Pelukan Terakhir Ayah

Pelukan Terakhir Ayah
Bab 51


__ADS_3

Sesampainya di simpang perumahan Claudia menyuruh Andre untuk berhenti.


" Ndre sampai di sini aja,ngak enak dilihat sama majikan saya nanti. Dipikir saja ngak benar lagi" ucap Claudia sambil turun dari kereta.


" Yakin kamu sampai sini? aku antar kamu sampai gerbang rumah majikan kamu gimana? ngak enak tahu pacar sendiri di kasih jalan" ucap Andre.


" Ngak papa ndre,kamu bisa lihat dari sini aja" ucap Claudia tersenyum.


" Yaudah deh,tapi beneran ngak papa clau" tanya Andre mematikan.


" Iya iya ngak papa kok, yaudah sana jalan" ucap Claudia menyuruh Andre pulang.


" Kamu ngusir aku? belum juga lewat sehari kita jadian udah main usir aja" ucapnya sedikit manja.


" Udah ahh...sana" ucap Claudia kembali.


" iya deh. bagi no kamu dong,kan belum di save " ucap Andre kaku.


Claudia menulis di tangan Andre dengan pulpen .


" kok pake pulpen sih? kan bisa langsung ketik di handphone" jelas Andre.


" nggak sempat , udah sana pergi" usir Claudia lagi.


" iya " ucapnya sambil menyalakan kereta nya.


akhirnya Andre pulang. Claudia berjalan ke rumah berjalan kaki tapi jarak dari simpang tidak terlalu jauh kok.


Sesampainya di depan gerbang, dilihatnya beberapa mobil yang dikenal yaitu, mobil neneknya, mobil papanya dan mobil pemilik rumah ini tentunya.


" Wah...non Intan baru pulang sekolah ternyata" ucap mang Udin membuka pintu.


" Iya mang, makasih mang udah di bukakkan pintunya" ucap Claudia Ramah.

__ADS_1


"sama sama neng" balasnya.


Claudia masuk ke dalam melalui pintu belakang karena diapun memang selalu dari pintu belakang masuk dan keluar dari rumah .


Saat di dapur Claudia berpapasan dengan mamanya dan tiba-tiba mama nya menarik tangan nya ke belakang.


" INGAT YA JANGAN KAMU BILANG KE NENEK TENTANG APAPUN YANG TERJADI. KALAU PUN NENEK NANYA- NANYA TENTANG HAL YANG LAIN KAMU HARUS PINTAR BERSANDIWARA DIDEPAN NYA NANTI. INGAT ITU" ucap mama Siska mengancamnya.


" Iya nyonya, Claudia tahu" ucap Claudia.


" Cepat kamu ganti baju kamu yang bagus,jangan buat malu saya nanti, dan ingat jangan panggil nyonya didepan nenek nanti tapi panggil Mama,awas sampai lupa" acam mama Siska dan pergi meninggalkan Claudia tanpa mendengar balasan dari Claudia.


" Iya mah" Lirihnya dalam hati.


Claudia pun berjalan ke kamarnya untuk gati baju tapi di bingung semua baju nya terlihat sangat kucel dan jelek,tidak ada yang pantas untuk di pakai. Semuanya kaos oblong dan celana pendek itupun sudah Kumal dan jelek.


" Hmm...pasti mama marah kalau aku pakai baju ini" ucapnya sambil memegang satu baju dan celana.


dia terus mencari dan mencari tapi tetap saja tidak ada semua terlihat tidak cocok.


Clek..


pintu kamar nya terbuka. ternyata yang datang Mama Siska dan membawa paper bag.


Bruk...


Mama Siska melempar kan paper bag itu kepada Claudia.


" Pakai pakaian itu, jangan buat malu saya. cepat kamu pakai dan temui nenek" ucap mama Siska.


" Iya mah"balasnya.


" pakai bedak dan liptin biar wajah mu tak terlihat pucat seperti itu. udah jelek tapi perawatan pun tidak mau " ucap mama Siska menutup pintu.

__ADS_1


Dibukanya paper bag itu dan dilihatnya gaun yang sangat bagus dan cantik dan warna baju yang tidak mencolok. Claudia sangat menyukai nya.


dipakainya gaun cantik itu dan sangat cocok untuknya.


" Mama masih tahu ukuran baju ku, walaupun sudah lama dia tidak pernah memperhatikan kan ku. Ini sangat cantik Mah... thanks Mom" Lirihnya dalam hati sambil tersenyum melihat gaun yang dipakainya .


Ngak butuh lama dia sudah selesai merias wajah agar tidak terlalu pucat. Dia keluar dari kamar dan berjalan ke ruang tamu.


Ada rasa canggung dan malu ketika melihat mereka semuanya yang ada disana. Apalagi ada papa nya yang terlihat sangat seram hari ini,dan Mama nya terlihat seram juga Karena selalu mengancamnya dan kak Dea terlihat sangat sinis menatap ku nanti .


Dia berjalan dengan pelan agar tidak menimbulkan masalah. sesampainya didekat nenek nya dia menyentuh punggung neneknya dari belakang dan nenek pun menoleh ke belakang dan papa nya dan dea juga melihat Claudia.


" Eh...cucu nya nenek " ucap neneknya sambil bangkit dari tempat duduknya untuk memeluk Claudia.


" apa kabar nek " ucap Claudia sambil memeluk nya


" Nenek baik- baik saja sayang. Apa kamu baik-baik saja?" tanya nenek nya kembali.


" Claudia sangat baik nek" ucap nya sambil tersenyum.


" Yaudah mari duduk sama nenek. kamu cantik banget loh hari ini.dan gaun ini juga sangat bagus dan cocok untuk mu" puji neneknya.


" Makasih nek" ucap Claudia sambil tersenyum bahagia.


" Kamu sayang mirip dengan nya, senyum mu yang tulus,dia mewariskan semua kecantikan nya kepada mu" Guman pak Surya dalam hati nya memuji Claudia.


SIAPA YA UANG DIPUJI PAK SURYA????


LIKE


KOMEN


VOTE

__ADS_1


FAVORIT


Aku butuh dukungan dari kalian semua ❤️❤️❤️🤗


__ADS_2