Pelukan Terakhir Ayah

Pelukan Terakhir Ayah
Bab 61


__ADS_3

Hal Hal itu lah yang membuat Surya sangat sayang dan cinta kepada Rama. Kesederhanaan nya dan kelembutan Rama padanya. Rama begitu perhatian terhadap Surya, dia selalu berhasil mengerjain Surya. Canda dan tawa bahkan kebahagiaan itulah yang didapat kan oleh Surya dan Rama pun sebaliknya.


Walaupun Surya kaya raya,Rama tak sedikit pun memandang Surya karena harta, dia memang benar-benar tulus mencintai dan menyayangi Surya.


Hari demi hari dilalui bersama sampai tiba saat nya Surya mengajak Rama datang ke rumah nya untuk mempertemukan dengan orang tua Surya. Sebelum kerumah,Surya menjemput Rama ke butik, walaupun Rama sudah menolak agar tidak dijemput karna akan merepotkan Surya. Tapi Surya dengan semangat nya pergi untuk menjemput nya.


" Akhirnya sampai juga" ucap Surya saat tiba di butik Rama.Dia berjalan dengan cepat agar cepat bertemu dengan Rama. ada beberapa karyawan yang melihat kedatangan Pacar bos nya dan tidak lupa menunduk kepala memberikan hormat. Dan Surya pun membalasnya dengan senyuman.


" Mau cari ibu,Pak? tanya Santi pegawai di butik.Surya hendak membuka pintu ruangan Rama.


Surya berhenti dan menoleh ke sumber suara.


" Ya ,ibu dimana " tanyanya.


" Oh...Ibu sudah pergi 2 menit yang lalu" jelas Santi.


" Ha? kenapa dia tidak bilang kepada ku " ucap Surya tidak percaya dengan Rama yang pergi meninggalkan dia.


" Mana saya tahu Pak, saya pikir bapak sudah tahu akan hal ini atau ibu bersama dengan Bapak" ucap Santi. Jelas jelas Rama ada di ruangannya yang masih gugup untuk bertemu dengan Mama nya Surya.


Untuk mengurangi rasa gugupnya untuk bertemu Surya ,dia menyuruh Santi untuk menahan Surya agar tidak masuk keruangan nya dan Santi menyetujui nya . Tapi dengan cepat Surya mengeluarkan handphone nya dan mencari no handphone Rama dan langsung menghubungi nya. Beberapa detik kemudian handphone Rama bunyi dan asal suara nya dari dalam ruangan nya.


Santi terlihat sangat gugup sambil tersenyum melihat Surya yang ada di hadapannya. Dan Santi langsung mendorong Surya dan menutup jalan agar Surya tidak masuk.


" Eh..maaf nih Pak Surya,ibu sebenarnya lagi di dalam.Ibu sakit perut katanya,iya sakit perut" ucap Santi gugup sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


" Apa Rama sakit?" ucap Surya panik. dia langsung menggeser Posisi Santi ,dan akhirnya Santi tersingkir kan.


" *Aduh mati gue,bisa bisa gue dipecat kalau gue ngak bisa nahan pak Surya. Ibu maafkan Santi yang ngak bisa bertanggung jawab,tapi calon ibu kok yang gigih banget pengen banget ketemu ibu" Guman Santi dalam hati nya .


" Mudah-mudahan aman" doa Santi*

__ADS_1


Saat Surya masuk dia melihat Rama yang sedang duduk sambil memeluk bantal kursi seperti sedang menahan sesuatu. Dia langsung berlari ke arah Rama dan berlutut di hadapan Rama.


Rama terkejut bukan main melihat Surya dihadapan nya.


" Kamu sakit sayang? mana yang sakit ? kata Santi kamu sakit perut? udah minum obat ? udah pergi ke dokter?" begitu banyak pertanyaan yang ditanyakan oleh Surya membuat Rama gugup dan akhirnya dia memeluk Surya dan menangis.


" Hey kenapa menangis? apa sakit sekali?" tanya Surya lembut.


Rama hanya menggeleng kan kepalanya menandakan tidak. Dia malah memeluk Surya dengan erat . Surya pun membalasnya sambil mengelus punggung Rama.


" Aku hanya gugup untuk bertemu Mama kamu" ucap Rama akhirnya. Surya pun melepaskan pelukannya. Dan melihat Rama yang menangis.


