Pelukan Terakhir Ayah

Pelukan Terakhir Ayah
Bab 71


__ADS_3

Selesai makan malam seperti biasa pak Surya masuk ke ruang kerjanya untuk melanjutkan sedikit pekerjaan nya yang tergantung saat di kantor tadi. Dibukanya satu persatu map demi map dan dibacanya dengan pelan-pelan.


Drett...


Drett....


Suara handphone nya berbunyi. dilihat nya anak buah menelpon. dipencet nya tombol hijau.


" Selamat malam bos,saya hanya memberi tahukan kalau Nyonya Rama tadi siang mampir ke rumah bos" ucap salah satu anak buah nya


" Apa? bagaimana mungkin dia datang ke rumah saya? kenapa kalian tidak memberi tahukan kepada saya tentang hal ini tadi siang" teriak nya dengan keras.


" Maafkan kami bos,kami lalai akan hal itu" jawab seseorang diseberang sana.


" Dasar bodoh. saya ngak mau tahu kalian harus lebih jeli untuk mendapatkan nya" ucapnya dengan nada tinggi.


" Saya juga mau memberi tahukan kalau Nyonya sedang mendekati nona Claudia akhir akhir ini, nyonya sedang mengakrabkan diri dengan nona muda Boss " jelas nya.


" Apa ? dasar perempuan licik. kamu awasin Claudia kemana pun dia pergi jangan sampai dia bertemu dengan Rama sebelum saya yang bertemu duluan" ucapnya dengan tegas.


" Baik Tuan" balas seseorang dari sana.


Tuttttttt....


" Dasar wanita licik ,kamu ingin membuat saya marah Rama. aku tak akan melepaskan mu kali ini, bertahun tahun kamu pergi tanpa meninggalkan satu katapun pada ku dan setelah itu kamu datang untuk mengambil anak mu kembali.Jangan mimpi kamu Rama" ucapnya penuh dengan emosi.


*****

__ADS_1


Dipagi hari seperti biasa semua sibuk dengan pekerjaannya masing-masing. Karena weekend Mama Siska sedang siap-siap untuk pergi ngemall dengan Dea . Papa Surya sedang sibuk diruang kerjanya.


" Bibi hari inikan saya sama Dea mau ke mall jadi untuk makan malam ngak perlu masak banyak ya, kemungkinan juga saya dan bapa makan diluar" Ucap Mama Siska kepada Bi asi yang lagi mencuci peralatan dapur.


" Baik Nyonya" jawab Bi Asi.


" Yaudah kalau begitu,bapa masih di ruang kerjanya tolong antarkan kopi bapa" sambung nya kembali.


" Baik Nyonya"


" oke bi" ucapnya dan pergi meninggalkan bi asi.


Claudia yang baru tiba di dapur, kebetulan dia baru selesai membersihkan kolam renang dan taman belakang.


" Kenapa buk? mama bilang apa ?" tanya nya saat sampai didapaur.


" Ohh..."


" Yaudah kalau begitu ibu lanjut kerja. Kalau kamu mau makan,makan aja duluan. Oh iya ibu lupa, Nyonya tadi suruh ibu buat kan kopi untuk Tuan" ucap Bi Asi berjalan mengambil gelas untuk membuat kopi.


" Biar Claudia aja buk,ibu kerja yang lain aja" ucap Claudia menawarkan diri.


" yakin kamu mau antarkan nya" ucap Bi asi.


" Iya buk, percaya sama Claudia" jawabnya sambil tersenyum.


" Yaudah kalau begitu"

__ADS_1


***"


Saat Claudia sudah selesai membuat kopi dia langsung mengantarkan nya keatas. Dan pada saat dipertengahan tangga tiba-tiba Dea turun dari atas sambil berlari lari,sampai-sampai dia tidak memperhatikan sekitar nya dan akhirnya mereka Claudia terjatuh ke bawah berguling-guling dan langsung tidak sadarkan diri.


" Ahhhh" teriak mereka Claudia dan akhirnya terjatuh kebawah.


kondisi Dea hanya luka di jidat saja,karena saat Dea terjatuh, Claudia mendorong Dea agar tidak terguling ke bawah. Kondisi Claudia sangat memperihatinkan Karena benturan keras menghantam kepalanya. Dan tanpa disadari darah mengalir begitu deras dari kepalanya. Kondisi Claudia sangat lemah dan dia juga pingsan.


Dea yang melihat itu masih bingung dan linglung melihat keadaan Claudia yang mengeluarkan darah .


" Darah" ucap Dea terkejut sambil menutup mulutnya yang panik.


" Darah ..darah....darah...." ucapnya panik.


" Darah" teriak Dea keras membuat semua orang datang ke sumber suara.


" Astaga" teriak seseorang dari lantai 2.


JANGAN LUPA UNTUK πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™


VOTE


KOMEN


Like


πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•

__ADS_1


__ADS_2