Pelukan Terakhir Ayah

Pelukan Terakhir Ayah
Bab 59


__ADS_3

Memang semua pekerja di rumahnya itu sudah tahu bagaimana sikap kedua orang tua nya dan anak nya kepada Claudia yang sangat tidak baik terhadap Claudia. Dan pekerja dirumah itu tahu betul bagaimana sifat Claudia yang sangat baik dan rama kepada orang lain bahkan suka banget membantu pekerjaan para mbak mbak yang ada dirumah kalau mereka belum selesai bekerja. Jarang jarang orang seperti Claudia yang baik .


Bahkan Claudia tidak pernah mengeluh dan menangis didepan para mbak mbaknya. Dia selalu kuat dan tegar akan perjalan hidupnya bahkan perlakuan orang tua nya.


****


saat dia masuk dari belakang,bi Asi langsung menghampiri Claudia.


" Kamu dari mana saja nak,mama sama papa kamu udah balek ke rumah" ucap Bi Asi


" Oh iya buk, Claudia tadi udah ketemu di depan" ucapnya kepada Bi asi.


" Yaudah kamu cepat ganti baju,terus bantu ibu siapkan makan malam untuk nyonya" ucap nya menyuruhnya.


" Iya buk" balasnya.


Tak lama kemudian Claudia sudah berada di dapur membantu Bi Asi. Dia mencuci piring tidak terlalu banyak.


" *Aduhh..kenapa aku lelah sekali, tangan ku juga lemas sekali" Guman nya dalam hati.


" sikit lagi Clau , semangat. Tapi ini benar-benar lemas sekali" gumannya kembali*.


" Kenapa nak? " tanya Bi Asi.


" Ngak papa buk,hanya ingin berhenti saja"jawabnya.


" Kalau kamu capek, istirahat dulu" ucap Bi Asi.


" Ngak kok buk" jawabnya sambil tersenyum. dilanjut nya mencuci piring sampai selesai.Dan bi Asi juga lagi mempersiapkan semuanya untuk makan malam.


Semua hidangan sudah tersusun rapi di atas meja makan,tinggal menunggu waktu makan malam saja .


Tuan dan nyonya juga belum keliatan untuk turun, karena setelah pulang dari luar mereka langsung masuk ke dalam kamar untuk beristirahat.


*****


Tak terasa jam makan malam pun tiba, tuan dan nyonya sudah turun dari atas. Claudia mulai melayani mereka dan Bi asi juga lagi mempersiapkan buah segar untuk dinikmatin setelah makan (cuci mulut).


Dengan hati-hati Claudia menuangkan air minum dan setelah dia menuangkan air,dia mundur kebelakang untuk menunggu kalau ada kebutuhan mereka yang kurang. Dengan hati yang senang, Claudia menatap Papa nya yang makan begitu lahap,tidak tahu karena lapar atau doyan dengan makanan bi Asi.

__ADS_1


Hening tak ada obrolan,Pak Surya dan Mama Siska terlihat menikmati makanan itu. Dea belum turun dari kamarnya. Tak menunggu lama akhirnya Dea turun,dia terlihat sangat cantik dengan dress putih yang dipakainya. Dengan hati yang senang menghampiri mama dan papa nya .


" Malam Pa Ma" ucap Dea sambil mencium pipi Mama dan papa nya.


" Malam sayang" jawab mereka kompak.


" Duduk dulu biar makan.


sayang. Biar mama yang ambilkan makanan kamu" tawar mama nya.


" Iya boleh Ma" jawabnya.


" Kamu mau makan apa? ayam goreng,cumi goreng,ikan bakar atau apa sayang? " tanya mama nya saat mengambil lauk untuk Dea.


" Aku pengen ayam goreng saja Ma, kelihatan nya enak" jawab Dea dengan nada sinis sambil melirik Claudia.


" Yaudah mama ambilkan. Kamu mau sayur bening ? " tanya nya kembali.


" Boleh Ma " jawabnya


" Kamu sendiri dong sayang yang ambil,masak mama kamu" Ucap Papa nya kepada Dea.


" Udah ahh,mama memang lagi mau manjain putri Mama yang cantik ini" puji Mama Siska didepan Claudia.


Pak Surya yang tahu akan tujuan istri nya tidak panjang lebar lagi. dia melanjutkan makan malam.


"Ma,aku pengen makan tempe goreng dan tahu goreng pake sambel " ucap Dea sedih.


" Kamu mau sayang? beneran kamu pengen makan tempe?" jelas mama nya.


" Iya , soalnya waktu makan siang dengan Raka ,Raka larang aku makan tempe goreng dan tahu goreng,katanya nanti aku jelek" ucap Dea .


Mama Siska tertawa akan perkataan Dea.


" Ada ada aja Raka, lucu banget ya dia. Masak iya makan tempe jadi jelek" ucap mama Siska ngak habis pikir anak muda zaman sekarang.


" Tapi aku pengen banget ma, boleh ya ? " Dea sedikit membuat raut wajah yang Kasihan.


" Yaudah boleh tapi ingat jangan banyak-banyak nanti jelek lagi kamu, seperti yang dikatakan Raka" goda mama siska

__ADS_1


"Hey...sini" panggil nya kepada Claudia


" Iya nyonya,ada yang kurang?" tanya Claudia dengan hati-hati.


" Kamu dengar kan apa yang diminta oleh Putri ku,buatkan sekarang" ucap mama Siska.


" Baik Nyonya" ucap Claudia dan melangkah ke dapur untuk membuat tempe goreng dan tahu goreng.


Dea tersenyum sinis melihat Claudia yang terburu-buru.


" Emang enak gue kerjain" Guman Dea merasa menang karena sudah berhasil mengerjain Claudia.


Tak butuh waktu lama, Claudia sudah selesai menggoreng tahu dan tempe beserta sambel yang diminta oleh Dea, walaupun sudah tersedia sambel di meja,tapi Karena permintaan jadi harus di turuti.


" Ini Non makanan nya " ucap Claudia meletakkan pas di dekat Dea.


Tiba-tiba


" Aww...panas panas " teriak Dea tiba-tiba membuka mama siska langsung menghampiri bangku Dea. Pak Surya sudah duluan selesai Karena sekretaris nya sudah tiba di ruang kerja jadi pak Surya duluan.


" kenapa sayang,ada apa? " tanya mama Siska khawatir.


" Itu Ma, Claudia sengaja dekatin tahu itu ke tangan aku jadinya kenak deh" ucap Dea dengan nada sedih,dia mengelus-elus tangan nya. walaupun tidak terjadi apa-apa.


" Sini kamu " ucap mama Siska menarik tangan Claudia dan


" Kamu ya selalu saja ingin mencelakakan anak saya, apa kamu cemburu dengan Dea,iya? Kamu kalau kerja bisa hati-hati ngak sih?Jangan selalu buat saya ingin menendang mu dari rumah ini" teriak Mama Siska sambil mentoyornya dengan jari nya .


" Maaf Nyonya tapi aku tidak mendekatkan makanan itu ke tangan non Dea " jawab Claudia sambil memegang tangan di bawah baju nya.


" Alasan saja ,dasar tidak berguna" ucap mama Siska dan dengan sengaja nya dia mendorong Claudia sampai terantuk ke dinding.


"*Syukurin" Guman Dea dalam hati.


" yaudah sayang besok kita ke rumah sakit untuk memeriksa nya . sekarang kamu makan dulu" ucap mama nya lembut kepada Dea.


" Iya mah" jawab nya.


🔥🔥🔥🔥*

__ADS_1


__ADS_2