Pelukan Terakhir Ayah

Pelukan Terakhir Ayah
Bab 38


__ADS_3

Sesampainya di rumah Claudia langsung beres-beres taman belakang dengan gembira. Ngak tahu apa yang membuat dia bahagia seperti itu.


" Kenapa aku selalu bertemu dengan Pak Devan dengan waktu yang tidak tepat ya? apa kami berjodoh? mana mungkin kami berjodoh aku siapa dia siapa,yang ada dia nya malah jijik melihat aku . kalau boleh jujur pak Devan ganteng juga dan dia tidak terlihat galak atau jahat malahan buat jantung ku semakin kembang kempis kalau bertatap dengan nya.


Tidak...tidak...jangan bilang aku suka sama laki laki tua itu . Stop Claudia kamu fokus sama penyakit kamu,jangan mikirin cinta dan cinta. Jangan pernah berharap cinta kalau orang terdekat mu saja tidak memberikan cinta pada mu walaupun kamu anak nya. Yang harus kamu lakukan hanya untuk bertahan hidup disisa hidup mu ...Oke" lirih Claudia dalam hati.


Pak Surya yang melihat Claudia dari balkon atas hanya bisa menatap nya dari jauh. ingin rasanya menanyakan kabarnya tapi mulut tak bisa bicara seakan ada yang mengganjal di sana.


" Papa ingin kamu tersenyum terus seperti ini sayang. maafkan papa yang belum bisa menanyakan kabar mu" lirihnya dalam hati.


" Andaikan mama kamu jujur kepada Papa pasti kita akan hidup bahagia selamanya" tak terasa air mata pak Surya menetes mengingat kejadian beberapa tahun yang lalu.


"matilah aku ada papa diatas,pasti dia marah karna aku ada disini" umpat Claudia dalam hati merasa gugup.


" sapa ngak ya? sapa ngak ya? " lirihnya dalam hati,karna kalau disapa yang ada buat sedih karna ngak ada balasan nya*.


" Pagi tuan...maaf mengganggu pemandangan tuan" ucap Claudia gugup sambil menarik-narik ujung baju nya.


Pak Surya yang sadar sapaan Claudia tiba-tiba saja dia tersenyum seakan-akan membalas sapaan Claudia. tak terduga oleh Claudia papa nya membalas sapaan nya membuat hati nya senang setengah mati.


"Makasih Papa" lirihnya dalam hati.


Setelah membalas sapaan nya pak Surya langsung pergi meninggalkan balkon.


Claudia langsung meloncat kegirangan.


Tes..

__ADS_1


Tes..


Tiba-tiba saja darah mengalir dari hidungnya.


" Ahhh...kenapa kamu datang pada waktu yang tidak tepat,hati ini aku sangat bahagia kenapa kamu mengecewakan ku"ucapnya sambil menahan hidungnya agar tidak banyak keluar darah. dia beristirahat sebentar untuk mengehentikan darahnya.


tapi darah nya tak kunjung berhenti dan rasa sakit di kepalanya semakin sakit rasanya tidak tahan menahan nya.


" Auuu...sakit sekali,kenapa sampai sakit begini ya?" dia terus menahan hidungnya.


semakin sakit akhirnya Claudia masuk kedalam kamar. dia meraba laci untuk mencari obat nya ketika dapat dia langsung meminum nya.


dia mulai merebahkan tubuhnya di atas kasur,pelan- pelan dia memejamkan matanya untuk mengurangi rasa sakit di kepalanya dan akhirnya dia tertidur.


***


" Ma..aku jalan ya" pamit Dea.


" Jalan sama Raka Mah" teriak Dea didepan pintu.


" Ohh...hati- hati.janhan ngebut ngebut bilang sama Raka" balas Mamanya.


" Ya" teriak Dea kembali.


Memang hari ini Dea dan Raka akan jalan- jalan sesuai permintaan Dea. Raka yang sebenarnya malas untuk jalan-jalan saat ini terpaksa harus menemani nya.


" Hay.." ucap Dea saat didekati Raka.

__ADS_1


Sayangnya Raka hanya membalas dengan senyuman dan langsung memalingkan wajahnya ke depan.


Dea sangat kesal karena Raka tidak membalasnya.


" Kamu kenapa sih kalau kita lagi jalan pasti muka nya di tekuk kan kayak gitu?" ucap Dea dengan kesal dan langsung duduk di samping Raka.


Kebetulan Raka menjemput Dea dirumahnya.


" Aku ngak apa- apa " balas Raka.


akhirnya mereka sama sama diam disepanjang perjalanan menuju tempat yang mereka ingin kunjungi. sesampai di lokasi mereka berdua berjalan dipinggiran pantai. Tidak ada gandengan tangan atau apapun agar terlihat romantis di pandang mata. Raka Malah terus memandang lurus ke depan sambil memasukkan tangannya ke saku celana nya dan Dea hanya mengikuti nya dari belakang Raka.


Tiba-tiba


" Ahh... Raka kamu kok berhenti tiba-tiba" ucap Dea sambil mengelus jidatnya.


" Siapa suruh kamu ngikutin aku" jawabnya sambil berbalik.


" Tau ahh.... nyebelin" hentak Dea pergi mendahului Raka.


" Dasar aneh" Guman Raka berjalan kembali.


****


Like


Komen

__ADS_1


Vote


maaf kalau masih ada kata-kata ku yang kurang pas,soalnya masih belajar 🙈🤗.


__ADS_2