
Rama yang sudah mulai gugup melihat raut wajah Papa Hendra yang seram dia merasa sangat takut. Di pegang nya kedua ujung baju nya.
"Pa Ma, Surya ingin memperkenalkan calon pendamping hidup Surya yaitu Rama" ucap Surya dengan penuh semangat.
Mama Dewi terlihat sangat bahagia dan diapun tersenyum mendengar kabar baik dari putra nya walaupun dia sudah tahu apa yang menjadi keputusan dari suaminya.
" Terus?" ketus Papa nya.
" Surya mau minta restu dari papa dan mama untuk kamu berdua" jelas Surya sambil menggenggam tangan Rama.
" Papa tidak merestui hubungan antara kalian berdua" Ketus papa nya menolak.
Deg
Rama yang mendengar penolakan dari papa nya Surya,dia sangat sedih bahkan ingin rasanya menangis detik itu juga.
Sakit tapi tak berdarah.
Surya pun terkejut" Kenapa Pa,apa yangs salah?" tanya Surya dengan kecewa dengan sikap Papa nya.
" Apa kata orang diluar sana Surya,kamu menikah dengan orang yang tidak tahu asal usul nya bahkan kamu tidak tahu dia anak siapa,dari keluarga bagaimana. Tidak ada seorang wanita yang tulus mencintai dan menyayangi mu Surya,ingat perempuan ini hanya menginginkan harta kekayaan mu" jelas Papa nya dengan penuh tekanan dan emosi sambil menunjuk ke arah Rama yang tertunduk.
Surya terdiam akan perkataan Papa nya.
"INGATTT...kalau kamu masih mempertahankan perempuan ini menjadi pendamping mu,ingatlah bahwa kamu bukan akan saya lagi" ucap nya Papa kembali dengan esmosi.
" Papa,apa yang kamu katakan. Jangan seperti itu" ucap Mama Dewi sedih mendengar perkataan suami nya kepada Surya.
Surya bangkit dari tempat duduknya dan berjalan ke arah Papa nya dan dia langsung berlutut di depan Papa nya.
" Rama tidak seperti itu Pah,kami sama sama tulus mencintai satu dengan yang lain. Aku tahu bagaimana Rama,dia baik dan bertanggung jawab dan dia tidak pernah memakai uang ku untuk membeli sesuatu yang dia inginkan. Papa jangan menilai Rama yang tidak-tidak,dia berbeda dengan perempuan lain di luar sana. Mohon restui kami Pah" ucap Surya berlutut di hadapan Papa nya.
Rama yang melihat Surya memohon di depan Papa nya,dia sangat kasihan dan sedih melihat perjuangan Surya untuk mendapatkan diri nya.
Brak... Tiba-tiba Papa nya melempar vas bunga yang ada di dekat nya. Semua orang terkejut apa yang baru saja terjadi.
" Jika kamu mau minta restu kepada Papa mu ini,maka dengar kan lah aku bahwa kamu sudah papa jodoh kan dengan pilihan Papa. Jadi tinggalkan perempuan ini dan menikah lah dengan pilihan Papa dan kamu akan mendapatkan semua aset aset dari perusahaan dan yang lainnya. Kamu tinggal pilih mana yang lebih menguntungkan bagi mu, perempuan ini atau perempuan yang papa pilih?" jelas Papa nya Kembali.
Surya terdiam sejenak tapi tiba-tiba Rama membuka suara.
" Maaf om Tante kalau saya lancang disini. Saya tahu betul bagaimana posisi saya saat ini, benar yang Om kata bahwa saya tidak jelas asal usulnya bahkan akupun tidak tahu dimana orang tua saat ini dan dimana keluarga ku,satu pun aku tidak tahu. Tapi maaf Om, walaupun aku tidak mengenal orang tua ku tapi aku masih punya harga diri. Aku berhubungan dengan anak Om,bukan memandang bahwa dia memiliki banyak harta ataupun untuk menikmati kekayaan yang dimiliki anak Om. Jangan pernah Om katanya bahwa saya sama dengan perempuan diluar sana. Saya tidak pernah merugikan anak Om sama sekali, jadi om jangan pernah bilang kalau saya adalah perempuan yang memanfaatkan kekayaan mas Surya" jelas Rama dengan penuh kelembutan bahkan sampai menangis untuk mengucapkan hal itu. Tidak tahu keberanian dari mana sampai dia bisa mengatakan hal tersebut.
