
" Ada apa Clau muka nya kesal begitu" tanya Leo teman satu kerjaannya.
" Itu tuh ada laki-laki sok kegantengan tadi bikin kesal aja" jawab nya sambil melihat ke arah pria tadi.
" Namanya juga pelanggan Clau harus ekstra sabar dan sabar" balas Leo dengan senyuman.
" Ihhh Kak Leo sama aja kayak pria tua itu ,sama sama buat kesal aja" ucap Claudia meninggalkan Leo. Leo hanya tertawa melihat tingkah Claudia.
" Hey mau kemana" panggil Leo
" Tau ahhh " balasnya .
Tanpa mereka sadari ternyata pria itu memandang ke arah mereka berdua Leo dan Claudia, bagaimana mungkin pria itu melupakan perempuan yang pernah membentaknya pada waktu itu. Ya...Dia Devan.
Pada saat itu Devan emang terburu-buru untuk pulang karena ada hal yang sangat penting untuk dikerjakan tapi setalah itu dia kembali lagi ke cafe itu untuk mencari Claudia tapi Devan mendapatkan informasi bahwa Claudia di pingsan dan dibawak ke rumah sakit dan tidak tahu ke rumah sakit mana.
Tapi hati ini Devan menemukan nya kembali.Ada rasa senang dan bahagia ketika menemukan nya. Keberuntungan selalu berada pada Devan.
Tapi sayangnya Claudia tidak mengingat nya lagi bahkan mengenali pun tidak.
^^^" Sabar Dev semuanya akan berpihak padamu" Ucap Author 🙈.^^^
***
" Silahkan Pak minumnya" Ucap Leo menghantarkan pesanan Devan.
" Kenapa kamu yang mengantarkannya? mana perempuan tadi ? tanya Devan.
"Perempuan yang mana ya Pak? " balas Leo,karna memang dia ngak tahu perempuan mana yang di maksud Devan .
" Nama nya Clau..yang tadi di sana" tunjuk Deva kearah tempat pemesanan.
__ADS_1
" Ohhh Claudia" ucap Leo .
" Ya dia,kemana dia ?kenapa tidak dia yang mengantarkan nya?" tanya Deva panjang lebar.
Leo yang merasa bingung dan tidak tahu apa yang terjadi di antara mereka hanya mengarut kepalanya yang tidak gatal.
" Maaf Pak dia sudah pulang dan saya yang Menganti kan " jawab Leo kikuk .
" Oh...kamu bisa pergi" ucapnya datar.
Leo pun pergi meninggalkannya dengan seribu pertanyaan yang akan ditanyakan kepada Claudia besok karna memang Claudia sudah pulang.
" Hmm..gagal lagi deh " ucapnya dalam hati sambil menikmati pesanan nya.
*****
" Dari mana saja kamu?" bentak Mama Siska dari balik pintu.
" Dasar anak tidak tahu diri,sukanya keluyuran terus. kamu pikir kamu nyonya dirumah ini sampai kamu tidak tahu batasan kau..Ha? " bentak Mama Siska sambil menjambak rambut Claudia.
" Ahh...ampun ma... ampun ma... sakit ma" ucap Claudia menahan tangan mama nya Karena menarik rambut nya terlalu kuat.
" Ampun kami bilang...Sampai kapan pun saya ngak akan ampuni kamu.dasar anak pembawa sial dasar murahan" mama siska menyeret Claudia sampai ke kamar Claudia.
Claudia hanya pasrah menahan rasa sakit dari perlakuan mama nya sendiri. bagaimana pun mama siska adalah ibu yg sudah melahirkan nya. rasa sakit tidak akan terasa kalau terlalu sering menerima nya.
Brak...
tubuh Claudia terbentur ke siku meja.
" Ahh..." ringis Claudia kesakitan dan tiba -tiba keningnya mengeluarkan darah.
__ADS_1
Mama nya hanya tersenyum puas karna dia melihat Claudia kesakitan. Tak cukup hanya itu saja Mama nya mengambil tali pinggang dan mencambuk tubuh Claudia. berkali kali cambukan itu ke tubuh Claudia tanpa ada rasa kasihan.
Bagaimana perasaan Claudia saat ini? menangis? tentu ,dia hanya bisa menangis saja . rasanya ingin mendapat pembelaan tapi tidak tahu dari siapa.
" Tuhan kuatkan saya , kirimkan orang baik buat saya. rasanya tidak sanggup lagi Tuhan. Sakit... sekali" ucapnya dalam hati sambil menangis.
" Ampun Mah...tolong ampuni Claudia" ucapnya sambil menahan tali pinggang yang ada di tangan mama nya.
tiba-tiba mamanya
Plak...
Plak..
Suara tamparan itu begitu keras membuat kedua pipi Claudia memerah dan mengeluarkan darah segar.
" Ahhh"ringis Claudia.
" INGATTT..kalau kamu berani pulang lama lagi jangan harap kamu bisa melanjutkan sekolah kamu dan sampai kamu ketahuan lagi jangan harap kamu bisa tinggal di rumah ini. INGAT ITU CLAUDIA" bentak Mama Siska keras membuat Claudia kaget.
" I..Iya iya mah, Claudia janji "jawab Claudia sambil sujud di depan mama nya.
" Bagus.. sekarang kamu bersihkan rumah ini dan jangan pernah mengadu ke papa kamu " ancam mama nya kembali.
" I..iya iya mah,aku janji tidak akan kasih tahu papa" balas Claudia dengan suara lemah.
Bagaimana tidak lemah pulang kerja tiba-tiba saja Mama nya menghukum nya tanpa ampun. hanya gara gara pulang telat tapi mama nya sampai membabi buta menghukum nya.
Mama nya pun meninggalkan Claudia dikamar dengan keadaan berantakan. bekas cambukan menempel sempurna di punggung nya, sudut bibir yang lebam dan kening sedikit robek membuat Claudia sedikit lemah.
Dia membaringkan tubuhnya di atas kasur miliknya. menatap langit langit kamarnya tanpa arah. tidak ada sesuatu disana tapi berlahan dia menutup mata nya.
__ADS_1
Jangan lupa untuk like dan komen ya guys❤️❤️❤️