
Sampai di rumah
" Ibu...lihat Claudia bawak apa sama ibu?" tanya Claudia kepada bibi. Claudia sekarang sudah memanggil Bibi menjadi sebutan ibu atas dasar permintaan Claudia.
" Apa coba? seperti besar" tanya Ibu Asi.
" Taraaaaa..." Claudia menunjukkan piala dan hadiah yang diterima.
" waahhh....cantik sekali, terimakasih anak ibu" ucap ibu Asi memeluk Claudia. " Selamat ya cantik ,kamu memang berbakat . Aduh ibu jadi ingin dilukis oleh putri ibu sendiri" ucap Ibu Asi masih memeluk Claudia.
" Makasih Bu,kapan- kapan Claudia lukis" jawab Nya.
" Yaudah sekarang anak Ibu ganti baju terus makan. Bibi mau buat yang paling spesial buat kamu hari ini, sana ganti baju dulu" ucap Bu Asi.
" Ngak bisa nanti aja Bu ganti bajunya, Claudia udah lapar " ucapnya sedikit manja. Baru kali ini Claudia bersikap manja pada seseorang.
" Hanya sebentar kok ganti baju terus langsung ya,besok kan masih dipakai seragam nya" ucap Bu Asi kembali.
" Baiklah Ibu ku sayang" jawabnya sambil memeluk nya kembali.
Tanpa mereka sadari ada seseorang yang melihat ke arah mereka. Sejak Claudia pulang dari perlombaan ternyata Pak Surya melihat Claudia lari sambil tersenyum bahagia dengan membawa piala 🏆🏆 dan hadiah yang lain.
Sampai pada akhirnya Pak Surya mendengar pembicaraan mereka berdua bahwasanya Claudia memenangkan perlombaan melukis. Tanpa Pak Surya sadari dia tersenyum mendengar kemenangan putrinya. Tapi ada rasa sedih ketika Claudia memanggil Bi Asi dengan sebutan Ibu. Dan ketika Claudia memanggil dengan sebutan Ibu dia terlihat sangat bahagia dan senang sekali.
Setelan mereka berpelukan Pak Surya meninggalkan mereka dengan wajah sulit di artikan.
Sampai di ruang kerja,Pak Surya duduk termenung dikursi kebesaran nya.Tidak tahu hal apa yang membuat nya terdiam dan seperti nya memikirkan sesuatu.
Tes
__ADS_1
Tes
Tes
Tiba-tiba air mata Pak Surya menetes begitu saja. Ada rasa kecewa kepada dirinya sendiri.
" Maafkan papa sayang hiks...maafkan papa..hiks...hiks... maafkan papa karna belum bisa menerima kamu sepenuhnya hiks...Maafkan papa belum bisa membahagiakan kamu. Papa memang tidak bisa jadi papa yang baik buat kamu... maafkan papa sayang...hiks..hiks' ucapnya sambil terisak .
" Melihatmu bahagia rasanya sakit sekali. Senyum mu membuat hati papa terluka mengingat mama mu yang pergi dengan laki-laki lain. Maafkan papa karna belum bisa menerima kamu. Papa tahu kamu rindu papa dan mama tapi belum saat nya kamu mendengar yang sebenarnya" ucapnya kembali.
" Suatu saat nanti kamu akan tahu yang sebenarnya" lirihnya dalam hati.
****
Malam pun tiba, semuanya duduk di meja makan untuk makan malam. Disana ada Papa,Mama dan Dea. Mereka bertiga duduk bersama sambil menikmati hidangan yang disajikan. Mama Siska sedang menikmati makanan dan Dea juga tapi Pak Surya hanya mengaduk-aduk makanan yang ada di depannya. Pak Surya melihat ke arah dapur terus seperti ada yang dia tunggu. Mama Siska yang memperlihatkan suaminya dari tadi melihat kearah dapur tiba-tiba dia juga mengarahkan pandangan nya ke dapur. Tidak ada hal yang menarik untuk lihat, hanya ada Bi Asi disana mencuci alat masak.
" Mas...ada apa sih,dari tadi lihat nya ke dapur terus" tanya mama Siska.
" Mudah - mudahan aman" lirihnya dalam hati.
" Papa ada ada saja,sudah sewajarnya Bi Asi melakukan hal itu karna dia pembantu di rumah ini. Lagian kan ada anak sial itu,dia aja suruh buatkan apa susahnya coba" ucap Mama Siska dengan angkuh.
" Betul apa yang dibilang mama " sambung Dea.
Pak Surya hanya diam mendengarkan istri dan anak nya.
" Claudia .... Claudia...." panggil
mama Siska.
__ADS_1
Claudia yang ada di taman belakang langsung berlari ketika mendengar suara mamanya yang begitu keras.
huhfff..... Claudia mengatur nafasnya lalu mendekat ke arah mama nya.
" Maaf nyonya saya tadi ada di taman belakang jadi tidak dengar Nyonya memanggil saya" jelas Claudia sambil tertunduk.
" Dasar anak tidak tahu diri. Cepat kamu buatkan brownis buat tuan mu" ucap mama Siska sinis.
" baik Nyonya. Ada yang lain lagi nyonya" tanya Claudia hati -hati.
" Oh iya sekalian buatkan saya jus alpukat dan antar ke kamar saya " sambung Dea tanpa melihat ke arah Claudia.
" Baik Nyonya" balas Claudia.
Claudia pun pergi ke dapur untuk membuat brownis dan sekalian buat jus buat kakak nya.
Jangan tanya gimana reaksi pak Surya melihat hal tersebut. Dia hanya terdiam melihat perlakuan anak dan istri nya. ada rasa kecewa begitu dalam ketika Claudia memanggil Mama nya dengan sebutan Nyonya.
Mau marah kepada istrinya tapi belum saatnya.
Dia hanya pasrah menahan diri.
Like
Komen
Vote
❤️❤️❤️❤️❤️
__ADS_1
Tetap jaga kesehatan ya Guysssss 🤗🤗🤗❤️❤️❤️
"