
"Permisi Tuan,ini minuman nya " ucap Claudia mengantarkan minuman kepada Papa nya dan Pak Rudi keruangan kerja Papa nya.
" Terimakasi non Claudia" balas pak Rudi.
" Sama-sama Pak"jawab nya sambil tersenyum.
" Saya permisi Tuan" ucap Claudia sambil menunduk kan badannya.
Hanya pak Rudi yang menganggukkan kepalanya. Pak Surya hanya terdiam saja. Saat hendak keluar tiba-tiba Claudia merasa pusing dan tak sengaja menyenggol fas bunga yang ada di dekat pintu.
Prang
Prang
Pak Surya dan Pak Rudi sangat terkejut karena fas bunga itu jatuh. Melihat itu Pak Surya langsung berdiri dan marah karena ulah Claudia.
Claudia yang masih berusaha menyadarkan penglihatan nya karena dia merasa penglihatan nya kabur.
"Aduh kenapa saat ini sih" Guman Claudia.
" Apa yang kamu lakukan ha?" teriak Pak Surya kepada Claudia. Claudia yang mendengar suara keras pak Surya sangat terkejut dan dia berusaha menahan rasa sakit nya dan mulai berkata.
__ADS_1
" Maaf Tuan tidak sengaja,maaf kan saya" ucap Claudia sambil menunduk.
" Apa kamu tidak bisa bekerja dengan hati-hati? apa kamu hanya ingin merusak semua fasilitas yang ad di rumah ini? dasar anak tak berguna"Ucap pak Surya dengan nada yang keras. Sangat terlihat pak Surya sangat marah padahal itu hanya kecelakaan kecil saja.
" Maaf tuan saya akan lebih berhati-hati lagi dalam bekerja" jawab Claudia dengan nada yang menahan diri Karena Claudia sangat takut dan sedih ketika papa nya sendiri yang memarahinya.
" Kamu pikir dengan fas bunga itu jatuh dia akan kembali seperti semula? sampai mati pun kami ngak bakalan bisa membeli fas bunga itu. Dasar tidak berguna, sampai kapan kamu akan seperti ini, yang selalu membuat saya terganggu dengan kehadiran kamu dirumah ini? " ucap Pak Surya kembali.
Kata kata itu membuat hati Claudia semakin terluka sangat dalam. Bagaimana mungkin seorang anak membuat kenyamanan papa sendiri terganggu.Terus kenapa sampai ada saat ini? Kenapa bisa ?.
" Maaf Tuan, kalau saya salah dan membuat tuan tidak nyaman di rumah tuan sendiri. Aku akan berusaha membeli fas bunga itu kembali" jawab Claudia dengan nada yang sedih dan akhirnya dia menangis.
" KELUAR" teriak pak Surya.
" KELUAR" TERIAK NYA KEMBALI tanpa mendengar kata-kata dari Rudi .
Claudia yang semakin gemetaran akhirnya dia berusaha menahannya. Pelan-pelan dia berusaha berjalan untuk keluar.
Sesampainya di luar,kaki nya terasa berat dan tak kuat rasanya berjalan jauh. Penglihatan semakin hilang dia terus berjalan sambil menyeret kakinya ke kamar nya.
Bruk
__ADS_1
Dia terjatuh tepat didepan kamar nya. Karna tidak kuat berdiri, akhirnya dia mengesot masuk ke dalam kamar nya.
Clek
Akhirnya dia sampai di kamar dan langsung menguncinya. Dan akhirnya dia pingsan dan darah segar keluar dari hidung nya.
Tidak ada yang tahu keadaan Claudia didalam kamar karna semua sibuk dengan pekerjaannya masing-masing.
****
" Bi,dimana anak gembel itu?" tanya mama Siska saat berjalan ke arah dapur untuk mengambil makanan ringan.
" Non Claudia sedang mengantarkan minuman untuk Tuan, nyonya" jawab Bi Asi sambil membereskan meja makan.
" Ohh,kenapa lama sekali ?tanya mama Siska.
" Tidak nyonya. Kalau Nyonya butuh sesuatu biar saya saja Nyonya yang menyiapkan" tawar bi Asi langsung.
" tidak perlu" ketus nya
akhirnya Bi Asi melanjutkan pekerjaan nya.
__ADS_1
🔥🔥🔥🔥🔥