" Kita belum mencobanya,kamu jangan berpikir yang tidak-tidak begitu. Semuanya akan baik baik saja. Aku ngak mau kamu berpikir yang belum terjadi" ucap Surya dengan lembut.


" Maaf kan aku mas" ucap Rama menunduk.


" Yaudah aku maafkan, tapi kalau buat kejadian diluar tadi aku belum Maafkan" ucap Surya sambil duduk di samping nya.


"Yaudah sekarang kita berangkat" ajak Surya. Dan mereka berdua pun berangkat .


" Mudah-mudahan tidak terjadi apa-apa, semoga kamu selalu ada bersama ku mas. Aku ingin kita menua bersama dengan anak anak kita. Semoga cinta kita selalu abadi semalanya. Kalau pun kita tidak bisa Bersatu nanti nya,aku hanya berdoa semoga kamu selalu mendapat kan kebahagiaan seperti saat ini. Aku tahu Papa mu tidak akan merestui hubungan kita, karna aku sudah mendapatkan ancaman dari papa mu mas, tapi aku tidak akan memberi tahukan kepada mu tentang hal itu,karna jika aku memberitahu mu,kamu yang akan terkenak imbasnya dan juga panti asuhan yang dulu aku tempat tinggalin selama aku kecil. Maafkan aku jika langkah ku saat ini tergoyahkan dengan keadaan yang harus memilih kamu dan panti asuhan, disuruh Untuk memilih adalah suatu hal yang sangat berat dalam hidup ku saat ini dan aku berharap seumur hidup ku tidak ada kata kata memilih dalam hidupku , apalagi meninggalkan orang-orang yang kita sayangi. Jujur, aku sangat mencintaimu dan menyayangi mu mas. Maaf kan " Guman Rama dalam hati nya sambil memandang Surya yang sedang menyetir. dipandang nya terus Surya sampai air mata nya keluar tanpa suruh.


" Aku tahu aku ganteng,jadi tidak udah berlebihan begitu" ucap Surya sambil menyetir.


" Ya,aku akui kamu sangat ganteng dan mapan bahkan sangat kaya raya,tapi sayangnya kamu tidak suka makan di pinggir jalan" ledek Rama , membuat Surya yang tadinya tersenyum dan digantikan dengan wajah yang cemberut.


Tak terasa sudah sampai di rumah. Rama dan Surya turun dari mobil dan mereka berdua berjalan bergandengan tangan. Rama sebenarnya sangat gugup dan malu, dia berusaha melepaskan tangan nya dari Surya,karna nanti malu dilihat calon ibu mertua dan papa mertua. Tapi Surya tetap memengang nya dengan erat.


" mas ngak usah pegang-pegang deh mas,aku malu nanti dilihatin sama mama dan papa kamu" bisik Rama.


" Ngak " ucap Surya .

__ADS_1


" Mas ayoklah, selesai pertemuan baru kamu bisa puas pegang tangan aku. Ngak sopan tahu mas ketemu sama orang tua" bisik Rama supaya Surya mau melepaskan.


" Ngak,sekali ngak tetap TIDAK" ucap Surya.


" Ihh nyebelin banget sih" Guman Rama .


Tiba-tiba


" Ada tamu ternyata " ucap Mama Dewi,mama nya Surya .


" Siang Tante" sapa Rama sambil menyalami nya.


" Duduk dulu sayang" ucap Mama Dewi dengan hangat. Mereka berdua pun duduk.


" Papa kemana mah? " tanya Surya.


" Bentar lagi turun. Nahh itu papa kamu" tunjuk Mama Dewi.


Saat sudah dekat Surya dan Rama berdiri dan menyalim papa nya dan di ikuti oleh Rama.


" Siang om" ucap Rama.


Tapi Papa Hendra tidak membalas nya malahan dia membuat wajah tidak suka dengan kehadiran Rama.


Mama Dewi yang melihat ekspresi suaminya hanya diam, memang benar-benar suaminya menolak Rama masuk ke keluarga kami.Tapi dia tidak memberi tahukan kepada Surya ,dia tidak ingin membuat anaknya kecewa.


" Jadi apa maksud dari tujuan kalian berdua kemari?" tanya Papa Hendra langsung. dia tidak ingin memperlama waktu.


Rama yang sudah mulai gugup melihat raut wajah Papa Hendra yang seram dia merasa sangat takut. Di pegang nya kedua ujung baju nya.


Pandangan Pak Hendra tidak lepas dari Rama.

__ADS_1


🔥🔥🔥🔥🔥


__ADS_2