Pelukan Terakhir Ayah

Pelukan Terakhir Ayah
Bab 37


__ADS_3

Sesampainya di rumah sakit Claudia langsung mendaftar dirinya. Untuk hari ini dia cepat datang dan tidak perlu mengantri terlalu lama karna masih pagi jadi orang-orang belum banyak yang datang.


Singkat cerita nama Claudia dipanggil da disuruh masuk ke ruangan yang sudah di bimbing oleh suster.


Sesampai di depan ruangan suster langsung mengetok pintu.


Tok...


Tok...


Tok...


" Masuk " jawab seseorang dari dalam ruangan.


Suster pun membuka pintu dan menyuruh Claudia masuk.


" Mari dek" Ucap suster.


" Makasih mbak" balasnya.


" Kalau begitu saya tinggal ya" ucap suster itu kembali.


Claudia membalas dengan senyuman.


Claudia berjalan ke arah dokter yang ada di depannya. kebetulan dokter tersebut sedang merapikan tas nya yang ada dibelakang jadi dokter nya membelakangi Claudia.


" Pagi Dokter" ucap Claudia gugup dan dia masih berdiri.


" Ya silahkan duduk" jawabnya dengan posisi yang masih membelakangi Claudia.


Claudia duduk dengan gugup,karna dia belum pernah bertemu dengan dokter yang seperti ini. Kalau dilihat dari segi penampilan dia cukup tampan dan gagah karna postur badan yang sangat bagus.


Tiba-tiba dokter itu berbalik.


" Ada keluhan apa " Ucapnya sambil duduk dan sambil melihat ke arah Claudia.


Tapi siapa sangka mereka berdua malah terkejut dengan pertemuan mereka. Claudia kikuk di depan dokter Devan tapi Devan malah tidak percaya dengan apa yang dia lihat saat ini didepannya.

__ADS_1


" Loh...Bapak kok disini" ucap Claudia membuka suara.


" Aku ngapain disini? Menurut mu aku ngapain?" balas Devan bertanya.


" Kok balik nanya sih Pak" jawab Claudia.


" Saya pakai jas putih berarti saya seorang dokter disini" jawab Devan menatap Claudia kesal. karna dia benar-benar tidak tahu apa yang dipikirkan oleh Claudia,bisa- bisanya dia tidak tahu siapa dia sekarang.


" Ohh"jawabnya pelan.


" Hanya Oh? ngak ada yang lain?" tanya Devan.


" Jadi aku harus bilang Waohh gitu? atau wajah keren" jawab Claudia .


" Terserah kamu mau apa. Sekarang kamu ngapain ke ruangan saya,kamu tahukan ini ruangan apa ? " tanya Devan . Akhirnya Devan mengakhiri perkataan awal mereka dan mulai preposional untuk bekerja.


Claudia diam dan tidak menjawab pertanyaan Devan.


" Hey...kalau dokter itu bertanya dijawab" ucap Devan.


" Emang kamu bisa sakit? " ledek Devan.


" Hmm"


" Yaudah kamu ceritakan semuanya apa yang kamu rasakan sampai saat ini"ucap Devan lembut. Dia tidak mau Claudia merasa tidak nyaman didekat nya apalagi saat ini orang yang selama ini ditunggu tunggu sedang sakit.


Akhirnya Claudia menjelaskan semuanya rasa sakit tanpa terkecuali. Dia berbicara begitu tenang di hadapan Devan dan tidak ada rasa takut. Setelah dia menceritakan tentang keadaan nya ada rasa sedikit lega di hati ketika iya bercerita kepada Devan serasa Devan paham akan kondisi nya.


Yailah Devan paham orang dia dokter 🤭


"Apa kamu sudah melakukan pemeriksaan sebelumnya?" tanya Devan.


Claudia menggelengkan kepalanya tandanya tidak pernah.


Devan merasa sangat kasihan kepada Claudia apalagi kondisi nya saat ini sangat parah. Bagaimana mungkin orang yang selama ini dia cari dan ketika ketemu dia sedang sakit parah.


" Apa keluarga mu tahu" tanya Devan.

__ADS_1


Claudia hanya menggelengkan kepalanya.


" Hey...jawablah aku bukan asik menggelengkan kepala mu" ucap Devan sedikit kasar.


" Mereka sedang sibuk bekerja dan saat ini mereka sedang diluar kota " bohong nya.karna Claudia belum siap menceritakan tentang keluarga nya kepadanya.


" Apakah aku bisa sembuh" tanya Claudia.


" Asalkan kamu semangat dan kuat untuk mengikuti proses pengobatan pasti kamu sembuh" jawab Devan dengan tegas. Walaupun Devan sempat berpikir bahwa kesembuhan Claudia belum 50% untuk sembuh,tapi dia tidak ingin mengurangi rasa semangat Claudia.


" Apa Dokter yakin? soalnya aku lihat di google orang yang mengidap penyakit seperti ku tidak akan bisa sembuh" ucap Claudia pelan sambil menunduk.


Devan menyentuh tangan Claudia.


" Hey...siapa bilang tidak akan sembuh? makanya kamu itu harus semangat untuk melakukan proses pengobatan. Jangan pernah dengar kata google ataupun orang lain tapi tanya kepada diri mu sendiri supaya kamu bangkit untuk sembuh. Oke" ucap Devan memberikan sedikit kata semangat.


" Baiklah"


" Kalau begitu aku pulang" ucap Claudia.


" aku antar" ucap Devan.


" Aku bisa naik taksi . Permisi " ucap nya langsung pergi dari ruangan Devan.


Devan yang melihat Claudia hanya tersenyum.


bagaimana pun dia perlu waktu untuk menerima kenyataan jadi Devan tidak mengejarnya dan di kembali bekerja.


Devan juga sangat bahagia karena di mendapatkan data pribadi Claudia ,jadi dia sudah tahu dimana Claudia tinggal.


Like


Komen


. Vote


❤️❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2