Pelukan Terakhir Ayah

Pelukan Terakhir Ayah
Bab 22


__ADS_3

Siang hari rumah terlihat sangat sunyi,tidak ada aktivitas diruang tamu bahkan di luar rumah. Kedua orang tuanya tidak ada di rumah dan juga Dea tidak terlihat di dalam kamar nya.


Claudya yang berada di kamar sedang asik memilih milih baju untuk dipakai nya mencari pekerjaan.


setelah selesai dia langsung menjumpai Bi Asi yang berada di dapur.


" Bibi sedang apa" ucap Claudya yang berada di belakangnya . Membuat Bi Asi terkejut.


" Astaga non,buat bibi terkejut aja" jawab Bi asi sambil mengelus dadanya.


" Maafkan intan sudah buat bibi terkejut" ucap Claudya sambil tersenyum.


" Ngak papa. Non Intan mau kemana udah rapi begini" tanya Bi asi.


" oh intan mau keluar sebentar Bi,ada yang mau Claudya beli" ucapnya berbohong.


"Bi..kenapa rumah terlihat sangat sepi,pada kemana mereka" tanya Claudya.


" Ohh... Nyonya bilang mereka akan pergi ke pantai,karna sudah lama tidak ke pantai" ucap Bi Asi sambil mencuci piring.


" Ohh" jawab Claudya menunduk.


" Yaudah intan pergi dulu" pamit Claudya sambil mencium tangan Bi Asi.


" Hati hati"


" Okay bibi ku sayang" ucapnya sambil tersenyum.


*****


Sementara disisi lain nampak keluarga yang sangat harmonis di pinggir pantai.


Banyak orang orang yang melihat kehangatan mereka pada mengkagumi nya, bagaimana tidak mereka bertiga nampak begitu bahagia tanpa ada rasa beban apapun.


" Mama..aku ke sana dulu ya" pamit Dea kepada Mama nya.


" Hati hati sayang" jawab mamanya.


Dea berlari sampai ke pinggir pantai sambil bermain main air disana dengan tawa lepas.

__ADS_1


" Mas... kamu akhir akhir ini sangat beda dari sebelumnya. Apa ada masalah di kantor? tanya mama Siska.


" Ngak ada Mah,perasaan mama aja kali" jawabnya sambil memeriksa beberapa email.


" Ohh".


" Mama ke toilet dulu" pamitnya.


" Papa temani" tawarnya.


" Ihh..papa ada ada saja,malu tahu" ucap mama nya malu.


" kenapa harus malu,Papa kan suaminya Mama bukan orang lain" godanya sambil memeluk istrinya.


" Pah...malu ahh dilihat orang,jangan kayak gini ahh" tolak istrinya karna sudah malu karna orang orang pada melihat kearah mereka.


" Yaudah papa akan tagih setalah dirumah" ucap suami nya sambil mencubit hidung istri nya.


Wajah istrinya sudah seperti kepiting rebus,karna godaan suaminya.


" udah ahh mama ke toilet dulu" ucapnya sambil meranjak dari tempat duduk nya.


Dia pun kembali memeriksa email yang masuk.


******


Brukkkk....


Claudya menabrak seseorang di sebuah cafe.


" aduh.... kamu bisa jalan ngak sih" teriak seorang.


Claudya juga merasakan rasa sakit dibagian bokong nya. Tapi cepat cepat dia bangkit.


" Maaf Pak saya tidak sengaja" ucap Claudya sambil menunduk.


Pria itu pun langsung berdiri sambil merapikan pakaian nya karena sedikit berantakan.


"Makanya jalan itu pake mata,bukan pake dengkul" maki pria yang berhadapan dengan Claudya.

__ADS_1


" Dasar pria aneh,aku kan udah minta maaf " kesal Claudya.


"Jalan itu pake kaki Pak bukan pake mata" Claudya memberanikan diri buka suara.


"Kamu ya berani melawan saya" ucap pria itu meninggihkan suaranya.


" Ini orang ngak bisa ngomong pelan sedikit ngak sih, dia pikir aku budek apa? Untung ganteng kalau tidak udah gue makan nih bapak ganteng ini" Guman Claudya memaki pria itu.


" Aku tahu sedang memaki saya" ucap pria itu datar.


" Kok Bapak tahu" jawab Claudya polos.


" jadi kamu sedang memaki saya" teriak pria itu kembali.


" Maaf Pak tidak sengaja" jawab Claudya menunduk sambil memegang bajunya.


Pria itu tersenyum melihat Claudya yang masih menunduk.


" Cantik, sepertinya orang biasa, masih polos,aku kerjaan aja kali ya" Guman Devan tersenyum kecil melihat Claudya.


" Karna kamu sudah menabrak saya kamu harus bertanggung jawab" ucap Devan .


" Apa!!! tapi bapak juga salah,bapak yang menabrak saya duluan.Bapak yang tidak hati-hati berjalan. Makanya bapak kalau jalan jangan main hp Mulu" ucap Claudya panjang lebar tak mau kala.


Devan yang mendengar ocehan Claudya hanya terdiam tapi tak di hiraukan. Dia tetap harus bertanggung jawab.


" Saya ngak mau tahu kamu harus bertanggung jawab kalau tidak saya akan lapor ke polisi,biar orang tua kamu tahu kelakuan anaknya" tegas Devan.


Claudya yang mendengar hanya terdiam,kalau sampai ketahuan sama papa, dia akan semakin membencinya. Lama Claudya terdiam dan tiba-tiba.


" Yaudah kalau ngak mau,saya akan telpon polisi sekarang juga" ucap Devan sambil mengambil handphone nya.


" Baik...baik..saya kan bertanggung jawab"jawabnya.


" Ok..temani saya makan siang" ucap Devan.


" Hmm"


🔻 Happy reading 🔻

__ADS_1


__ADS_2