
Sedangkan Claudya kedinginan di kamar kosong sana tidak ada tikar maupun karton untuk alasnya tidur. Keadaan Claudya lemah saat ini rasa pusing di kepala dan dia sangat kelaparan karena dari tadi siang dia tidak makan sampai malam ini. Dia terus meremas perutnya yang nyeri.
Tiba-tiba ada yang mengetuk pintu kamar kosong itu.
Tok...
Tok...
"Non Intan apa non bisa mendengar suara bibi " tanya Bi asi dari luar sana.
Claudya yang mendengar suara Bi Asi langsung tersenyum. Ternyata masih ada orang baik untuk Claudya malam ini.
" Iya..iya Bi Intan masih dengar" Jawab Claudya dengan suara yang lemah.
" Non tidak apa apa kan? Apa non menangis" Tanya Bi Asi.
" Intan tidak nangis Bi hanya saja Intan takut disini. Disini gelap sekali Bi" bohong Claudya,dia berusaha menahan tangisnya.
" Bi...Intan lapar sekali" ucap Claudya sambil menahan rasa laparnya .
" Bentar bibi cari kunci dulu biar Non Intan bisa makan ya" ucap Bi Asi sambil menghapus air mata nya .Ada rada tidak tega melihat Claudya kelaparan didalam sana.
" Bibi tolong jangan menangis, Intan jadi takut didalam sini" ucap Claudya supaya Bi Asi tidak mengkhawatirkan keadaan nya.
" Ngak... ngak kok bibi ngak nangis,bibi hanya pilek saja kok" Bohong Bi asi.
" kalau begitu non tunggu sebentar ya..tahan sedikit ya" sambung Bi asi pergi meninggalkan Claudya kembali.
Bi Asi berjalan masuk ke dalam rumah untuk mencari kunci cadangan untuk kamar belakang. Tanpa Bi Asi sadari Mama Siska melihat Bi Asi sedang sibuk mencari kunci cadangan nya.
__ADS_1
Tiba-tiba...
" Cari apa Bi" ucap Mama Siska dari belakang nya.
Bi Asi melonjak kaget karna tiba-tiba majikan nya berada di belakang nya.
" Anu...anuh Nyonya" ucap Bi Asi gugup sambil menarik ujung bajunya.
" Anu..anuh apa. Ngomong yang jelas " bentak Mama Siska.
" Eh... bibi mencari kunci cadangan nyonya" ucapnya sedikit ragu.
" Ohh..kamu udah berani melawan saya ya" bentak Mama Siska kembali dengan tangan di pinggang.
" Kasihan non Intan nyonya,dia kelaparan disana " ucapnya gugup.
Pak Surya yang mendengar suara istri nya dibawah langsung bangkit dari ruang kerjanya untuk melihat apa yang terjadi.
" Ada apa ini Mah" ucap Suaminya ketika menuruni anak tangga.
" Papa kok turun" ucap mama Siska kaget mendengar suara suaminya.
" Gimana papa ngak turun kalau suara kamu sampai ke ruangan kerja papa" jelas suaminya.
" Ada ini bi" kali ini Pak Surya yang ngomong.
Bi asi menatap tuannya, mudah-mudahan Pak Surya mau membantu nya.
" begini tuan...saya kasihan melihat Claudya yang kelaparan di gudang tuan. Dia belum makan sejak tadi siang" Ucap Bi Asi menunduk.
__ADS_1
Tiba tiba raut wajah Pak Surya berubah entah kenapa. Entah ada rasa kasihan atau gimana tidak tahu lah.
" Kenapa bibi tidak antarkan makanannya" tanya Pak Surya.
" Gimana mau kasih makan kalau kuncinya sama nenek sihir ini" batin Bi Asi mengutuk majikan nya.Didalam hati ngak papa lah ya .
" kuncinya ada sama nyonya,tuan" ucap Bi Ais.
Pak Surya langsung menoleh ke istri nya.
" Kasih Mah kunci " Ucap nya lembut.
" ihh.. Papa apa apaan sih... kenapa bela belain si pencuri itu" ucap mama Siska kesal karna suaminya membela Claudya.
" Apa mama mau ditangkap polisi karna berusaha membunuh Claudya" bisik Pak Surya.
" Ya ngak mau lah Pah...siapa juga yan mau dipenjara" ucap mama Siska kesal.
" Yaudah kali ini Mama ampuni anak pencuri itu tapi tidak untuk seterusnya. Satu lagi kalau dia berulah lagi jangan harap Mama kasih ampun untuk nya" ucap mama Siska tegas sambil melemparkan kunci kepada Bi asi dan pergi meninggalkan suami nya dengan keadaan marah.
" Terimakasih Nyonya" ucap Bi Asi penuh bahagia.
" Ya sudah bibi ajak Claudya kekamarnya setelah itu beri dia makan" ucap pak Surya meninggalkan Bi asi.
Ada rasa haru ketika Pak Surya memperhatikan Claudya malam ini entah malaikat apa yang menempel kepada nya. Tapi tidak menunggu lama Bi asi langsung berlari ke belakang rumah untuk membantu Intan keluar dari sana.
*****
Bi Asi Malaikat nya👼👼
__ADS_1