
" halo Tante" ucap Devan.
" halo sayang, tumben hubungi Tante siang ini. ada apa sayang?" tanyanya.
" Tante bisa bantu pasien Devan ngak Tan, soalnya Pasien Devan lagi butuh donor darah Tante dan kebetulan stok darah di sini habis. pasien butuh golongan darah AB Tante. Dan Devan langsung teringat Tante kalau Tante golongan darah AB juga, makanya Devan langsung menghubungi Tante" jelas Devan .
" Kamu di rumah sakit mana? biar Tante kesana" Ucapnya dari seberang sana.
" Aku ada di klinik xxxxxx Tante" jawab Devan memberikan alamat klinik tersebut.
" Baiklah Tante ke sana " jawabnya.
" Iya Tante, makasih banyak Tante" ucap Devan dan langsung mematikan Handphone nya.
Tiba-tiba...
Pluk...
" Makasih mas sudah mau membantu kami" ucapnya Dina sambil memeluk Devan.
Devan yang mendapat pelukan secara tiba-tiba,repleks dia sangat terkejut.
" Ingin ku membalas pelukan mu ini Din" Gumannya dalam hati.
" Sudah menjadi tugas aku juga Din sebagai dokter " ucap Devan.
" Tugas?"
" Iya tugas, aku itu Sekarang dokter spesialis " jelasnya .
" Emang mas bisa? " tanya nya sedikit berlebihan.
" Kamu itu selalu seperti itu ,pasti meremehkan aku " ucapnya sambil mencubit hidung nya.
" hehehe...maaf mas"jawabannya sambil tersenyum.
" sus Dina apa sudah ada pendonor darah untuk pasien? kondisi semakin melemah " teriak suster dari belakang mereka.
mereka berdua pun langsung berbalik .
" sudah ada sus, pendonor sedang dalam perjalanan ke sini" jelas Dina.
" Sepertinya Pasien punya riwayat penyakit keras sus" ucap Suster.
" Penyakit keras? " ucap Devan kembali mengulangi pertanyaan suster.
" Iya Dok, sepertinya leukemia" jelas suster tersebut.
Devan sangat terkejut dengan penjelasan suster itu.Dan Devan langsung teringat dengan kondisi Claudia yang sama-sama menginap penyakit Leukemia juga.
apalagi Claudia tidak pernah lagi datang untuk memeriksa kondisinya.
__ADS_1
" mudah mudahan tidak Claudia yang ada didalam sana" doa Devan .
Devan terus melamun memikirkan Claudia.
Dina yang melihat Devan melamun langsung menepuk pundak nya.
" mas kenapa? dari tadi melamun terus Dina lihat. Mas lagi ada masalah atau lagi putus pacar?" tanya Dinda,sembari menunggu Tante nya Devan . mereka duduk di kursi tunggu.
" ahh...ngak ngak,aku hanya kepikiran sama pasien yang ada didalam sana. Soalnya penyakitnya sama dengan penyakit teman aku" jelas Devan langsung.
" Oh iya , sekarang bagaimana keadaan nya mas? apa udah baikan ?" tanya Dina.
" mas tidak tahu bagaimana keadaannya, karena dia tidak pernah lagi datang untuk memeriksa kondisinya. Dan kalau aku hubungi selalu tidak aktif" ucapnya lesu.
" Mudah-mudahan dia baik-baik saja dan cepat sembuh" ucap Dina memberikan kekuatan kepada Devan yang sangat khawatir dengan keadaan temannya.
" Apa mas Devan suka dengan perempuan itu yang dikatakan temannya" Guman Dina menerka nerka.
Sembari menunggu Tante Devan, mereka mengobrol. Dina begitu banyak bertanya tentang kehidupan Devan setelah lulus SMA sampai dia bisa jadi dokter spesialis.
"oh iya Mas, mas ngapain ke klinik ini?" tanya Dina.
" Oh iya mas ingin bertemu dengan teman mas, kebetulan dia salah satu dokter yang ada disini" jelas Devan.
" Oh ya, dokter yang mana mas? tua atau muda mas?"kepo Dina, sambil merapikan posisi duduk nya.
" Hmm...mas lupa deh, sepertinya tua deh Din"ucap Devan sambil tersenyum.
