Pelukan Terakhir Ayah

Pelukan Terakhir Ayah
Bab 84


__ADS_3

Mereka berdua berjalan kearah pak Rudi.


" Ada apa tuan" tanya bi asi.


" Oh tidak ada apa-apa bi, hanya saja saya ada kerjaan di sini dengan Tuan" jawab pak Rudi sopan.


" Ohh begitu" jawab bi asi.


"Nona Claudia apa kabar" tanya Rudi.


" hmm..baik paman " jawab nya sedikit menunduk.


" Baiklah nona " ucapnya.


" Tuan nya paman kemana? kok ngak kelihatan?" tanya Claudia.


" Apa kamu belum tahu? " tanya pak Rudi.


Claudia menggelengkan kepalanya " Tidak tahu,iya kan buk" jawabnya.


"Paman ngak tahu ini berita buruk atau berita seneng untuk mu nona tapi tuan ada didalam untuk mengambil hadiah lomba nya nona" jelas pak Rudi.


Hal itu membuat Claudia dan bi asi terkejut. siapa sangka pak Surya melakukan hal itu diluar pikiran apalagi baru semalam dia mengatakan Kalau Claudia bukan anaknya tapi sekarang malah dia yang memberikan kejutan.


malahan saat ini Claudia tidak bisa mengekspresikan bagaimana perasaan nya saat ini senang atau sedih.


" Kok bisa paman? tapi Kata Tuan dia tidak mau datang " tanya Claudia.


" Saya juga tidak mengerti bagaimana sikap tuan saat-saat ini nona, susah ditebak. tapi percayalah semua akan baik-baik saja untuk kedepannya " ucap Rudi sedikit memberikan harapan.


" Saya harap juga seperti itu tuan" sambung bi asi.


" Rudi " panggil Pak Surya.


Mereka bertiga menoleh ke sumber suara. Pak Surya bertatapan langsung dengan Claudia.

__ADS_1


" Tuan " ucap Claudia pelan.


Claudia melihat amplop kuning ditangan Pak Surya dan sepertinya berisi uang. Pak Surya berjalan ke arah mereka bertiga.


" ini hadiah lomba kamu dan uang ini semua nya akan saya sumbangkan ke panti asuhan, karena uang sebanyak ini tidak terlalu kamu butuhkan " jelas Pak Surya.


Claudia terkejut akan perkataan papa nya.


" Kenapa seperti itu Tuan? kenapa anda melakukan hal itu tanpa ada persetujuan dengan saya? apalagi itu uang hasil perjuangan saya dan saya juga tidak memaksa tuan yang semalam untuk mengambil nya " ucap Claudia dengan lantang, karena jujur saja uang itu rencananya untuk membayar pengobatan.


" Kamu tidak perlu tahu kenapa saya melakukan nya" jawab pak Surya.


"jelas saya harus tahu kenapa anda melakukan hal ini karena saya yang mempunyai hal atas uang itu" ucap Claudia melawan perkataan Papanya . karena memang uang itu adalah hal nya Claudia bukan Papa nya.


Bil asi dan Rudi juga bingung atas apa yang dilakukan oleh Tuan nya sendiri.


" Saya sudah berusaha untuk datang ke sekolah ini untuk mengambil ini dan kamu berani melawan saya? " ucap Pak Surya sedikit keras.


" Cihhh... berusaha? Hahah.... seolah-olah anda peduli dengan saya. seolah-olah anda adalah orang tua yang terbaik untuk anaknya , seolah-olah anda adalah orang tua yang mampu berbagi waktu untuk anaknya. Aneh ya tapi itu nyata saat ini" jelas Claudia sedikit sinis terhadap Papa nya membuat pak Surya sedikit marah dan akhirnya..


" Jangan kurang ajar kamu terhadap orang tua mu" jelas Pak Surya.


" Astaga tuan,apa yang tuan lakukan " ucap Bi Asi terkejut atas perlakuan pak Surya. Untung nya kondisi sekolah sangat sepi karena siswa-siswi sudah dalam ruangan. Bi asi memeluk Claudia.


" Tidak apa-apa buk , Claudia udah kebal dan terbiasa untuk hal-hal seperti ini" ucap Claudia sedikit menekan suaranya dan menatap wajah Pak Surya.


pak Surya masuk kedalam mobil dengan wajah yang marah.


" Nona Tidak apa-apa?" tanya pak Rudi sebelum naik kemobil.


" Tidak apa-apa paman, masuklah nanti paman di marahin" ucap Claudia sambil tersenyum.


" Tapi nona "ucapnya terpotong.


" Pergilah paman " sambung Claudia.

__ADS_1


Akhirnya mereka pergi dari sekolah dan meninggalkan Claudia dan bi asi disana dengan keadaan yang sedih.


" Mana yang sakit sayang,kasih tahu ibu" tanya bi asi.


Claudia tersenyum kepada nya " Tidak ada yang sakit ibu, semuanya baik-baik saja " jawabnya.


bi asi menari tangan Claudia ke taman sekolah " Jangan bohongi ibu" ucap bi asi tegas.


Claudia tertunduk dan akhirnya menangis.


" Claudia capek buk,aku tidak mampu lagi untuk melawan mereka, bahkan berkata-kata pun Claudia tidak sanggup lagi" jawab Claudia sambil terisak.


" Kamu yang kuat sayang, semuanya akan terlewati " ucap bi asi sambil memeluk nya.


" Tapi aku cape pengen tidur terlalu lama banget agar tidak terasa lelah nya dan cape nya" ucap Claudia terisak.


bi asi teruskan memeluk nya " jangan ngomong seperti itu nak,kamu layak untuk bahagia" ucap bi asi


" Hahah...apa itu bahagia buk,aku sudah tidak menginginkannya lagi,aku sudah bosan untuk bahagia, ya aku bosan " Claudia tertunduk di bawah kaki bi asi.


" Ngak sayang,kamu harus Bahagia " sambung bi asi.


" Hahahah..." Claudia hanya mampu tertawa dan tertawa melihat keadaannya semakin buruk.


" Buk jalan-jalan yok ke pantai tapi Claudia pinjam uang ibu dulu,nanti Claudia bayar. Claudia pengen lihat pantai " ucap Claudia bangkit dari duduknya.


" kalau itu yang membuat mu senang ibu akan turuti tapi ingat jangan pernah mengeluh lagi ya " ucap bi asi memberi perhatian kepada nya.


" Claudia janji " jawab Claudia


" Yok " ajak bi asi


" yok "jawab Claudia happy.


JANGAN LUPA UNTUK LIKE, KOMEN, DAN VOTE YA πŸ’œπŸ’œπŸ’šπŸ˜˜πŸ’šπŸ˜˜

__ADS_1


__ADS_2