" Mas Surya, aku minta maaf kalau selama ini aku belum bisa yang terbaik untuk mu. Inilah hal yang paling aku takut kan dari jauh-jauh. Tapi aku sangat berterimakasih kepada mu mas,yang sudah percaya untuk mencintai ku. Aku hanya berharap kepada mu mas, agar tidak menjadi anak yang durhaka kepada orang tua. Apapun yang menjadi keputusan dan pilihan dari orang tua itulah yang terbaik untuk mu. Terimalah pilihan dari Papa mu dan tinggalkanlah aku, aku siap melepaskan mu walaupun itu sangat sulit dan aku j..." ucap Rama panjang lebar sambil menangis dan dipotong oleh Surya.
Surya berjalan ke arah Rama " Apa yang kamu katakan sayang, stop untuk tidak berbicara yang tidak berguna" ucap Surya dengan emosi sampai dia mencengkram erat lengan Rama. membuat Rama sedikit kesakitan.
Rama tertunduk" Maaf mas tapi itulah yang terbaik untuk kita,aku ngak mau kamu menjadi anak yang tidak menghargai orang tua" jelas nya sambil terisak-isak.
Mama Dewi juga menangis dengan ketulusan Rama. Dia tidak tega melihat Surya dan Rama yang saling mempertahankan keduanya. Tapi keputusan berada pada suaminya.
__ADS_1
" Mas tolong lah restui mereka,aku yakin kalau Rama adalah anak yang baik dan yang paling tepat buat Surya kedepannya" ucap Mama Dewi dengan hangat agar Suaminya luluh .
" Tidak...sekali Tidak tetap TIDAKKKK" jelas Papa nya dengan nada yang keras.
" Kamu jangan ikut campur dengan keputusan saya,ini adalah yang terbaik buat Surya kedepannya" ucap nya dan langsung pergi meninggalkan mereka.
" Itu hanya terbaik buat Papa bukan untuk Surya Pah...Ahhhh" teriak Surya penuh emosi.
Rama mendekati Surya dan menepuk bahu Surya " Sudah lah mas, mungkin ini yang terbaik buat kita berdua.Kamu jangan benci Papa atau Mama,mereka hanya ingin yang terbaik bagi mu kelak" ucap Rama dengan penuh kelembutan. bagaimana pun dia harus bisa menjadi air bukan menjadi api,karna bagaimanapun ini yang terbaik bagi mereka berdua.
Surya masih terdiam dan menangis akan keputusan papa nya.
Rama berjalan ke arah Mama Dewi yang terduduk di sofa sambil menangis. Rama berjongkok di depan mama Dewi dan memengang tangan nya.
" Maaf Tante kalau Rama membuat kekacauan di rumah Tante. Tapi saya hanya ingin katanya kalau saya tidak seperti wanita wanita diluar sana yang hanya memandang harta mas Surya, tapi saya benar-benar tulus mencintai putra Tante" Ucap Rama tulus.
" Kamu benar-benar anak yang baik sayang,maafkan suami Tante yang bersikap kasar kepada mu. Kamu adalah wanita yang tepat untuk Surya tapi Tante tidak bisa berbuat apa-apa" Guman mama Dewi menggenggam tangan Rama kembali.
Mama Dewi memeluk Rama sambil menangis" Maafkan Tante sayang dan maafkan suami Tante yang tadi. Semoga kamu mendapatkan yang lebih baik dari Surya dan juga mendapat kan mertua yang baik kelak" ucap mama Dewi sambil memeluk nya.
" Ngak papa Tante, semuanya sudah selesai . dan terimakasih buat doa Tante" ucap nya sambil melepaskan pelukannya.
" Kalau gitu Rama pulang Tante,titip Surya ya" ucapnya pergi melangkah kan kaki.
saat diambung pintu
" Sempat kamu melangkahkan kaki mu satu langkah saja untuk keluar,aku tidak akan memanfaatkan mu. Aku mohon,aku sedang memperjuangkan mu Rama. Tolong jangan tinggalkan aku sendiri hiks hiks hiks...aku butuh kamu,aku ngak butuh siapapun selain kamu hiks hiks" ucap Surya menangis tersedu-sedu dilantai.
" Maafkan aku" ucap Rama menangis.
" aku mohon jangan tinggalkan aku ,aku ngak bisa hidup tanpa mu" ucap Surya dan semakin memeluk Rama dengan erat dan tak lupa dia mencium kening Rama. situasi itu tak luput dari penglihatan Mama Dewi,dia pun menangis ketulusan cinta mereka.
" Aku ngak akan meninggalkan kamu mas, yaudah kamu bangkit dulu" ucap Rama dengan lembut.
Surya menghapus sisa-sisa air mata Rama dan Rama juga menghapus air mata Surya.