" Mana mas tahu kau kenal atau ngak. intinya dia belum menikah dan masih jomblo" jelas Devan.
Dina yan mendengar penjelasan Devan langsung teringat dengan dokter David karena dokter David belum menikah dan masih jomblo.
apa dokter David yang di katakan Devan atau tidak. pernyataan muncul di benak Dina.
" Apa dokter David yang mas bilang, karena Hana dokter David yang belum menikah" ucap Dina dengan sendirinya.
" Nah itu tahu" ucap Devan .
" Jadi benar mas?" ucap Dina sambil menggenggam tangan Devan dan raut wajah yang bahagia.
" Kenapa kamu begitu senang? apa Jahan jangan kamu suka lagi sama dokter David? " tebak Devan.
" Ngak kok mas" jawbanya sambil tersenyum.
" Ngak suka tapi senang begitu. Janga bohong sama mas,mas hapal kalau kamu lagi suka sama seseorang pasti pecicilan begini" ucap Devan tertawa sambil mencubit hidung Dina.
" Ihhh...mas sotoy deh" jawab dina kesel.
" Hmm marah nih ceritanya. masak cewek cantik ngambekan" goda Devan. Dina membuang muka dari Devan.
Tiba-tiba...
__ADS_1
" Devan " panggil Tantenya.
Devan yang mendengar namanya dipanggil langsung berdiri dan mencari sumber suara.
" Tante" ucapnya
Ya Tantenya Devan adalah Tante Rama. Dulu keluarga Devanlah yang membantu Tante Rama pada saat itu.
Tante Rama berjalan ke arah Devan tergesa-gesa.
" Mana ruangan untuk melakukan cek donor darah" tanya Tante Rama langsung, karena semenjak Devan bilang lagi butuh donor darah dengan golongan darah AB,mama Rama langsung teringat dengan Claudia. Sepanjang perjalanan mama Rama terlihat sangat khawatir bahkan menutup mata pun tidak bisa.
" Sabar Tante. Tante tenang dulu,tarik nafas dulu jangan sampai tekanan darah Tante naik,itu bisa fatal. Jadi Tante tenang dulu, rileks dulu"jelas Devan menenangkan Tante Rama yang terlihat sangat cemas. kalau sampai fatal bisa-bisa Claudia tidak terselamatkan.
"Oke " jawab Tante Rama, berusaha untuk tenang.
" Din kamu tolong siapkan ruangan nya untuk melakukan pengecekan darah" ucap Devan memerintah Dina.
" Baik mas" jawbanya cepat dan langsung pergi.
Tiba-tiba suster keluar dari ruangan Claudia. saat hendak berlari suster itu melihat suster Dina lewat dan dia langsung menahan tangan nya.
" suster Dina apakah pendonor sudah datang? Pasien sudah sangat melemah,bisa -bisa pasien tidak dapat diselamatkan lagi" Jelas suster tersebut. Suster Dina langsung berlari ke arah mas Devan dan Tante Rama.
" Mas, ruangan sudah selesai. kita harus secepatnya melakukan pendonoran darah Karena pasien sudah sangat melemah" ucap Dina cemas.
" Baik lah" jawbanya.
Akhirnya mereka pergi untuk melakukan cek terlebih dahulu dan langsung melakukan pendonoran darah. Devan dan Dina dan Tante Rama sangat cemas dengan hasil pengecekan tersebut.
" Mudah-mudahan cocok ya Tuhan,tolong kuatkan dia yang membutuhkan nya" doa Mama Rama dalam hati nya.
" Semuanya akan baik-baik saja Tante" ucap Devan menguatkan Tante Rama yang masih cemas.
" Amin Ya Tuhan" ucapnya memohon.
Singkat cerita hasilnya cocok dan mereka langsung melakukan pendonoran darah. Tidak butuh berapa lama,mereka mendapatkan 2 kantong darah dari hasil pendonoran darah Mama Rama.
Suster Dina langsung membawanya ke tempat dimana Claudia saat ini. Semua suster bekerja sama untuk Claudia.
Dan akhirnya...
JANGAN LUPA UNTUK ππππ
VOTE
LIKE
KOMEN
β€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈ
__ADS_1
maaf kalau kata-kata nya masih ada yang salah tulis atau tidak nyambung ππππ