Pelukan Terakhir Ayah

Pelukan Terakhir Ayah
Bab 13


__ADS_3

Mereka berdua pun melanjutkan untuk memasak. Tak terasa hari sudah malam,waktunya keluarga nya makan malam. Tapi Pak Surya juga belum pulang kantor.


Flashback on


" Apa kamu sudah mendapatkan kabar tentang perempuan itu" tanya pak Surya diseberang sana.


" Maaf tuan , Sampai saat ini kami belum juga mendapatkan nya . Seperti indentitas perempuan itu ditutupi sehingga kami sulit untuk mendapatkan nya" jawab seseorang dibalik telpon itu.


" Cepat kamu Carikan sampai dapat. Saya ngak mau dengar informasi yang tidak berguna dari kalian" teriak pak Surya dengan emosi.


" Baik Tuan" jawabnya.


Tut...


"Dasar bodoh mencari informasi itu aja tidak bisa" Pak Surya emosi dengan anak buahnya yang tidak dapat informasi tentang seorang wanita.


" aarggggh..." pak Surya menghempaskan semua barang yang berada diatas mejanya.


Clek...


Tiba tiba pintu terbuka, ternyata sekretaris nya Rudi.


Rudi terkejut melihat kondisi Tuannya.


" Tuan apa yang terjadi" tanya nya sedikit ragu.


Hening....

__ADS_1


Tidak ada jawaban dari Pak Surya. Rudi pun tidak berani menanyakan kembali.


1 Menit....


2 menit...


3 menit...


5 Menit...


Akhirnya Rudi memberanikan diri untuk membuka percakapan.


" Tuan sebaiknya kita pulang karna hari sudah malam" ucap Rudi datar .


Tak ada sahutan Pak Surya hanya berjalan melewati Rudi. Akhirnya Rudi mengikuti nya dari belakang.


Sepanjang perjalanan pulang Pak Surya hanya terdiam tak ada percakapan. Rudi hanya fokus dengan setirnya .


" Sudah sampai Tuan" ucapnya memarkirkan mobil.


Pak Surya langsung berjalan menuju ke rumah tanpa menggunakan Rudi yang masih bingung.


Clek...


Rumah yang begitu megah dan indah semuanya sangat cantik dipandang mata. Nuansa putih yang mengindahkan setiap sisi ruangan.


Tap...

__ADS_1


Tap...


Tap...


Pak Surya melangkah kaki ke arah ruang tamu tapi tak sengaja melihat Claudya duduk di taman. Ada rasa bersalah dalam hati Pak Surya melihat Claudya yang semakin kurus dan tak terurus. Melihat Claudya tersenyum di taman. Hati Pak Surya semakin teriris melihat senyum yang begitu tulus.


" Tidak tidak apa yang ku pikirkan tentang anak itu" batin pak Surya menipis pikiran yang kasihan kepada Claudya.


Pak Surya langsung berjalan ke arah kamar nya. Karna makan malam sudah selesai Dea dan Mama Siska sudah berada di dalam kamar.


PVO Claudya...


Setalah makan malam selesai Claudya langsung masuk kekamar untuk bersih-bersih karna dia belum sempat bersih- bersih karna pekerjaan yang begitu banyak hari ini ditambah mama nya harus memberikan kenyataan yang pahit baginya,jadi hari ini adalah hari yang sangat melelahkan baginya.


Ingin rasa nya protes sama Tuhan akan Nasih ku saat ini,kenapa begitu berat sekali. Tapi Segala sesuatu yang Tuhan berikan baik itu cobaan dan masalah kepada kita, Tuhan akan memberikan kita kekuatan dan jalan keluar. Hanya itu yang menjadi kekuatan dalam hidup Claudya saat ini.


" Huhuufff.... akhirnya aku bisa istirahat " ucap Claudya sambil duduk di taman.


Selain cerdas Claudya memiliki hobi yaitu bernyanyi. Tap ada tahu akan suara cantik nya baik sahabat nya saja dia tidak memberi tahukan.


Malam ini Claudya sendang menulis buku diary nya sudah lama dia tidak menulis cerita kehidupan nya baik itu senang, sedih, susah bahkan kesakitan. Hanya dengan itu dia bisa melepaskan rasa sesak di dadanya dengan menulis nya dibuku.


Kata demi kata dia mulai menulis di buku nya sampai tak terasa air mata ikut keluar membasahi pipinya.


*****


Maaf baru bisa update lagi karna kemarin saya banyak tugas 😥😭

__ADS_1


__ADS_2