
"Kamu sayang mirip dengan nya, senyum mu yang tulus,dia mewariskan semua kecantikan nya kepada mu" Guman pak Surya dalam hati nya memuji Claudia.
Dea nampak sinis melihat Claudia yang sok cantik didepan nenek nya.
"Mama belikan dia baju ya mah" bisik Dea kepada Mama nya.
" Hmm"
"Mama tega beliin dia baju,aku ngak " sungut Dea .
" Kan kamu udah banyak sayang ,dia kan nggak ada. lagian biar terlihat cantik didepan nenek, udah itu aja" jelas mama nya berbisik.
" Tau ahhh,Dea marah sama Mama. Sekarang udah lebih sayang sama Claudia" ucapnya cuek.
" Ada apa sayang,kenapa cemberut gitu Wajah" tanya nenek nya kepada Dea.
Karena dia terlihat sangat kesel didepan nenek.
" Baju Claudia sangat cantik dan suka banget dengan motifnya. Dan juga dress itu udah lama Dea ingin beli tapi uang tabungan Dea ngak cukup nek" ucap Dea dengan nada yang sedih dan wajah sedikit menunduk.
" Oh gitu. Kan bisa pinjam sama Claudia kalau kamu pengen pakai" ucap neneknya.
" Tapi Claudia ngak kasih pinjam nanti. Claudia udah sering seperti itu nek" ucapnya dengan sedih seakan-akan Claudia pelit.
Claudia sangat sedih ketika Dea mengatakan bahwa dia tidak akan meminjam kan nya. padahal selamat ini Dea tidak pernah minjam barang padanya tapi apa yang mau dipinjamkan bajunya sangat Kumal dan jelek,mana mungkin Dea mau memakai baju Claudia yang ada bukan levelnya.
" jangan gitu dong sayang,kalau bersaudara itu harus saling tolong menolong loh,ngak boleh pelit apalagi jahat sama saudara nya. itu tidak baik, Karna orang yang menabur kejahatan akan memuai hasil yang tidak baik juga. Tuhan tidak suka kalau hambanya pelit" Jelas neneknya kepada Claudia. Claudia hanya tersenyum akan nasehat neneknya.
" Bukan pelit nek dan bukan Claudia tidak paham akan hal itu, tapi memang ngak punya barang yang bisa dipinjamkan. Dress ini saja baru dikasih oleh mama agar dia tidak malu didepan nenek" Lirihnya dalam hati sungguh sedihnya hidup nya.
__ADS_1
" Kalau kamu mau baju nya sama kamu aja. Lagian kelihatan nya aku kegendutan deh jadi sama kamu aja " ucap Claudia sambil tersenyum .
" Beneran Claudia?" ucap Dea pura-pura senang.
" iya"jawabnya
" Makasih,kamu memang saudara yang baik" ucap Dea sambil memeluk Claudia.
" Kmu pikir saya mau menerima baju sampah dari anak haram seperti mu" bisik Dea disela sela pelukan dan tersenyum sinis.
" Aku tahu kok,kalau kamu hanya pura-pura didepan nenek" balas Claudia.
Dea pun melepas kan pelukannya dan berjalan kearah mama nya dengan senyum manis seakan-akan dia sedang memenangkan sesuatu.
" yaudah ayok kita makan,bi asi sudah masak banyak didapur" ajak mama Siska.
semua orang tertawa akan penuturan nenek nya.
mereka berjalan berbarengan tapi mama Siska menarik tangan Claudia.
" Kamu ngak boleh makan dimeja,cari alasan supaya kamu tidak makan bareng bersama kami. Karena aku ngak mau satu meja dengan akan haram seperti mu" bisik mama Siska. Claudia terdiam,sakit rasanya ketika mamanya Kembali mengatakan bahwa dia anak haram.
Deg
Claudia menarik nafas dalam-dalam.
" iya nyonya saya tahu posisi saya,jadi tenang lah tidak udah menyusahkan diri anda" ucap Claudia melalui mama Siska.
" Dasar anak tidak tahu diuntung bisa-bisa dia melawan saya,lihat saja aku akan buat perhitungan buat kamu" gerurut mama Siska dalam hati emosi.
__ADS_1
" Sini sini sayang duduk didekat nenek" ajaknya kepada Claudia.
" maaf nih nek,bukannya Claudia ngak mau tapi Claudia tadi udah makan disekolah tadi. Dan Claudia juga buru-buru banget untuk menyelesaikan tugas Claudia yang akan dikumpulkan sore ini" jelasnya kepada nenek nya . Mama Siska tersenyum sinis kepada Claudia.
" Yaudah tidak apa -apa, kamu kerjakan saja tugasnya" ucap neneknya.
" Oke nek" ucap nya sambil mencium pipi nenek nya.
Claudia pun pergi meninggalkan mereka diruang makan. Pak Surya hanya bisa mantap kepergian Claudia yang sedih.
" Papa mau makan apa" tawar mama Siska.
" Terserah mama saja" ucapnya datar.
Mereka pun makan siang dengan tentram. Claudia hanya bisa melihat mereka dibalik pintu. Ada rasa iri melihat mereka makan bersama.
" Apa aku bukan anak papa dan mama? apa aku anak haram ya Pah seperti mama bilang"ucap Claudia pelan sambil menangis.
dia berjalan ke kamarnya dan menangis dibalik selimut tebalnya agar tidak kedengaran.
" *Tuhan,dimana mama ku,aku ingin melihat nya sebelum aku pergi untuk selamanya" doa Claudia sambil terisak.
Like
komen
vote
Maaf kalau kata katanya masih ada yang kurang πππ*
__ADS_1