Pelukan Terakhir Ayah

Pelukan Terakhir Ayah
Bab 8


__ADS_3

Mata hari pagi sudah memancarkan sinar nya membuat Claudya menggeliat diatas tempat tidur nya. Claudya berlahan lahan membuka matanya alangkah kagetnya dia melihat jam yang sudah menunjuk kan 07.30. Dia pun berlari ke kamar mandi untuk bersih-bersih dan siap siap untuk pergi ke sekolah. setelah selesai Claudya langsung berlari menemui Bi asi di dapur. Tiba tiba dia melihat papanya sudah berapa di meja makan sendirian. Tidak tahu di mana mamanya dan kakak nya.


"Pagi Pah" ucap Claudya gugup dan menunduk.


Tak ada sahutan dari papa nya ,dia hanya fokus dengan menikmati secangkir kopi sambil membaca koran.


Karna Claudya tidak di respon dia pun melangkah kan kaki dari hadapan papa nya untuk menemui Bi Asi.


" Sabar Claudya tidak apa apa mungkin papa sedang badmood urusan kantor" tebak Claudya dalam hatinya walaupun dia tidak tahu apa yang terjadi pada papa nya.


" Pagi Bibi... maafkan Claudya bangun terlambat" ucap Claudya sambil cemberut dibelakang bi asi.


Bi asi yang melihat Claudya hanya tersenyum.


" Tidak apa apa Non" ucap Bi Asi.


" Non berangkat ke sekolah saja nanti non telat lagi. Dan ini non naik bus aja ya biar tidak telat" Bi Asi memberikan uang saku untuk Claudya supaya bisa naik bus.


" ngak usah Bibi,nanti uang bibi habis untuk bayar ongkos Claudya lagi" tolak Claudya lembut.


" Kalau kamu menolak nya bibi akan marah sama Intan" Ucap Bi Asi pura pura. Hanya ini yang bisa membuat Claudya menerima pemberiannya.


" Tapi Bi...."

__ADS_1


" Tidak ada tapi tapian " ancam Bi Asi.


" Baiklah Bibi ku sayang" peluk Claudya menerima uang dari bi asi.


" yaudah kalau begitu kamu berangkat dulu" pamit Claudya sambil mencium tangan Bi Ais.


" Tunggu..." ucap Bi Asi mengehentikan langkah Claudya.


" Ada apa Bi " ucap Claudya berbalik.


" Bekal kamu ketinggalan" ucap Bi Asi samb memberikan kotak bekalnya.


" Oh iya Claudya lupa" Claudya tertawa sambil memasukkan kotak makanan ke dalam tasnya.


Dahh...


*****


Di halte Claudya menunggu bus untuk menuju ke sekolah nya. Tapi tiba-tiba Raka mendekati nya dan membuat Claudya kaget.


"Hey anak culun ngapain kamu di halte biasanya kamu naik sepeda " ledek Raka tertawa.


Claudya masih diam tanpa membalas pertanyaan Raka. Karna semakin merespon semakin banyak pulak pertanyaan yang akan di tanyakan kepada nya.

__ADS_1


" Kamu punya kuping ngak sih" kali ini suara Raka maik satu oktaf.


Dan lagi lagi Claudya hanya terdiam. Raka yang semakin kesal karna dia tidak menjawabnya Raka mencengkeram tangan Claudya membuat dia kesakitan akibat cengkeraman Raka.


" Aaaww..." Ringis Claudya kesakitan.


" Tunggu di sakiti baru tuh mulut bersuara" ucap Raka melepaskan tangan Claudya.


" Kenapa kamu ngak naik sepeda" tanya Raka kembali.


"Ini orang gila atau kenapa ya ...pengen tahu aja urusan orang" umpat Claudya dalam hatinya yang kesal terhadap Raka yang super kepo.


" Malas aja kak naik sepeda hari ini" ucap Claudya.


" ohhh...Emang kamu punya uang untuk bayar ongkos nya" ucap Raka meledek Claudya. Karna dia tahu Claudya tidak bisa membayar ongkos karna disekolah pun dia tidak pernah jangan dikantin.


" cihhh....nih orang sombong banget sih.." batin Claudya.


" Maaf kak aku duluan " ucap Claudya berpamitan karna bus nya sudah datang".


Claudya masuk ke bus dan melihat bangku yang kosong dan tiba tiba Raka langsung duduk di bangku yang kosong.


" Dasar pria aneh" umpat Claudya kesal karna Raka mencuri tempat duduknya. mau tidak mau dia harus berdiri sampai ke sekolah.

__ADS_1


*****


Bau bau bucin 🤔


__ADS_2