Pelukan Terakhir Ayah

Pelukan Terakhir Ayah
Bab 69


__ADS_3

" siapa kamu" teriak seseorang dari belakang nya.


Buk Rama yang mendengar suara itu sangat terkejut bahkan dia sampai memegang gagang pintu kamar.


" Hey siapa kamu dan kenapa kamu berani masuk kekamar Papa dan Mama saya" ucap Dea sambil mendekati buk Rama yang masih terdiam.


dengan nafas yang panjang buk Rama membalikkan badannya ke sumber suara.


" maaf nona kalau saya lancang masuk ke kamar Papa nya nona,tapi saya sedang bertamu ke rumah ini dan saya hanya ingin kekamar mandi saja tapi Karna saya tidak tahu akhirnya saya fokus ke arah kamar ini,saya pikir ini kamar mandi khusus tamu nona. maaf kalau saya sudah lancang" ucap Buk Rama dengan nada yang sedikit rendah agar Dea percaya akan alasannya.


" Emang ibu ngak nanya dulu sama pembantu yang ada di rumah ini?" ucap Dea ketus.


"Dasar anak tidak tahu sopan santun kalau berbicara kepada orang yang lebih tua. Bagaimana cara orang tua mendidik kamu menjadi anak yang tidak tahu bersikap sopan. emang ya benar kata pepatah " Buah tak jauh jatuh dari pohon nya" jangan bilang ibu nya juga sombong Karna hidup mewah seperti ini" guman buk Rama memandang sinis ke arah Dea yang bersikap tidak sopan kepadanya.


" Maaf nona saya sudah tidak tahu harus kemana lagi mencari pembantu yang ada di rumah ini,kalau saya tahu mana mungkin saya bisa kesasar sampai sini,iya kan" ucap Buk Rama kembali.


" Benar juga kata ibu ini,kalau dia tahu ngapain harus nanya ke pembantu. Ngak tahu ahhh... bodoh amat, asalkan dia belum masuk aja ke kamar Papa dan Mama" Guman Dea dalam hati nya yang linglung.


" kamar mandi nya dimana ya dek" ucap Buk Rama memecah keheningan.


" Oh iya ...kamar mandi ada di sebelah sana,lurus aja terus belok kiri" jelas Dea memberikan arah jalan kekamar mandi untuk buk Rama.


" Makasih nona" jawabnya sambil tersenyum.


" hmm"


" ihhh dasar anak tidak beretika,sayang kamu cantik kalau kamu tidak memiliki sikap yang sopan kepada orang lain.Tapi putri saya lebih cantik dan lebih dari segalanya" gumannya dalam hati sambil tersenyum membayangkan Claudia yang baik hati .


****

__ADS_1


" Buk...lihat Tante Tante masuk kerumah ini gak tadi? " tanya Claudia kepada Bi Asi yang lagi menyiapkan makanan ringan untuk tamunya .


" Oh iya ibu lihat. kenapa emang nya sayang?" tanah bi Asi.


" Ohh begini buk,tadi aku sama-sama datang ke rumah dan kebetulan Tante itu teman nya Papa katanya,jadi aku suruh masuk duluan tadi. Sekarang Tante itu dimana?" tanya Claudia.


" Ibu itu ada di ruang tamu,ini ibu lagi menyiapkan makanan ringan untuk nya" jelas bi Asi.


" kalau begitu biar Claudia aja yang mengantarkan minuman nya " ucap Claudia mengambil ahli kegiatan bi Asi.


" Yaudah kamu aja yang mengantarkan nya,biar ibu menyiapkan makan malam " jelasnya.


" Siap bos ku" jawabnya sambil menghormat kepada Bi Asi. mereka berdua tertawa terbahak-bahak.


" Kamu ada ada saja gayanya" balas bi Asi Sambil tertawa.


" Apa yang membuat kalian tertawa?kenapa begitu senang sekali "ucap buk Rama dari belakang mereka.


mereka berdua terdiam dan melirik ke sumber suara.


" Tante" ucap Claudia.


" ehemm... kenapa kalian sangat bahagia sekali kelihatan nya" tanya kembali.


" Ngak papa Tante,aku dan ibu hanya bercanda saja " jawab Claudia sambil tersenyum melihat bi Asi.


" Apa .....Ibu? Claudia memanggil bibi ini dengan sebutan ibu" Guman buk Rama semakin terkejut Dengan keadaan didalam rumah ini.


" Ibu? dia ibu kamu sayang? " tanya buk Rama langsung.

__ADS_1


" Saya hanya ib..." ucap bi Asi terhenti karena Claudia memotong nya.


" iya Tante,ini ibu saya yang sangat baik dan sangat sayang kepada Claudia dari mulai Claudia kecil,ibu lah yang menolong ku bahkan menemani ku setiap saat" jelas Claudia kepada buk Rama.


jangan tanya ekspresi buk Rama saat ini, pasti nya dia dia sangat shock banget akan jawab Claudia.


" Jadi selama ini,kamu tidak mendapatkan kasih sayang itu dari Papa mu langsung sayang hiks...hikss..hikss" Guman buk Rama dalam hati nya yang begitu sakit akan jawaban Claudia yang mampu menusuk hatinya . Hatinya berteriak akan kejadian ini.


" Kalian berdua sangat kompak sekali bahkan saya sangat iri akan kekompakan Kalian" ucap buk Rama sedikit meno.


" Tante bisa aja muji nya" jawab Claudia.


" Tante serius, andaikan putri Tante tahu kalau mamanya ini sangat merindukannya" ucapnya sambil menangis.


Claudia yang melihat buk Rama menangis dia langsung memeluk nya dengan erat. Dan buk Rama semakin menangis tersedu-sedu akan pelukan Claudia. pelukan itu mampu melemahkan kaki yang berdiri kokoh dan mampu membuat hati ini berteriak untuk mengatakan yang sebenarnya siapa mamanya sebenarnya.


,..............


JANGAN LUPA UNTUK


LIKE


KOMEN


VOTE


πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™β€οΈβ€οΈβ€οΈ


MAAF KALAU SUDAH LAMA TIDAK UPπŸ™πŸ™πŸ™

__ADS_1


__ADS_2