Pelukan Terakhir Ayah

Pelukan Terakhir Ayah
Bab 54


__ADS_3

Claudia pun melanjutkan pekerjaan nya , disapunya semua yang kotor. Saat dia ingin melompat mengambil daun-daun yang tertinggal di atas atap, tiba-tiba keluar darah segar, mengalir terus tanpa henti. Dia berlari ke arah kamar nya agar bi asi tidak melihat.


Dengan keadaan yang lemah dia berusaha menahan diri untuk mencari obatnya yang berada di dalam tas nya. Tapi sayang nya botol itu kosong dan tidak ada lagi butiran obat didalamnya. Dia menahan kepalanya dengan kedua tangannya tapi rasa sakit itu tak kunjung hilang. Claudia merayap di lantai agar bisa naik ke tempat tidur. Belum sampai ke tempat tidur Claudia pingsan di lantai. Terlihat sangat pucat dan prihatin dengan kondisi Claudia. Tak ada yang tahu tentang Claudia.


****


Singkat cerita Claudia berlahan-lahan membuka matanya,rasa sakit di kepala pelan-pelan hilang. Dia berusaha untuk bangkit. dilihatnya hari sudah malam. begitu lama ternyata Claudia tidak sadarkan diri dan tidak ada yang tahu.


Dengan langkah yang kecil dia berjalan ke arah kamar mandi untuk membersihkan sisa darah yang ada di hidung nya dan sekaligus dia mandi. Dinginnya air tapi lebih dingin kasih sayang orang tuanya.


Saat sudah selesai bersih-bersih, dia berjalan ke dapur, tak ada orang disana. Bi asi juga tidak ada didapur. dia berjalan ke ruang tamu tetap tidak ada orang disana.


" Hmm pada kemana penghuni rumah ini,kenapa tidak ada satu pun yang terlihat? ibu juga tidak ada" ucapnya sambil berjalan ke arah belakang rumah tempat kamar Bi Asi


Dan ternyata Bi Asi baru selesai mandi. Dia mengetuk pintu dan diperbolehkan bi Asi.


" Kamu kemana saja hari ini? kenapa ibu tidak melihat mu setelah pulang dari sekolah " ? tanya Bi Asi.


Dengan gugup Claudia menjawab" Claudia tadi ketiduran buk,jadi Claudia ngak bisa bantu ibu" ucapnya dengan nada yang sedih.


" Ngak papa nak,yaudah kamu makan sana" ucap Bi Asi.


" iya buk, Claudia makan dulu. tapi ibu Udah makan kan? " tanya nya .


" Udah nak, kebetulan ibu pengen coba diet" ucap Bi Asi sambil tertawa.


" Hahaha...ibu ada ada saja"mereka berdua tertawa.


Akhirnya Claudia berjalan ke meja makan untuk mengambil makanan dan membawa ke dapur belakang. selama ini Claudia dan Bi asi makan didapur belakang. Karna kalau Claudia duduk dimeja makan,mama Siska akan marah besar kadang juga tidak memberikan makanan kepada Claudia kalau kedapatan duduk dimeja makan walaupun tidak makan sebenarnya. Alasannya karna mama Siska tidak suka satu meja dengan anak haram. untuk mengurangi rasa sakit nya ketika mama Siska mengucapkan hal itu , Claudia yang langsung sadar diri ,dia mundur agar tidak menambah rasa sakit nya begitu dalam.

__ADS_1


Kini Claudia sudah selesai makan dan dia langsung mencuci piring yang dipakainya. setelah selesai dia membuka kulkas untuk mengambil buah apel 1 untuk dimakannya,karna dia sudah lama tidak makan buah. Walaupun begitu banyak buah-buahan tapi Claudia tidak berani untuk mengambil nya walaupun milik keluarga nya.


tapi terkadang bi Asi memberi nya secara di -diam agar tidak ketahuan oleh majikannya.


Apel nya telah di cuci bersih dan diletakkan di atas piring dan sudah dipotong-potong . Saat hendak membawa nya kekamar bi Asi tiba-tiba Dea kakaknya datang .


Tap


Tap


" Wahhh...selain anak haram dan pembawa sial ternyata kamu anak pencuri juga ya?" ucap Dea menyilang kan kedua tangan nya .


Claudia yang mendengar suara itu langsung menoleh ke sumber suara. Dia terkejut karna kakak nya sudah kembali.


" Maaf Kak,aku pengen sekali memakan buah apel" jelas Claudia.


" Ohh.. ternyata adik ku tersayang pengen makan apel ya? " ucap nya sinis berjalan ke arah Claudia.


Tiba-tiba Dea menarik piring yang berisi apel itu dan memakannya 1 dan demi 1.