" Usah gak usah nangis, nanti ganteng nya pudar" ucap Rama menghibur Surya.
Surya masih mengamati wajah Rama yang cantik.
" Jangan ngomong seperti itu,aku takut kamu pergi meninggalkan ku sendiri hiks...hiks.." ucap Surya kembali menangis.
Surya tak ada rasa malu lagi didepan mama nya dan didepan semua pembantu yang ada disana,demi perjuangan cinta nya.
" Aku ngak akan pergi kalau tidak bersama mu mas" ucap Rama sambil menggenggam tangan Surya. dan Surya pun memeluk lagi.
" Yaudah kalau gitu aku pulang dulu ke butik "Rama akhirnya memutuskan untuk pulang .
" Aku antar " ucap Surya.
__ADS_1
" Ngak usah mas, aku sudah pesan taksi dan sudah ada didepan" jelas Rama .
" Batalkan saja, biar aku yang antar kamu. aku ngak mau kamu terjadi sesuatu. Atau kamu pergi meninggalkan ku nanti " ucap Surya penuh dengan kekhwatiran kepada Rama.
" Ngak ada apa apa mas, semuanya akan baik baik saja. Kamu temani Tante ,lihat Tante lebih sedih dari aku" jelas Rama.
" Tapi sayang aku" potong Rama.
" Shuttt tidak ada apa apa sayang" ucap Rama. sambil berdiri dan Surya pun berdiri.
" Baiklah kamu hati-hati " ucap Surya Dengan nada yang berat hati.
Rama pun melangkah kan kakinya dan tidak jauh dari sana,Rama berbalik melihat Surya,dia tersenyum kepada Surya. Tapi ingin rasanya memeluk nya untuk terakhir kalinya. Dia pun berlari menghampiri Surya dan memeluk nya.
Hiks..hiks..
" Hey kenapa menangis lagi,Hem.." ucap Surya.
"Ngak papa mas, hanya pengen peluk aja " ucap Rama dan melepaskan pelukannya.
" Yaudah aku pergi. Pamit Tante" ucap Rama.
" Maafkan aku mas kalau pelukan yang tadi adalah pelukan yang terakhir buat kita berdua. Aku hanya berharap kamu bisa menemukan yang jauh lebih baik dari aku . Aku tak akan melupakan mu mas untuk semua nya" Guman Rama dalam hati saat didalam mobil menuju toko butik nya.
*****
Singkat cerita akhirnya Rama pergi meninggalkan Surya dan toko butik nya. Toko butik nya dititip kepada santi.
Kepergian Rama membuat Surya sangat hancur berkeping-keping.Hampir beberapa bulan Surya tidak mau bekerja dan semuanya dia tinggalkan,tidak peduli dengan semuanya. Sampai-sampai papa nya tidak tahu lagi berbuat apa dengan keadaan Surya.
Mama Dewi sangat kasihan kepada putranya yang menderita karena ditinggalkan oleh Rama. Kabar Rama pun sampai tidak ada yang tahu satu pun , semuanya hilang begitu saj tanpa jejak. Hal itulah membuat Surya sekarang ini sangat tidak peduli bahkan suka emosian, semuanya karna cinta nya pergi meninggalkannya. Walaupun dia sudah menikah tapi cinta yang sebenarnya masih dimenangkan oleh Rama cinta pertama nya.
****
Tapi beberapa bulan kemudian ada seorang meletakkan kardus bayi di teras rumah Mama Siska. Dan semua orang juga panik akan hal itu. bagaimana mungkin ada orang meletakkan bayi dirumah orang dengan sembarang.
Tapi saat Surya melihat bayi itu,dia tertuju dengan kalung yang dipakai oleh bayi tersebut. Kalung itu sangat persis seperti yang dia berikan kepada Rama saat itu. Diambil nya kalung itu dan lihat nya,jelas bahwa kalung itu milik Rama tapi anak ini anak siapa? Surya terus bertanya tanya. Di lihatnya anak itu dan ada Surat kecil disana yang bertuliskan Claudia.
Sebelum mereka merencanakan untuk menikah,Dulu Surya pengen punya anak perempuan dan diberikan nama Claudia, itulah keinginan Surya pada saat itu.
Surya mengingat perkataannya waktu itu kepada Rama yang menginginkan putri dan memberikan nama Claudia.
Surya pun mengasuh anak itu tapi tidak penuh kasih dan sayang. terkadang dia melampiaskan kepada Claudia kalau dia teringat dengan Rama yang pergi meninggalkan nya.
**Flashback on
LIKE
KOMEN
__ADS_1
VOTE
🤗🔥🔥🔥🔥**