
Dan akhirnya... Claudia dapat diselamatkan oleh bantuan Mama Rama. Semua dokter yang tadinya menegangkan kini sudah bisa bernafas lega setelah Claudia bisa diselamatkan . Bukan karena kehebatan dokter ataupun suster tapi Karena kehebatan Tuhan.
" Keluarga ibu Rama ?" seru suster yang keluar dari ruangan Buk Rama. Devan yang mendengar nama Tante nya dipanggil langsung berdiri dan mendekati suster tersebut.
" Ya sus,saya keponakan nya sus,ada apa? apa Tante saya baik-baik saja?" tanya Devan langsung.
" Kondisi Buk Rama sangat lemah, mungkin karena pendonoran darah tadi dan buk Rama pingsan setelah selesai beberapa menit pendonoran dilakukan" jelas suster.
" Apa? bagaimana bisa? " ucap Devan terkejut. Dan akhirnya dia pergi ke ruangan Tante nya. Dan memang benar buk Rama pingsan.
" Sus tolong siapkan ambulance,saya mau Bawak Tante saya ke rumah sakit" ucap Devan dengan nada yang sangat khawatir dan cemas.
Tapi Devan tetap memeriksa kondisinya Tantenya.
" Tante ya kuat ya,Devan mau Bawak Tante ke rumah sakit" ucap Devan sambil menggenggam tangan Tante Rama.
Akhirnya buk Rama dilarikan ke rumah sakit. Devan tidak ingin terjadi apa apa dengan Tante nya. Devan sangat sayang kepada Tante Rama walaupun dia tidak anak kandung mama Rama.
Didalam mobil ambulance Devan terus memeriksa kondisinya Tantenya. Devan menemani Tante Rama.
sampailah mereka di rumah sakit. Devan langsung mengambil ahli pemeriksaan. Tak butuh berapa lama akhirnya Tante Rama sudah kembali normal.
" Huuu... terimakasih Tuhan. Semoga semuanya baik-baik saja" doa Devan setelah pemeriksaan.
Dan beberapa suster juga yang melihat kegigihan dokter Devan sangat tersentuh hatinya. Bukan hanya ganteng tapi sangat sayang kepada orang lain.
*****
Dirumah
" Halo Mah" ucap Pak Surya.
Setelah kejadian di rumah tadi,pak Surya tidak melihat istrinya pagi itu. Ditanya sama pekerja dirumah mereka bilang,mereka tidak tahu kemana Nyonya pergi. Dea juga tidak mau membuka kamarnya. dan akhirnya Pak Surya menelepon Siska.
" Oh iya Pah...ada apa?" jawabnya dengan nada yang gugup.
" Mama itu lagi dimana? masih pagi sudah keluyuran di luar sana" ucap pak Surya lembut.
" Eee...mama..eee...mama lagi di supermarket Pah,mama lagi beli lipstik iya... beli lipstik" jawab mama Siska gugup dengan nada yang cemas, seperti menyembunyikan sesuatu.
" Mama kenapa sih,kok khawatir gitu ? ada apa mah? apa semua baik-baik saja?" tanya pak surya.karena mama Siska terdengar seperti menyembunyikan sesuatu dari pak Surya.
" anuh pah...eee...mama tadi dikejar-kejar sama pereman Pah, Karena mama tidak kasih uang lebih untuk parkir mobil. jadinya mereka marah dan ngedor-ngedor pintu mobil mama dari tadi" jawabnya berbohong.
__ADS_1
"Mama tidak kenapa-kenapa kan? apa ada yang terluka atau gimana" tanya pak Surya sedikit khawatir akan keadaan istri nya.
Sudah dibohongi tapi tetap peduli,pak Surya pak Surya. Dengan istri yang jahat kamu peduli tapi dengan anak kandung mu saja yang lagi berjuang kamu tidak peduli.
" Mama tidak apa-apa Pah, untung saja ada yang membantu mama tadi" jawabnya kembali berbohong.
" Syukurlah Mah. Mama cepat pulang biar kita berangkat" ucap pak Surya.
" Iya Pah,ini mau jalan" jawabannya.
" Hati-hati mah , Jangan ngebut-ngebut " ucapnya penuh perhatian.
