Pelukan Terakhir Ayah

Pelukan Terakhir Ayah
Bab 44


__ADS_3

Hari yang semakin sore dan cuaca juga semakin mending, akhirnya Andre membangunkan Claudia.


" Clau bangun,udah mau hujan" ucapnya lembut membangunkan.


Claudia terusiknya suara akhirnya dia bangun.


" Eh...maaf, sudah membuat mu kaki mu pegal" ucap Claudia bangun dari pangkuannya.


" Tidak apa-apa tapi jujur sedikit pegal juga" ucap Andre sambil menggoyang kan kakinya.


" Yaudah kita pulang yok,udah mau hujan" ucap Andre.


" Ya..iya kita pulang. Makasih buat sapu tangan nya,besok aku kembalikan kalau sudah aku cuci" ucap Claudia .


" Tidak perlu kamu kembalikan kamu pakai saja kalau kamu tiba-tiba mimisan kayak gitu" jelas Andre.


" sekali lagi makasih" ucapnya Kembali.


" Kamu suka banget bilang makasih, pasti orang tua kamu senang punya anak kayak kamu yang tahu terimakasih Mulu, Padahal tidak besar yang diberikan seseorang kepadamu" ucap Andre.


" Sekecil apapun itu , sebesar apapun itu dan apapun bentuk barang atau benda yang dia kasih kepada kita,kita itu harus berterimakasih kepada orang itu, jangan lihat dari segi bentuknya tapi lihat ketulusan hati nya kepada ketika saat memberikan pertolongan. Dan ngak semua orang dapat melakukan hal itu" ucap Claudia. Andre yang mendengar kata-kata Claudia merasa tersentuh,ini kenapa Andre sangat penasaran melihat Claudia yang jarang berbicara taoi sekali berbicara membuat hati nya semakin nyaman dekat Claudia.


" buruan jalan" ucapnya.


mereka berjalan ke parkiran, Andre memasang kan helm Claudia.


" Ya Tuhan kenapa Andre baik sekali kepada ku, malahan dia sangat perhatian kepada ku. andaikan kami bisa berteman lama aku pasti sangat bahagia" lirih Claudia dalam hati sambil memandang Andre.


"sudah jangan pandangi aku ,aku tahu aku ganteng,jadi jangan lama-lama yang kamu jatuh hati lagi padaku" goda Andre.


" Siap yang bilang kamu ganteng,jelas - jelas dimata kamu ada taik matanya " ucap Claudia membuang kan wajahnya.


Andre langsung meraba-raba mata nya sampai bercermin di spion keretanya tapi nihil, Claudia hanya membohongi nya. Andre tersenyum baru kali ini ada cewek yang ngeledekin dia.


"Kamu pintar juga ya berbohong" ucap Andre.


" Bagaimana ngak pandai ,selama hidup ku penuh dengan kebohongan bahkan masalah yang sangat besar pun aku pandai untuk menutupi nya" lirihnya dalam hatinya.


akhirnya Andre mengantarkan Claudia pulang tapi tidak sampai ke rumah ,dia menyuruh Andre untuk menurunkan nya di simpang perumahan karena tidak ingin mama dan papa nya tahu kalau dia di antar sama laki-laki .

__ADS_1


sesampainya di rumah Claudia langsung masuk ke kamar nya dan berganti pakaian. setelah itu dia turun ke bawah mencari keberadaan bi Asi.


Bi Asi sedang membersihkan kolam berenang dan Claudia menghampiri nya.


" Sini buk biar aku saja yang bersihkan" ucap Claudia meminta ahli kerjaannya.


" Ngak usah non biar bibi aja " jelas Bi Asi sambil membersihkan kolam.


" Biar Claudia aja buk" ucapnya Kembali.


" Apa anak ibu ini sudah makan? " tanya bi Asi.


" Nanti aja buk, barengan sama ibu" jelas Claudia.


" yaudah kalau gitu kita makan setelah ini,ibu ngak mau anak ibu yang cantik ini sakit" bi Asi akhirnya dan Claudia membersihkan kolam berenang agar cepat dan langsung makan.


akhirnya mereka selesai membersihkan nya, mereka Langsung kedapur dan makan.


belum habis makan tapi tiba-tiba mama Siska datang dengan raut wajah yang marah.


