Pelukan Terakhir Ayah

Pelukan Terakhir Ayah
Bab 53


__ADS_3

Hari mulia sore semua penghuni rumah tidak tahu entah kemana. Saat nenek pulang semuanya tidak kelihatan. Pada saat pulang nenek nya memberikan sesuatu kepada Claudia, dilihatnya sepasang sepatu yang sangat cantik dan barang itu pun susah untuk didapatkan.


Flashback on


" Apa nenek boleh masuk ke kamar cucu nenek" pamit nenek nya saat memasuki kamar Claudia.


" Ihh... nenek apa sih,ya boleh dong nek. Mari masuk nenek" ucap Claudia sambil tersenyum dan saya menarik tangan neneknya.


"Sini deh sayang, nenek ada bawak sesuatu buat mu" ucap neneknya kepada Claudia. dia pun mendekati neneknya. kebetulan Dea sudah masuk ke kamarnya.


" Ada apa nek" tanyanya penasaran.


" Ini.kamu buka saja" ucap neneknya.


Claudia menerimanya dan langsung membuka nya. Saat sudah terbuka, Claudia begitu takjub melihat sepatu yang diberikan neneknya. Tapi tiba-tiba dia menutup kembali kotak sepatu itu dan menggeser kan sepatu itu .


" Ini sangat cantik sekali nek,tapi Claudia tidak cocok untuk menerima nya" ucap Claudia menolak pemberian neneknya.


" siapa bilang ngak cocok? ini sangat bagus untuk mu" jelas neneknya .

__ADS_1


Neneknya terus memaksa Claudia untuk menerima sepatu itu. Dan pada akhirnya Claudia menerimanya dengan berat hati. Bukanya dia tidak mau tapi dia takut dengan mama nya. Pasti mama nya marah besar kalau dia menerima barang dari neneknya. Karena mama nya pernah bilang kalau Claudia tidak pantas menerima apapun yang diberikan oleh keluarga mereka walaupun Claudia bagian dari keluarga mereka.


Dan neneknya pun berpamitan dengan nya.


Flashback off


" Bu... orang papa dan mama kemana? kenapa rumah sepi sekali" ucap Claudia sambil berjalan mendekati Bi Asi didapur.


" Oh... orang nyonya dan tuan beberapa hari ini mereka tidak dirumah karena tiba-tiba besan dari keluarga mama ada yang sakit,jadi mereka menjenguk nya" jelas Bi Asi kepada nya.


" Oh... begitu. kalau Kakak Dea kemana? " tanya nya lagi.


" Kalau ngak salah setelah tuan dan nyonya tidak beberapa kemudian nona Dea keluar, mungkin bertemu dengan teman-temannya" jelas Bi Asi.


" nak Claudia sapu halaman depan saja" ucap Bi Asi.


" Yaudah buk,aku kedepan dulu" pamitnya.


Claudia membersihkan semua pekarangan rumah dan menyiram tanaman. Pokoknya dia kerjakan dengan pelan-pelan,dia tidak ingin penyakit nya kambuh lagi.

__ADS_1


Saat menyiram bunga ada seseorang didepan gerbang memperhatikan Claudia dari dalam mobil, kebetulan Mang Udin tidak ada disana, dia pergi ke kamar mandi.


Dilihatnya perempuan itu tersenyum kepada nya, saat Claudia mendekat tiba-tiba dia menutup kaca mobil dan pergi meninggalkan rumah itu. Claudia belum sempat untuk bertanya tapi sudah pergi


" siapa ibu itu tadi kenapa dia tersenyum kepadaku" ucapnya bingung dan tidak mengerti.


" ahh mungkin salah alamat atau salah orang" pikir Claudia positif tanpa ada rasa curiga terhadap orang tersebut.


" Cari siapa neng?" tanya mang Udin tiba-tiba saat didekat Claudia.


" Ngak apa apa mang,hanya kucing tadi lewat. Saat Claudia mau mengambil dia malah pergi" ucapnya berbohong.


" ohh...kirain ada apa " jawab mang Udin.


" Yaudah mang, Claudia lanjut bersih-bersih" jelas Claudia.


" Iya neng" balasnya.


Claudia pun melanjutkan pekerjaan nya , disapunya semua yang kotor. Saat dia ingin melompat mengambil daun-daun yang tertinggal di atas atap, tiba-tiba keluar darah segar, mengalir terus tanpa henti. Dia berlari ke arah kamar nya agar bi asi tidak melihat.

__ADS_1


DUKUNG TERUS YA TEMAN-TEMAN πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™


BANTU LIKE , VOTE,KOMEN,Dan FAVORIT πŸ™πŸ™


__ADS_2