
" Keluarga pasien atas nama Claudia" ucap suster dari depan pintu.
Suster terus memanggil nama keluarga Claudia, tapi tidak ada yang datang. Suster yang berada didalam berlari keluar dengan raut wajah yang cemas.
" Sus apa sudah sudah ada pendonor? pasien saat ini kritis" ucapnya cemas.
" Astaghfirullah bagaimana ini,ibu ibu tadi sudah tidak kelihatan lagi setelah pasien dimasukkan ke ruang ICU" jelas suster yang di luar tadi.
" Apa tidak ada stok darah lagi sus? pasien butuh golongan darah AB" jelas nya.
" Aku cek dulu" ucapnya langsung berlari untuk melakukan pengecekan stok darah di klinik tersebut. Suster terus mengecek apakah masih ada stok darah dan dia juga tidak lupa menanyakan kepada klinik sekitar situ apakah masih ada stok darah AB.
Kondisi di dalam ruangan sangat menengangkan,Karna kondisi Claudia sangat lemah saat ini. Dokter dan suster saat sedang berjuang untuk keselamatan Claudia yang lemah.
Tak bisa menunggu waktu lagi, suster Dina keluar terburu-buru. dia terus berlari untuk mencari donor darah, tapi tanpa sengaja suster Dina menabrak seorang Pria dan akhirnya mereka berdua terjatuh ke lantai tapi untungnya pria itu langsung cepat membalikan badannya suster Dina agar tidak terjatuh kelantai akhirnya suster Dina terjatuh tepat di pelukan Pria itu.
"aduhhh... kalau jalan lihat-lihat dong mas jadinya nabrak orang kan,udah tau lagi buru-buru pake acara nabrak orang lagi. ucapnya langsung berdiri sambil merapikan pakaiannya.
" Mbak itu yang lari-lari ngak lihat-lihat" balasnya.
" Masnya it...." ucapnya terpotong saat melihat pria yang ada di depannya.
" Mas Devan" ucap suster Dina pelan.
Devan yang mendengar suara panggilan itu langsung melihat ke arah suster yang berada di depannya.
" Dina? " ucapnya terkejut.
__ADS_1
" Kamu kenapa bisa disini? terus kenapa kamu memakai pakaian serba putih? " tanya Devan terus memandang Dina dari atas sampai ke bawah. Karena pada saat itu Devan ingat betul kalau Dina tidak kuliah karna kurangnya perekonomian mereka saat itu dan dia pergi ke suatu negara untuk bekerja di negara itu untuk membantu Ayah dan ibunya di kampung.
Dina dan Devan teman saat masa-masa SMA.Dina bisa bertemu dengan Devan,karena Dina dititipkan oleh ibu nya untuk bersekolah di tempat Bibi nya agar Dina kelak bisa kuliah dan sudah paham akan dunia di kota sana. Dina dan Devan satu kelas tapi tidak sebangku karena Pada saat itu Devan masih malu-malu,tapi setelah berbulan-bulan bersama di ruangan yang sama akhirnya mereka berteman baik sampai lulus SMA. tapi sayangnya saat Dina pulang kampung,dia tidak ada kabar lagi sampai saat ini.Jujur saja Devan sebenarnya sangat menyukai Dina yang sabar, lembut, humor receh, sipaling ceria tapi sayangnya Devan beliau sempat menyampaikan isi hatinya kepada Dina. Dan akhirnya mereka berdua dipertemukan dengan keadaan yang sangat kacau.
" Mas Devan ngak tahu dari seragam nya aja ? " ucap Dinda bertanya kepada Devan .
" Nihh name tag aku,masih belum jelas? " ucapnya kembali.
" Ya iya tahu,tapi Kenapa kamu disini?" tanya .
" Mas ada ada aja deh...masak aku di Indomaret kerjanya ,aneh banget deh" ucap Dinda kesel.
" Ya mana tahu Din" canda Devan.
" Tau ahhh , minggir-minggir aku mau lagi sibuk mas" ucapnya kembali. hendak ingin melangkahkan kakinya tiba-tiba tangannya di jegal Devan.
" Itu mas..ada pasien yang lagi butuh donor darah " jelas Dina.
" Astaga...apa sudah ada pendonor nya ?" tanya nya antusias.
" Belum mas,tadi ibunya mengantarkan ke klinik ini tapi setelah itu ibu nya tidak kelihatan lagi,tapi sebelum pergi ibu itu Sudah membayar semua fasilitas anaknya" jelas Dina. " Kasihan sekali,mana masih muda dan cantik " sambungan nya.
" apa golongan darah nya ?" tanya Devan.
" AB" jawbanya.
" Paa tidak ada stok darah di sini"
__ADS_1
"Ada sih mas tapi khusus golongan darah AB sudah habis, makanya saya lagi mencari pendonor" jelas Dina.
" Oh iya Tante kan golongan darah AB,aku akan coba hubungi Tante dulu" Guman Devan .
^^^" Mas ada teman atau kerabat yang punya golongan darah AB? kalau ada tolong bantuan nya mas, kasihan adek yang didalam sana" ucap Dina sedih. Bagaimana pun dia juga masih memiliki hati yang lembut yang mudah rapuh apalagi melihat kondisi Claudia yang sangat lemah dan ibunya pergi meninggalkan nya disaat kondisinya yang lemah.^^^
" Tantenya mas kebetulan cocok dengan pasien kamu " jawaban Devan .
" tunggu aku tlp dulu Tante" sambungannya.
dia langsung mengecek handphone nya dan langsung menghubungi Tante nya.
" Iya mas, mudah-mudahan cocok Ya Tuhan" doa Dina untuk Claudia.
sebelumnya Devan tidak tahu siapa Pasien yang dia tolong saat ini, Karna dia beli melihat nya, siapa anak perempuan itu .
Tuttt...
Tutt...
" Halo Tante"....
LIKE
KOMEN
VOTE
__ADS_1
❤️❤️❤️❤️