Pelukan Terakhir Ayah

Pelukan Terakhir Ayah
Bab 81


__ADS_3

Claudia berjalan menuju kelasnya sambil menunduk karena beberapa teman-teman nya mencibirinya. didalam pikiran nya hanya perkataan buk Ros yang menyuruh orang tua nya datang ke sekolah. jujur saja pada saat masuk sekolah mulai dari SD - SMA asisten Papa yang mendaftarkan dan menutup rapat-rapat identitas Claudia disekolah jadi guru dan murid tidak tahu bahwa Claudia dari kalangan mana,hanya kepala sekolah yang mengetahui identitas Claudia. Claudia terus berjalan tapi tidak sengaja Dea berlari dan


Brukkk...


Dea terjatuh kelantai, tidak terlalu keras tapi Dea membuat drama seakan-akan dia terjatuh sangat keras.


" Aduhhhhhh...sakit sekali bokong ku" ringis Dea sambil mengusap bokongnya yang tidak sakit"


" Aduh maaf non Dea saya tidak sengaja. maaf kan saya " ucap Claudia sambil membantu Dea .


" Singkirkan tangan kotor mu itu dari tubuh ku,emang anak pembantu tidak tahu diri tahunya hanya buat orang lain terluka saja. kamu pikir siapa kamu disekolah ini Ha...dasar anak kampung,kumuh, miskin" bentak Dea dihadapan teman-teman sekolahnya membuat orang disana tertawa melihat Claudia.


" Huuu...anak miskin mana pernah tahu diri dan berterima kasih " ucap salah satu siswa dan mereka tertawa.


Claudia tertunduk terus mendengar perkataan teman-teman sekolahnya.


" hmmm... memang benar aku tidak secantik mereka,dan memang benar aku tidak sekaya mereka,dan memang benar juga aku tidak sebahagia mereka tapi salahkan aku hidup di dunia ini? salahkan aku lahir ? dan salahkah aku untuk menikmati semuanya?hiks...hikss...hiks...Tuhan kuat kan Claudia hanya sebentar lagi,beri aku kesempatan untuk bahagia walaupun hanya sebentar " guman Claudia dalam hatinya yang terus terluka.


" maafkan saya non Dea,saya yang salah karena berjalan tidak hati-hati" ucap Claudia kembali.


" ya iyalah ini salah kamu,masih iya salah aku.dasar dibodoh" ucap Dea sambil berdiri.


" Penderitaan kamu bukan sampai disini, dirumah masih berlanjut dengan mama" bisik Dea dan pergi meninggalkan nya.


"Hmmm... ternyata masih ada huhuuuu...capeknya" guman Claudia pasrah.


Claudia pun masuk ke kelas untuk mengikuti ujian.


***


Singkat cerita ujian telah berakhir dan sebelum pulang sekolah semua siswa/i dikumpulkan di aula untuk menginformasikan perjalanan perpisahan sekolah yang akan dilaksanakan sebelum hari kelulusan diumumkan. jadi semua siswa/i berbondong-bondong masuk ke aula.


tidak perlu berlama-lama semuanya sudah masuk didalam aula dan beberapa guru pendamping dan ketua panitia pelaksana sudah didalam untuk mengumumkan randown acara dan perlengkapan apa saja yang perlu dipersiapkan . Karena perjalanan perpisahan hanya 2 hari saja jadi tidak perlu membawa yang berlebihan karena akan menyusahkan nantinya.Dan tahun ini mereka akan perpisahan ke Pulau Bali. Bukan main-main tempat perpisahan mereka tapi tidak seberapa dengan pendapatan orang tua mereka yang besar.

__ADS_1


Tidak butuh lama ketua pelaksana sudah mengumumkan hal-hal yang perlu dibawak.


Singkatnya semua siswa/i sudah bubar dari Aula. Saat keluar tiba-tiba saja Raka menarik tangan Claudia dan membawanya keatap sekolah. Sesampainya diatas Raka melepaskan tangannya dan duduk di bangku, kebetulan atap sekolah mereka ditata rapi dan sangat cantik. Claudia tidak berkutik saat Raka menariknya sampai ke atap sekolah. Hening tidak ada yang memulai percakapan diantara mereka. Sebenarnya Raka juga ngak ngerti kenapa dia sampai-sampai menarik Claudia.


" Ada apa Raka" ucap Claudia membuka percakapan .


Hening tidak ada jawaban dari Raka,tapi dia terlihat gelisah.


