Pelukan Terakhir Ayah

Pelukan Terakhir Ayah
Bab 33


__ADS_3

Semenjak Mama Siska menghukum nya, Claudia tidak pernah pergi bekerja,dia mengundurkan diri nya dari tempat dia bekerja karna tidak ingin jadi anak yang tidak hormat kepada mama nya dan keluarga. bagaimana pun dia juga harus menjaga nama baik keluarga nya sendiri.


Hari ini adalah hari dimana Claudia mengikuti perlombaan melukis di gedung A. Perlombaan ini di ikuti oleh berbagai sekolah ternama dan orang-orang yang sudah ahli dalam melukis karna mereka sudah biasa dengan kuas dan warna dan lain sebagainya. Tapi dengan itu tidaklah mengurangi rasa percaya untuk mengikuti perlombaan tersebut.


Acara ini begitu meriah dan sangat banyak orang-orang tua murid datang mendampingi anak-anak nya tapi sayangnya tidak dengan Claudia yang hanya datang sendiri dan tidak ada orang yang mewakilkannya.


Singkat cerita acara pun di mulai. semua peserta sudah mulai melukis apa yang mereka bayangkan ataupun pikirkan. Semuanya sibuk dengan alat mereka masing-masing. Tak ada satu pun yang menoleh ke kanan dan ke kiri semuanya fokus untuk melukis.


Tapi Beda di sudut kanan sana, Claudia terlihat bingung mau melukis apa, padahal jauh jauh dia sudah mendapat bayangan yang akan dia lukis tapi entah kenapa hari ini dia seperti lupa akan bayangan tersebut.


Singkat cerita dia mulia mengukir sudut demi sudut dan menyatukan warna demi warna. Claudia terlihat sangat Sandai dalam melukis seperti tak ada beban,dia terlihat sangat cantik dengan senyuman yang manis saat melukis.


singkat cerita perlombaan selesai dan semua peserta kembali ke tempat duduk yang telah disediakan.


Semua orang tua duduk disebelah anaknya untuk memberikan semangat kepada anak mereka. Canda tawa ,senyum manis,keluh kesah dapat Claudia dengar dari mereka karna jelas anak itu bermanja dengan kedua orang tua nya . Dia membagikan gimana rasanya dia ketika hendak melukis tadi dan beta nerveus ketika didepan.


" Pa,papa tahu ngak ketika didepan? tanya nya kepada Papa nya.Dia adalah salah satu peserta lomba.


" Emang kenapa sayang" jawab Papa nya.


" Aku sangat nerveus tahu Pa. Tangan aku aja sampai keringat dingin pas didepan. Tapi syukurnya aku bisa menyelesaikan nya dengan baik" ucap anaknya panjang lebar.


" Good girl,Papa bangga padamu. Setelah pulang dari sini kita akan pergi makan ketempat kesukaan kamu...Oke"ujar papa nya sambil mengelus rambut anaknya tersebut. Mama dan anak nya dan juga papa nya saling berpelukan.


Tes

__ADS_1


Tes


Tes


Tak tega air mata Claudia mengalir begitu saja tanpa dia suruh. Apakah aku boleh cemburu dengan keluarga ini? Apakah aku boleh ikut berpelukan bersama mereka ? itulah yang dipikirkan Claudia. Dia terus menatap ketiga orang tersebut dan mendengarkan keluh kesah anak mereka.


Bagaimana bisa Claudia menahan diri yang saat ini merindukan sosok Papa dan Mama nya. Jangankan menemani nya saat ini seperti anak-anak yang lain ,membalas sapaan nya saja keduanya engan apalagi menemani nya itu adalah yang sangat mustahil baginya.


Claudia termenung memikirkan suatu hal yang membuat nya tersenyum. Ya..tiba -tiba saja Papa dan Mama nya memberikan selamat padanya karena sudah memenangkan perlombaan melukis tadi.


" Selamat ya sayang,kamu memang jagoan papa " Ucap Papa Claudia memberikan pelukan dan ciuman dikening Claudia. Dan Claudia pun tersenyum dan membalas pelukannya.


" Selamat buat putri Mama yang cantik, kamu memang putri Mama yang pintar dan berbakat " Peluk mama nya sambil memberikan sebuket bunga mawar yang cantik.


" Terimakasih Ma Pa,sudah mau datang ke acara Claudia" ucap Claudia sambil memeluk kedua orang tua nya .


Tiba- tiba ....


" Dek..maju keatas" ucap ibu-ibu yang ada di dekatnya sambil menggoyang kan lengan Claudia.


" Dek ...dek.." ucap Ibu itu kembali menyentuh tangan Claudia. Dan saat itu Claudia tersadar dari lamunannya.


" Maaf...maaf Buk ada apa ya" tanya Claudia kembali. Karna memang Claudia tidak mendengar suara ibu itu.


"Hmm... ternyata hanya halusinasi ku saja tidak nyata ternyata.. hmm" lirih nya dalam hati .

__ADS_1


" Kamu naik keatas nama kamu di panggil dan kamu mendapat juara 1 loh" ucap ibu itu senang dan memeluk Claudia.


" Hana..? serius buk? " tanya Claudia tidak percaya.


Tiba-tiba


" Kita panggil lagi juara 1 yang diraih oleh Claudia Sanjaya" ucap MC dari depan begitu keras. membuat semua orang bertepuk tangan sangat meriah dan tersenyum.


Akhirnya Claudia terheran atas apa yang dia dengar. Senang campur sedih ya Iya ...mau nangis tapi Claudia sudah duluan menangis karna sangking terharunya.


Akhirnya Claudia naik ke atas panggung dengan langkah yang gemetar untuk mengambil piala dan hadiah yang sudah di sediakan. Rasa nya belum percaya kalau dirinya lah yang mendapat kan juara 1 di acara yang besar ini. Dia mengangkat piala tersebut sambil tersenyum dan menangis. Semua yang ada disitu terharu dan ikut menangis. Dan tak lupa juga dia memberikan sepatah dua kata atas kemenangan nya. Saat dia memberikan kata demi kata , semuanya tersentuh dengan kata kata Claudia yang sangat menyentuh hati setiap orang yang ada disana. Dan akhirnya kata ucap Claudia.


" Terimakasih Papa dan Mama, I love you ❤️" ucap Claudia diakhir kata nya. Claudia memandang semua orang dari atas panggung yang begitu bahagia atas kejuaraan nya.


" Pa..Ma... Claudia menang. Bisakah kalian mendengar suara ku. Ucapkan selamat pada ku ,aku ingin sekali mendengar nya" lirih dalam hati sambil menangis.


Dan namanya Claudia kembali lagi mengahrum kan nama sekolah nya. Bukan untuk pertama kali ini Claudia mengahrum kan tapi sudah tak terhitung lagi. bahkan di media sosial nama Claudia tersebar ke seluruh dunia.


Singkat cerita semua peserta pulang dan Claudia juga pulang dengan membawa piala. Rasa senang dan bahagia dia membawa piala tersebut.


Like


komen


vote

__ADS_1


❤️❤️❤️❤️❤️


__ADS_2