" Iya Pah" jawbanya.
Pak Surya keluar dari ruangan kerjanya menuju meja makan,karena dari tadi pak Surya bum turun ke bawah dan belum sarapan.
Saat di meja makan ,pak Surya tidak melihat bi asi atau pekerja lainnya. biasanya bi Asi langsung siap sedia kalau para majikan nya turun untuk melaksanakan sarapan pagi.
Pak Surya melihat ke arah dapur,tidak ada orang. Akhirnya dia bangkit dari duduknya dan berjalan ke arah kolam renang memastikan ada orang disana. Terus berjalan dan akhirnya pak Surya bertemu dengan Pak jali pembersih taman belakang rumah.
" Pak jali" ucap pak Surya.
Pak jali yang dari tadi memotong rumput, langsung berbalik badan karena namanya dipanggil.
" Kemana yang lain? kenapa hanya kamu ada di sini,saya tidak melihat yang lain" tanya pak Surya.
jawab pak jali" kurang tahu pak, soalnya saya baru datang dari pasar membeli beberapa pohon dan bunga" ucapnya sambil menunjukkan beberapa bunga yang dia beli dari pasar.
" Ya sudah kamu lanjutkan saja menanam nya,saya kedepan dulu " ucap Pak Surya dan meninggalkan.
" Baik Pak" jawabannya dan melanjutkan pekerjaannya kembali.
Saat berjalan pak Surya tidak sengaja mendengar pembicaraan pembantu yang sedang mengepel lantai.
"Mbak lihat kejadian tadi ngak? kasihan sekali ya mbak" ucap salah satu pembantu baru.
" Iya mbak tapi mau gimana lagi,kita tidak bisa berbuat apa-apa disini" jawab Nining pembantu lama.
" Mudah-mudahan dia baik-baik saja ya mbak,saya takut banget loh mbak soalnya tetangga saya dikampung jatuh dari tangga juga Langsung meninggal dunia di tempat. Mudah-mudahan dia baik-baik saja"doa pembantu baru.
" Kita doakan saja mbak, semoga baik baik saja" ucap Nining kembali.
" Dia siapa yang kalian maksud" ucap pak Surya dari belakang mereka berdua.
__ADS_1
Nining dan pembantu baru itu terkejut akan kedatangan tuan mereka apalagi mereka berdua sedang membicarakan tentang kejadian Claudia yang terjatuh dari tangga.
Mereka takut buka main, mulut mereka seakan terkena lem setan tidak bisa membuka mulut.
" Dia siapa yang kalian maksud dan kejadian apa yang terjadi" ucap pak Surya kembali dengan suaranya yg tegas.
sekuat tenaga Nining mengumpulkan keberanian nya untuk mengucapkan kejadian.
" Anu Tuan....itu..eee..." ucapnya gugup dan tidak jelas.
" anu apa,kalau ngomong yang jelas" tegasnya . Raut wajah pak Surya semakin khawatir .
" Tadi pagi itu non..." ucapnya Nining terpotong karena mama Siska datang.
" Papa" panggil Mama Siska
Pak Surya Langsung menoleh ke arah sumber suara istri nya.
" Ada apa ini kenapa pada ngumpul di sini?kenapa bi Nining ?" tanya mama Siska sambil berjalan ke arah mereka.
" Ngak ada apa-apa Nyonya,kalau begitu kami permisi ke belakang dulu" jawab Nining pamit ke belakang.
" Ya silahkan" jawbanya.
" ada sih Pah,muka nya seram begitu" tanya mama Siska. mama Siska berusaha menetralkan suasana agar tidak ketahuan.
" Lupakan saja" ucap pak Surya pergi meninggalkan Istrinya yang masih berusaha menahan rasa cemasnya.
" Papa kok pergi sih" ucap mama Siska.
Pak Surya tidak melihat nya ,
dia terus berjalan ke meja makan Karena dia sudah lapar sekali dan mama Siska juga mengikuti nya dari belakang walaupun kes degan suami nya .
JANGAN LUPA UNTUK 🙏🙏🙏
LIKE
KOMEN
VOTE
FAVORIT
__ADS_1
❤️❤️❤️❤️