" Sini kamu" teriak Mama Siska.


plak


plak


" Kamu sudah berani melawan Dea,iya hah" teriak Mama Siska.


" nyonya apa yang anda lakukan, kasihan non Intan" bela bi asi dan mendekati Claudia.


" maaf nyonya saya ngak bermaksud untuk itu nyonya" ucap Claudia sambil menunduk,jujur kedua wajah Claudia memerah dan bekas tangan mama nya berbekas.


" Kami pikir kamu siapa di rumah ini,kamu hanya anak pembawa sial dirumah ini,kamu itu hanya BENALU YANG DATANG ENTAH DARI MANA" ucap mama Siska menekan kan kata - kata tersebut.


" Saya ingat betul nyonya kedudukan saya dirumah ini" ucap Claudia sambil menintih kan air mata.


" Sekarang kamu ikut saya" mama Siska menarik tangan Claudia ke belakang rumah. sesampainya di tepi kolam mama siska menyuruh Claudia untuk masuk kedalam . ya mama Siska menghukum Claudia merendam di kolam.


Bi Asi mengikuti dari belakang,mau membela tapi dia tidak punya wewenang untuk melakukan nya.

__ADS_1


" Cepat kau masuk ke dalam itu dan ingat jangan sampai keluar dari dalam sebelum matahari terbit,kamu sampai pagi disitu.


Bibi jangan kasih dia makan,kalau sempat bibi kasih dia makan, jangan harap Claudia ada di bumi ini lagi. jangan coba-coba melawan saya INGAT ITU" ucap Mama Siska.


" CEPAT KAMU MASUK" teriak mamanya. karna tak kunjung masuk akhirnya Mama Siska mendorong Claudia sambil jatuh ke dalam, Untung nya tidak ke kolam yang dalam dan Claudia masih bisa menyeimbangkan nya.


" ITU HUKUM KARNA KAMU SUDAH MELAWAN ANAK SAYA. JANGAN COBA-COBA UNTUK KELUAR DARI SINI" teriak Mama Siska.


" iya nyonya" jawab Claudia.


mama Siska pergi meninggalkan mereka. Bi Ai langsung mendekati Claudia,hi Asi menangis melihat Claudia yang tertunduk bagaimana mungkin ada seorang ibu yang tega kepada anak nya menghukum di kolam sampai pagi hari.


" Buk jangan menangis, Claudia tidak apa -apa kok,jadi jangan menangis" jelas Claudia.


" Ibu ngak nangis kok,ibu ngak tega melihat non dilakukan seperti ini hiks...hiks" ucap Bi Asi duduk di tepi kolam.


" yaudah ngak papa,bibi pergi aja ke dalam jangan buat mama marah yang ada Claudia lagi jadi sasaran nya" ucap Claudia menyakinkan bi asi agar tidak menangis.


" Claudia minta, jangan pernah menangis untuk Claudia, Claudia baik-baik saja kok. Ini sudah biasa untuk Claudia. ibu jangan nangis ya ,nanti malah jaga cepat tua lagi" ucap Claudia di dalam kolam.


" iya ibu ngak nangis lagi,tapi non harus tetap semangat ya. nanti ibu Bawak makanan untuk non" ucap Bi Asi sambil mengelus rambut Claudia.


" Iya buk, makasih ya" ucapnya sambil tersenyum.


" Kalau butuh apa apa panggil ibu" ucapnya lagi.


" iya buk".


akhirnya bi asi meninggalkan Claudia di kolam berenang. Dan Claudia tetap berdiri di dalam kolam menantikan matahari terbit.


" *Apakah ada orang diluar sana sama seperti aku yang merasa kan hal yang sakit sakit ini. mudah-mudahan tidak ada orang seperti aku " lirih Claudia dalam hati nya.


LIKE


KOMEN


FAVORIT


Maaf kalau ada kata kata yang salah atau kurang pas ๐Ÿ™ˆ๐Ÿ˜*

__ADS_1


__ADS_2