" Kenapa kamu membawa ku ke sini?" Tanyanya kembali.


" Aku ngak ngerti dengan perasaan ku saat ini Claudia terhadap mu. Aku bingung,aku...aku ... aaa..aku sayang sama kamu" ucap Raka dengan penuh keyakinan dengan sedikit gagap.


"Maksud kamu apa Raka,aku tidak mengerti" ucap Claudia sambil berjalan kearah Raka.


" Aku cinta sama kamu Claudia,apa Semuanya kurang jelas untuk kamu mengerti apalagi kamu anak yang pintar disekolah jadi kamu udah mengerti apa maksud dari perkataan ku barusan" jelas Raka. Dia pun menggenggam tangan Claudia.


" Tolong beritahu aku apa yang harus aku lakukan untuk mendapatkan mu clau" ucap Raka tulus dengan penuh keyakinan. Berharap Claudia mengerti maksudnya.


" Jangan terlalu memaksa Raka,aku ini ngak ada apa-apa nya.aku hanya orang miskin dan tidak punya arah. Lagian juga apa yang kamu dapat dari aku,apa yang kamu lihat dari aku, semuanya tidak ada. Terimakasih sudah mencintai ku dan terimakasih atas segalanya. Kamu itu baik Raka jadi selamatkan lah diri mu dari aku. Kamu pasti tahu apa maksud ku " ucap Claudia dan meninggalkan Raka di sana.


" Maaf tapi itulah yang terbaik bagi mu" ucap Claudia tanpa berbalik badan dan pergi meninggalkannya.


" Haaaaaaa...." Teriak Raka.


" Kenapa ?kenapa? Kenapa kamu begitu dengan ku, salahkan aku mencintai mu " ucap Raka sedih.


****


Sore ini Dea dan Mama Siska duduk santai di ruang tamu sambil menikmat secangkir kopi hangat dan menonton Drakor"Mama...dua hari kedepan Dea akan pergi jalan-jalan perpisahan sekolah loh" ucap Dea manja kepada Mama nya.


" Kemana tahun ini perpisahan nya" tanya Mama nya.


" Ke Bali " ucap Dea sambil mengemil makanan ringan.

__ADS_1


" Seru banget dong itu" jawab mama Siska antusias.


" Pasti dong Mama ku sayang " jawab Dea kegirangan.


" Tapi Ma... Dea ngak punya baju yang sesuai dengan outfid pantai " ucap Dea


" Kamu ini kayak anak susah aja,jangan buat malu mama dehh. yaudah nanti kita ke mall untuk belanja keperluan kamu di sana " ucap mama Siska. Dea terlihat sangat senang akan perkataan Mama nya.


" Asikk... akhirnya aku baju baru lagi" ucapnya kegirangan sambil memeluk mama nya.


" Yuadah kamu habiskan dulu minum kamu, setelah itu siap- siap untuk ke mall" tutur Mama nya lagi.


Dea langsung menghabiskan minuman " Oke Mama ku sayang ummmchhh " ucapnya sambil mencium pipi mama nya.


" ihhh...kamu ini kayak anak kecil aja,sana siap-siap " ucapnya kembali.


Dea berlari ke kamar dengan hati yang senang.


" Jangan lari-lari Dea nanti jatuh" teriak mama Siska.


" anak ini ada-ada aja" sambungnya.


akhirnya mereka pergi ke mall untuk membeli perlengkapan Dea untuk jalan-jalan nanti. Semua permintaan Dea di turuti oleh mamanya pokoknya tinggal ambil dan bilang kalau di bilang No limited.


sungguh enak kehidupan Dea yang selalu di manja dan diperhatikan setiap keperluan Dea. tidak ada kata-kata kasar maupun siksaan.


pernah ngak sih merasakan setiap anak dalam keluarga itu berbeda-beda bentuk kasih sayangnya sama anak nya? begitulah yang di rasakan anak malang yang tidak tahu apa-apa tapi dia diperlakukan seperti anak yang tidak diharapkan dalam keluarganya. Sakit sihh iya tapi mau bagaimana lagi, semuanya sudah diatur oleh yang Maha Kuasa. Hanya bisa bertahan dan berserah kepada-Nya.


***


JANGAN LUPA LIKE,KOMEN,VOTE


πŸ’™πŸ’™πŸ’™πŸ’™πŸ’™

__ADS_1


Maaf menuggu lama.


__ADS_2