" ternyata irisan tangan anak sial seperti mu baik juga,enak dan juga manis. Kamu mau makan apel ya,tapi kalau kakak mu ini minta 1 boleh" Tanya Dea sinis.


" Boleh kok kak,makan saja " ucap Claudia mengiyakan nya.


" Wah.. ternyata adik ku baik juga dan tidak pelit kepada saudara nya" jelas Dea. " Tapi aku ngak Sudi makan semua buah apel ini dari bekas anak haram seperti mu" jelas Dea kembali.


Claudia hanya tersenyum menunduk,dengan keberanian yang kuat dia membalas kata-kata kakak nya.


" Apa salah ya kak kalau kakak makan bekas dari anak raham? aku tidak membuat didalamnya racun atau sejenisnya. Kalau Kakak mau makan yaudah makan saja dan tidak perlu membawa nama anak haram. aku tahu posisiku di rumah ini ,aku hanya anak pembawa sial di keluarga ini dan anak yang tidak di Inginkan sejak aku didalam kandungan. jadi kakak ngak perlu mengulang kata-kata itu kepada ku, aku lelah kak,aku capek terus menerus di katakan anak haram, salahkan anak haram hidup? salah kan anak haram mendapatkan kebahagiaan? salah kah aku hadir di dunia ini? " ucap Claudia sambil menangis Karena dia sudah tidak tahan lagi yang terus dikatakan anak haramlah, anak pembawa siallah.

__ADS_1


" Iya kamu salah hadir ke dunia ini dan lebih sialnya lagi kenapa kamu harus berada di dalam keluarga Sanjaya, kamu tahukan kamu itu tidak sebanding dengan keluarga saya? ingat kamu itu hanya anak yang tidak diinginkan oleh keluarga Sanjaya ,kalau kamu lebih sadar diri kamu boleh mengangkat kaki dari rumah ini,biar keluarga ini damai tanpa kehadiran anak benalu " teriak Dea kepada Claudia sambil menunjuk-nunjuk Claudia.


" Hahahah...yayayay..aku memang tidak diinginkan oleh keluarga ini, apalagi Papa dan Mama yang sama sekali tidak menginginkan ku dikeluarga ini hiks...hiks ...hiks... hahaha... tapi kalau aku anak haram dari papa berarti mama Siska lah yang merusak hubungan ibu kandung saya Yaya...mama kamulah yang merusak hubungan papa dan ibu saya atau disebut PELAKOR DALAM HUBUNGAN SESEORANG ,bukan begitu kak"jelas Claudia sambil tersenyum sinis.


Plak


Plak


Dua tamparan keras diberikan oleh Dea kepada Claudia. Sampai-sampai Claudia terjatuh ke lantai karna kerasnya tamparan itu.


" Kamu jangan kurang ajar terhadap mama saya, Ibu kamulah yang PELAKOR dalam hubungan Papa dan Mama saya. Dasar anak dan ibu sama saja sama- sama perusak rumah tangga orang lain. Lebih kamu mati saja" ucap Dea sambil menarik dagu Claudia.


" Tidak perlu kakak capek- capek menyuruh Claudia untuk mati,tidak berapa lama lagi aku juga akan pergi dari dunia ini selama lamanya. jadi ku beritahukan kepada kakak untuk tidak pusing akan kematian ku,aku hanya berdoa kepada Tuhan,agar kalian semua nya sadar dan menyesali nya" ucap Claudia sambil tersenyum dan terus memandang lurus ke depan


" Bagus kalau begitu, jadi tidak perlu mengotori tangan saya" ucap Dea meninggalkan Claudia yang berada di lantai dan pada saat berjalan Dea tidak lupa menginjak tangan Claudia dengan heelsnya.


Claudia hanya menahan rasa sakitnya sambil menangis.


Tiba-tiba Dea datang kembali dan melemparkan buah apel tadi kepada Claudia.


" Sorry tidak sengaja" ucapnya dan pergi meninggalkan Claudia.


Claudia hanya melihat apel-apel itu berserakan di lantai,diambilnya satu persatu dan dimakannya sambil menangis.


" Hiks...hikss..hiks...begitu manisnya rasa apel ini tapi tidak semanis hidup ku dirumah ini hikss...hikss" ucap Claudia memakan apel tersebut.


Jangan lupa untuk like dan share, komen, favorit ya guys🔥🔥🔥


MAAF BARU UP SOALNYA SAYA LAGI MENGIKUTI KEGIATAN DIKAMPUS, JADI TIDAK BISA UP.

__ADS_1


TERIMAKASIH SUDAH MEMBERIKAN LIKE DAN KOMEN NYA❤️❤️❤️


__ADS_2