Pelukan Terakhir Ayah

Pelukan Terakhir Ayah
Bab 79


__ADS_3

Keesokkan harinya acara pemakaman telah dilaksanakan dan semua kerabat dan para tamu sudah berpulang dari rumah duka. kini tinggal lah keluarga inti.


Pak Surya saat ini berada di dalam kamar ibunya sambil memeluk foto Ibu nya. Lelah menangis seharian pak Surya terlelap dalam tidurnya di lantai sambil memeluk foto tersebut.


singkat cerita malam pun tiba,semua keluarga inti berkumpul di ruang tamu untuk mendengarkan siapa yang berhak untuk mendapatkan penerus warisan dari nenek ataupun orang tua mereka.


Semuanya berkumpul disana sambil menerka-nerka siapa orang yang beruntung itu. Semua keluarga mulai tegang. Pak Surya juga menghadiri acara tersebut walaupun dirinya tidak meninggikan warisan tersebut tapi dia tetap mendengarkan nya.


Tidak lain dari mama Siska yang sangat penasaran sekali siapa orang yang beruntung itu. Dengan wajah yang sinis,dia melihat satu persatu keluarga yang berkumpul disana.


" Pasti Dea atau mas Surya yang mendapatkan warisan dari ibu,jelas karena kami yang mengantarkan nya ke rumah sakit bahkan sampai ke pemakaman terakhirnya" Guman mama Siska dalam hati.


Tibalah saatnya Pak Agus membacakan siap yang berhak mendapatkan warisan dari nenek mereka.


" Baiklah karna keluarga nyonya sudah berkumpul di rumah ini,saya selaku orang kepercayaan nyonya sekaligus pengacara. Didalam berkas ini, nyonya sudah membuat penerus warisannya dan orang tersebut adalah cucu nya sendiri yaitu Claudia Intan Sanjaya, dialah yang mendapatkan sepenuhnya warisan tersebut.


Semua orang yang ada disitu terkejut atas ucapan yang di lontarkan Pak Agus dengan tegas.


" Bagaimana mungkin" ucap Mama Siska terkejut.

__ADS_1


" Seberuntung itukah anak haram itu untuk mendapatkan harta warisan nenek?" ucap mama Siska dalam hati nya yang masih tidak terima atas hal tersebut.


" Apa ada yang keberatan?" tanya Pak Agus kepada keluarga mendiang.


" Apa nenek tidak salah buat, Claudia sebagai pewaris nya nenek? " tanya mama Siska.


" Nenek tidak salah buat buk, malahan nenek membuat ini dimasa dia sehat nya dan masih sadar akan apa yang dia lakukan. ini sudah menjadi keputusan dari beliau dan tidak bisa di ganggu gugat oleh siapapun kecuali beliau ataupun Claudia sebagai pewaris" ucap Pak Agus tegas.


" Saya tidak setuju " ucap Kembali mama Siska.


" Setuju atau tidak setuju ini sudah menjadi keputusan dari beliau. Mungkin cukup jelas untuk informasi yang saya sampaikan. Terimakasih " ucap Pak Agus dan pergi meninggalkan rumah duka.


" Papa..gimana dong,masak iya anak haram itu yang menjadi pewaris keluarga kita sih.pokoknya mama ngak setuju Pah" ucap mama Siska dengan kesal dan emosi.


" Apa kurang yang aku kasih selama ini sama mama? apa kurang kekayaan yang kamu miliki sekarang? Apa mama hanya mencintai uang papa tapi bukan hati Papa? jawab Ma... sampai-sampai mama mempermalukan diri mama di depan kerabat yang datang Hahhh..." teriak Pak Surya dengan suara yang tinggi dan pergi meninggalkan mama Siska diruang tamu sendiri. Mama Siska terdiam mendengar kata-kata suaminya yang keras.


" Awas saja kamu Claudia,saya akan buat hidup kamu lebih sengsara " ucapnya dengan penuh dendam dan emosi.


****

__ADS_1


Singkat cerita Keluarga Pak Surya sudah kembali ke tempat kediaman mereka. wajah lesu,letih,sedih,terpancar di wajah Pak Surya saat berjalan memasuki rumah. Pak Surya membawa foto almarhum ibunya untuk dipajak di rumah mereka. Saat pak Surya masuk ke rumah,ternyata Claudia melihat Papa nya yang lesu dan sedih. Saat itu Claudia sedang membersihkan taman depan.


" Papa Kenapa ya ,kok tumben ngak semangat begitu" guman Claudia dalam hatinya dan sambil mencabut rumput.


" Hey...anak haram sini kamu" panggil Mama Siska saat turun dari mobil. Karna Pak Surya tidak satu mobil dengan Mama Siska karena masih emosi.


Claudia yang mendengar namanya dipanggil langsung menoleh ke sumber suara dan ternyata mama nya memanggil.


" Iya nyonya, sebentar" jawabnya.


Claudia langsung meninggalkan pekerjaan nya dan langsung berlari mendekati mama nya.


" Iya Nyonya ada apa,ada yang bisa saya bantu?" tanya nya sambil menunduk.


" Dasar anak jelek, bau,dekil" gumannya sambil memakinya.


" Kamu bawak semua barang yang ada di bagasi, ingat jangan sampai ada yang ketinggalan" ucap mama Siska sambil pergi meninggalkan Claudia.


" Baik nyonya" jawabnya

__ADS_1


Claudia pun mengeluarkan semua barang-barang yang ada di bagasi dan memindahkan ke kamar mama Siska. dengan pelan-pelan Claudia memindahkan karna melihat kondisi tubuh nya yang lemah.


__ADS_2