
Flashback on
Sesampainya Claudya di toilet restoran dia langsung mencuci hidungnya dengan air yang mengalir, dipandang nya wajahnya yang tiba-tiba memucat. Tidak ada orang disana hanya dia sendiri. Rasa pusing yang dia rasakan begitu sakit sampai dia tak tahan lagi.
Claudya merosot ke bawah karna tak sanggup menahan rasa sakit nya.
" Tuhan ini sakit sekali,aku ngak sanggup hiks...hiks...hikss." ucap nya dengan suara yang gemetar sambil menangis.
" Tuhan bantu aku sekali lagi, hilang rasa sakit ini. Aku masih ingin hidup " Guman Claudya sambil memegang kepalanya.
Tiba-tiba Claudya kehilangan kesadaran. Dia pingsan di dalam toilet.Tak ada yang tahu kejadian itu apalagi Devan.
Flashback off
" Ahhh..... " teriak seorang wanita yang terkejut melihat seseorang pingsan.
" Astaga...nak bangun nak..." ucap wanita itu ternyata wanita itu adalah Tante Ratna yang pernah menolong beberapa hari yang lalu. Dia pun membalikkan badannya, alangkah terkejutnya ternyata Claudya,anak yang dia bantu Kemarin ketika di taman.
" Claudya!!!! astaga apa yang terjadi pada mu nak...tolong...tolong" teriaknya.
Akhirnya Claudya di Bawak ke rumah sakit.
"Suster tolong anak saya " ucapnya Tante Ratna kepada suster.
" Kami akan lakukan yang terbaik buat anak ibu. Tolong menunggu di luar"jawab nya.
" Terimakasih sus"
" Kenapa perasaan ku tak enak ya. Kenapa rasa khawatir ku melihat Claudya sangat penting. Aku nyaman ketika melihat Claudya. Tuhan tolong selamatkan Claudya" doa Tante Ratna.
Tak lama kemudian dokter pun keluar.
" Keluarga Claudya" tanya suster.
" Iya...saya " jawab buk Ratna.
" Kalau boleh tahu ibu siapanya pasien?" tanya suster.
" Say...saya Tante nya sus. Ada dengan ponakan saya?" tanya.
" Mari ikut saya buk keruang dokter. nanti dokter yang akan menjelaskan nya" ajak suster.
__ADS_1
" iya sus" Buk Ratna pun mengikuti suster tersebut ke ruang dokter.
Tiba-tiba buk Ratna berhenti ketika melihat nama ruangan dokter itu " spesial saraf".
" kenapa ke ruangan ini? batin buk Ratna.
" suster ngak salah kan? tanya buk Ratna.
" Tidak buk. Mari masuk buk" ucap Suster sambil membuka pintu ruang dokter tersebut.
" Terimakasih sus" balasnya.
****
" Selamat siang dokter Rehan" sapa Buk Ratna.
" Selamat siang Buk" balas dokter Rehan.
" Apa yang terjadi dengan keponakan saya dok?apa ada hal yang serius? tanya buk Ratna khawatir.
" Begini Buk keponakan ibu menderita penyakit leukemia stadium 3" ucap dokter Rehan.
Buk Ratna yang mendengar penjelasan dokter Rehan sangat terkejut apalagi sudah stadium 3.
"Apa ada pengobatan untuk menyembuhkan penyakit keponakan saya dok" ucap buk Ratna sambil menangis.
Dokter Rehan pun menjelaskan semuanya pengobatan yang akan dilakukan oleh Claudya.
" Saya harap dengan melakukan terapi keponakan ibu cepat sembuh" ucap dokter Rehan.
" Baik dokter,kalau begitu saya pamit "ucap Buk Ratna.
****
Buk Ratna melangkah kaki nya ke ruang Claudya. Dilihat Claudya yang terbaring sangat lemah dengan wajah yang pucat dan bibir kering. Buk Ratna menangis tersedu-sedu melihat keadaan Claudya. Tidak tahu ada rasa apa yang membuat buk Ratna peduli dengan keadaan Claudya.
" Andaikan kamu anaknya bunda,bunda akan rawat kamu nak sampai sembuh total" ucap buk Ratna sambil mencium tangan Claudya .
" Cepat bangun ya sayang" ucap nya kembali.
Buk Ratna tetap setia menunggu Claudya kesadaran.
__ADS_1
Tak berapa lama Claudya siuman. Claudya melirik ruang saat ini ,dia masih bingung kenapa dia ada diruang ini.
Claudya merasa ada sesuatu yang menggenggam tangannya.
" Siapa ibu ini" pikir Claudya.
Buk Ratna merasa ada pergerakan Claudya langsung terbangun.
" Kamu udah bangun sayang" tanya buk Ratna lembut kepada nya.
" Sudah Tante" jawab Claudya dengan suara lemah.
" Kenapa Claudya bisa disini Tante,apa yang terjadi" tanya Claudya.
" Waktu di cafe kamu pingsan sayang di toilet, kebetulan Tante ada di cafe yang sama ,sama kamu"jawab Buk Ratna.
" Lebih baik kamu istirahat dulu ya ,ngak usah pikir apa apa ya. Kondisi kamu masih lemah" ucap Buk Ratna. Ingin rasanya menanyakan kepada Claudya kemana kedua orang tua nya ,kenapa mereka sampai tidak mengetahui keadaan Claudya saat ini.
" Aku sudah baik-baik saja Tante, Tante tak perlu khawatir lagi" ucap Claudya. dia tidak ingin membebani orang lain karenanya.
apalagi ini usah sore yang ada Mama marah lagi.
" Tidak sayang kamu masih perlu istirahat total" Ujar buk Ratna.
" Tante tenang saja Claudya kuat kok" senyum Claudya tulus.
" Apa kamu sudah mengetahui keadaan mu sayang" ucap buk Ratna hati-hati.
Claudya hanya menggeleng kan kepala nya.
" Apa yang terjadi pada Claudya Tante" tanyanya sambil menggenggam tangan buk Ratna dengan tatapan sendu.
" Tapi janji kamu harus kuat dan ngak boleh patah semangat" ucap buk Ratna menguatkan nya.
" Pasti Tante" jawabnya dengan suara yang lantang tanpa lupa dengan senyuman.
" Sayang kamu menderita penyakit leukemia " ucap buk Ratna sambil memeluk nya.
*****"
JANGAN LUPA UNTUK LIKE DAN COMENT YA 🤗🤗🤗
__ADS_1
❤️❤️❤️❤️❤️❤️