Pelukan Terakhir Ayah

Pelukan Terakhir Ayah
Bab 26


__ADS_3

Claudya hanya terdiam mendengar ucapan Tante Ratna. air mata mengalir begitu saja tanpa disuruh.Mau marah akan keadaan tidak bisa.Ingin menyalahkan orang lain tapi siapa?. Hidup ku penuh dengan penderita,kasih sayang dari Mama dan papa sendiri tidak pernah kurasakan.


Ingin rasanya protes kepada Tuhan 😭😭 kenapa harus aku yang menderita kenapa ngak orang lain Tuhan, aku belum siap untuk menghadap kepadaMu karena aku belum mendapatkan kasih sayang dari papa dan mama😞.


" Sayang kamu harus kuat ya " ucap Tante Ratna sambil mengelus rambut Claudya dengan lembut.


Claudya merasa kan pelukan itu begitu tulus dan hangat seperti pelukan seorang ibu. Baru kali ini dia merasa kan pelukan yang berbeda dari yang lain. Ada rasa nyaman dan tenang ketika memeluk Tante Ratna.


" Kamu jangan nangis ya,kamu harus kuat. Tante akan bantu kamu untuk sembuh" ucapnya sambil melepaskan Pelukannya.


" Terimakasih sebelumnya Tante,tapi Tante terlalu baik kepada ku. Claudya jadi merepotkan Tante" ucap Claudya sambil menunduk . Ada rasa bersalah karena telah melibatkan orang lain karenanya. Andaikan Papa dan Mama mengetahui keadaan ku, apakah mereka mau merepotkan diri mereka seperti Tante Ratna... hmm.


" Kamu tidak merepotkan Tante kok, malahan Tante sangat senang membantu mu" ujar Tante Ratna tersenyum.


" Makasih Tante, tapi Claudya tetap tidak bisa menerima kebaikan Tante,karena Claudya masih punya papa dan mama yang akan membantu pengobatan Claudya. Claudya tidak ingin merepotkan Tante, maafkan Claudya Tante" Claudya hanya menunduk karena tak enak hati akan Tante Ratna.


Bagaimana kalau papa tahu aku menerima bantuan dari orang lain. Pasti papa marah.


" Yaudah Tante ngak akan maksa kamu, tapi kalau kamu butuh bantuan Tante kamu jangan segan-segan mencari Tante ya" balas Tante Ratna. Ada rasa kecewa karena Claudya menolak bantuan dari nya,tapi dia tetap tulus untuk membantu nya kedepannya.


" Iya Tante, makasih sebelumnya" jawabnya dengan tersenyum manis.


******


Singkat cerita Claudya pulang ke rumah naik taksi karena Claudya dipaksa oleh Tante Ratna sampai sampai ongkos taksi di bayar olehnya.

__ADS_1


Saat tiba di rumah Claudya masuk ke rumah dengan hati-hati karena dia takut dimarahin oleh mama nya karena pulang terlambat.


"Hmm...cape nya " ucap Claudya sambil membaringkan tubuhnya di kasur kecil miliknya.


Dia menatap langit langit kamarnya. dia membayangkan bagaimana nasibnya kedepan nya,apa dia harus memberi tahu kepada papa nya akan penyakit nya. Tapi apakah mereka peduli dengannya,jangankan berharap untuk membiayai pengobatan nya membalas senyuman nya saja tidak mau.


" Papa... saat ini aku sedang tidak baik baik saja, apakah papa tahu ? apakah papa mau menolong Claudya? Papa tolong tanya Claudya kalau aku tidak baik-baik saja" ucap Claudya sambil menangis tersedu-sedu.


tiba-tiba..


Tok


Tok


Tok


Claudya yang mendengar suara Bi asi langsung menghapus air mata nya, karena dia tidak ingin Bi asi khawatir akan dirinya.


Clekk..


" Iya Bi,ada apa?" tanya Claudya setelah membuka pintu kamar nya.


" Non Intan baik-baik saja kan?" tanya nya khawatir. karena ketika masuk ke kamar Claudya terlihat murung dan pucat.


" Claudya baik baik saja Bi" balas nya dengan senyum manis untuk menutupi rasa sakit nya.

__ADS_1


" Non Intan tidak sakit kan? non terlihat pucat sekali"tanya nya kembali.


Claudya terlihat gugup.


" Hmm.... Claudya tidak apa apa Bi, Claudya sehat Mala. mungkin Claudya hanya kurang minum aja makanya terlihat pucat. Bibi ngak usah khawatir,kan Claudya sakit ada bibi yang bantu Claudya"ucap nya sambil memeluk Bi asi sangat erat.


" Bibi pasti akan jaga non sampai kapan pun" ucap Bi Asi sambil membalas pelukan Intan.


" makasih bibi ku sayang" .


" Yaudah kamu mandi terus kamu makan,bibi mau buat nasi goreng spesial buat kamu" ucap Bi Asi.


" Baiklah ratu ku" balasnya tersenyum


" Yaudah bibi ke dapur dulu" pamitnya.


" Bibi...apa papa sama Mama udah pulang?" tanya Claudya.


" Seperti tuan dan nyonya tidak pulang malam ini non,karena Nyonya nelpon bibi tadi sore" jawab Bi asi.


" Ohhh... makasih Bi" jawabnya.


"Bisakah aku cemburu?" batin Claudya.


***

__ADS_1


JANGAN LUPA UNTUK LIKE DAN COMENT YA 🤗🤗🤗 TETAP SEMANGAT DAN JAHA PROTOKOL KESEHATAN SEMUANYA 😍😍❤️❤️❤️


__ADS_2