
" Ngak...ngak kak. Maaf kak" ucap Claudia menunduk.
"Tuhan lindungi aku" lirihnya dalam hati semoga aja ada yang menolong nya.jujur saat ini kondisi Claudia bisa dikatakan mudah lelah dan bahkan takut dengan suara yang keras.
" Kamu pikir kamu siapa disini ha...kamu itu hanya anak pembantu,anak pembawa sial dan juga anak HARAM dirumah ini" ucap Dea penuh dengan penekanan.
" Cukup kak...cukup...aku tahu kak,aku anak pembawa sial di keluarga ini dan aku juga anak Haram dirumah ini dan aku juga tahu dimana posisi ku hiks...hiks...aku tahu kak,tapi tolong jangan lukai aku terlalu dalam. Aku sudah berusaha untuk berdiri sendiri tanpa bantuan orang lain bahkan tanpa papa dan mama. Aku sudah berusaha untuk tetap sayang pada kalian semuanya hiks...dan aku ngak pernah benci ataupun dendam pada kalian bagaimana pun cara Mama dan papa dan kakak lakukan terhadap ku hiks...hiks..." ucap Claudia penuh keberanian. Tidak tahu keberanian dari mana Claudia bisa mengucapkan kata-kata itu. Walaupun dia memang sudah lelah akan ucapan itu yang selalu dilontarkan oleh Mama dan kakak nya.
" Ohh...kamu udah mulai berani teriak kepada ku ha.." ucap Dea menjambak rambut Claudia sampai jatuh kebelakang.
" Maaf kak....maaf kak,aku ngak bermaksud untuk berteriak keras kepada kakak" jawab Claudia sambil memohon kepada kakak nya.
Suara Dea membuat satu rumah mendengar pertengkaran Claudia dan Dea. akhirnya Mama siska dan Bi Asi berlari ke arah kamar Dea.
" Dea ada apa ini " tanya Mamanya.
__ADS_1
" Lihat dia Ma,dia berteriak kepada ku" ucap Dea pura-pura sedih. Mama yang tidak terima atas perlakuan Claudia akhirannya Mama nya mengambil tali pinggang dan mencambuk nya.
Cas...
Cas....
Cas...
( Kira-kira seperti itu suara cambukan nya 😂🤭)
" Ampun Ma...ampun Ma" ucap Claudia memohon Sambil mengatupkan kedua tangan 👏tanda memohon.
Tapi sayang nya tidak diindahkan oleh Mamanya,dia terus mencambuk tubuh Claudia dengan keras. Dea hanya tersenyum puas melihat nya.
("Ku kutuk loh Dea jadi ayam " ucap Author 🔥)
Bi Asi yang tidak tega melihat Claudia dicambuk akhirnya memeluk Claudia dari belakang.
" Sudah nyonya...jangan cambuk dia terus,itu terlalu sakit nyonya. Tolong kasihani dia sedikit saja" ucap Bi Asi sambil menangis.
" minggir Bi jangan membela nya. tidak akan saya kasih ampun kepada-nya...Minggir Bi" bentak Mama Siska dengan keras.
" Kamu mau jadi pahlawan kesiangan buat anak haram ini iya...oke kalau bibi ngak mau minggir jangan salah kan aku akan mencambuk kalian berdua" ucap mama Siska.
" Ibu kumohon pergilah dari sini jangan membuat ibu terluka nanti" ucap Claudia kepada Bi Asi dengan suara yang lemah.jujur saja cambukan yang diberikan mama nya sangat sakit dan sampai membiru.
" Tidak...Ibu tidak akan pergi kemana pun. Ibu tidak mau anak ibu terluka"jawab Bi Asi sambil memeluk Claudia dengan erat.
" Tapi Bu..." ucapannya terpotong karena.
Cas...
Cas...
Aahhh....ringis Claudia
ternyata mama Siska kembali mencambuk tubuh mereka. ketika hendak mencambuk kembali...
Tiba-tiba ...
__ADS_1
" Cukup Ma...mama bisa membunuh mereka seperti ini" Ucap Pak Surya sambil menahan tangan istrinya.
Sebenarnya pak Surya ada diruang kerjanya dengan asisten nya membahas perjalanan bisnis ke luar negeri yang akan di laksanakan beberapa hari nanti. Tapi saat ingin mengambil dokumen yang tertinggal di ruang tamu dia mendengar suara tangisan Claudia dari arah kamar Dea. Dan akhirnya Pak Surya berlari menghampiri mereka. Dan betul juga suara tangisan itu suara Claudia yang memohon kepada Mama nya.
" Papa lepasin...papa ngak tahu masalah nya apa,dia berhak mendapatkan hukuman seperti ini" ujar istri nya menolak perkataan suaminya.
" Cukup Ma...mama ngak bosan lihat Claudia menangis terus" ucap pak Surya,tanpa pak Surya sadari dia membela Claudia.
" Ap...apa, papa memanggil namaku" lirih Claudia dalam hati sambil tersenyum getir. Ada rasa bahagia ketika papanya menyebut namanya secara langsung di hadapannya.
" Terus saja papa membela anak haram ini" tunjuk nya kepada Claudia.
" Cukup Ma ....cukup...jangan menyebutkan kata-kata itu terus " bentak Pak Surya kepada istrinya dimana membuat Mama Siska semakin menggila.
" Papa bentak Mama gara-gara dia,papa tega bentak aku hanya karna dia,papa jahat papa ngak sayang sama dan Dea .Papa lebih milih anak haram itu dari pada anak kandung papa sendiri...papa jahat " Teriak Mama Siska dan pergi meninggalkan mereka yang ada disana.
" Ma...tunggu " teriak suaminya menyusul istrinya.
" Sekarang kamu puas melihat papa dan mama ku berantam ha...kamu puas sudah merusak keharmonisan rumah tangga kedua orang tua aku...emang kamu ngak ada gunanya di rumah ini lebih baik mati saja ,biar keluarga ini tenang " banyak Dea kepada Claudia.
Claudia hanya terdiam mendengar kata demi kata yang di ucapkan oleh kakaknya. hanya menangis yang dia bisa lakukan saat ini.
" *apa benar aku merusak keharmonisan keluarga Papa dan Mama" ucap Claudia dalam hati.
" Papa maafkan Claudia " ucapnya kembali*.
" Keluar kalian semua dari kamar ku " teriak Dea.
Akhirannya mereka keluar dari kamar Dea.
" Ahhh....sial" teriak Dea kembali.
Like
komen
Vote
❤️❤️❤️❤️
__ADS_1
Jaga kesehatan ya Guysssss 🤗❤️❤️