Pelukan Terakhir Ayah

Pelukan Terakhir Ayah
Bab 7


__ADS_3

Ada rasa haru ketika Pak Surya memperhatikan Claudya malam ini entah malaikat apa yang menempel kepada nya. Tapi tidak menunggu lama Bi asi langsung berlari ke belakang rumah untuk membantu Intan keluar dari sana.


Bi Asi langsung membuka gudang itu alangkah kagetnya Bi asi melihat Claudya pingsan di dalam. Bi asi langsung berlari memeluk Claudya sambil menangis.


" Non bangun non...." Bi Asi menepuk pipi Claudya agar sadar.


" non...bangun jangan buat Bibi khawatir. Non Intan bangun" Bi asi manangis sambil memeluk Claudya yang tidak merespon.


Bi Asi langsung berlari untuk meminta Pertolongan kepada sopir pribadi nya majikan nya yang berada di depan rumah sedang berbincang bincang dengan security. Tak berapa lama Bi asi dan Pak Ujang sudah di halaman belakang.


" Pak Ujang tolong angkat non Intan kekamar nya" ucap Bi Asi.


" Non Intan kenapa bisa seperti ini Bi" tanya Pak ujang kaget melihat kondisi Intan.


" Nanti bibi jelaskan Pak" ucap Bi Asi panik.


Setalah Claudya berada di kamar nya Bi Asi langsung mengganti pakaiannya dengan pakaian yang bersih. setalah itu Bi asi langsung mengambil makanan dan beberapa buah juga.


Pak Ujang mengkompres Claudya karna badannya hangat mungkin karena Claudya sempat tidur dilantai.


" Pak.. bagaimana kalah non Intan tidak sadar kan diri Pak" ucap Bi asi mulia panik karna Claudya belum juga sadar dari pingsan nya.

__ADS_1


" kita berdoa saja Bi,pasti Non Intan bentar lagi sadar" ucap Pak Ujang menenangkan bi asi.


" Mudah mudahan ya Tuhan dengarkan doa kami" doa Bi Asi.


" Ya sudah bapak keluar dulu kalau ada apa apa panggil saya nanti" pamit pak Ujang.


" Terimakasih Pak Ujang" ucap Bi Asi.


" Tidak apa apa Bi,dia juga majikan saya" jelas pak Ujang setelah itu dia pamit.


Bi Asi masih setia menunggu Claudya sadar dari pingsannya . Dia memberikan minyak kayu putih ke hidung supaya Claudya cepat sadar.


" Non sudah sadar? apa non perlu sesuatu? tanya Bi asi.


Claudya masih melihat ke kanan dan ke kiri.


" Bi Claudya dimana" tanya Claudya dengan suara yang masih lemah.


" Non Intan lagi kamar non sendiri" ucap Bi Asi.


Claudya menatap Bi asi yang berada di depan nya dan menggenggam tangan Bi asi dengan begitu erat sambil menangis.

__ADS_1


" Maafkan Claudya Bi...sudah membuat bibi dalam kesusahan" tangis Claudya .


" Jangan menangis Non. Non tidak pernah buat bibi kesusahan,malahan non selalu membantu bibi dalam pekerjaan. Non jangan menangis lagi ya" Ucap Bi Asi menghapus air mata Claudya.


"Tidak tahu sampai kapan bibi akan menghapus air mata kamu Non. Bibi tidak tega melihat Non seperti ini. Semoga suatu saat kamu dapat bahagia" Doa Bi Asi dalam hatinya.


" Ya sudah kalau begitu kamu makan dulu ya katanya lapar" sambung Bi mengambil nampan yang berisi makanan dan yang lainnya.


" Bibi ngak salah kan kasih Intan makanan seperti ini" tanya Claudya ragu terhadap makanan yang bawak bi Asi. Biasanya Claudya hanya makan nasi,telur goreng dan juga tempe. Tapi kali ini beda Bi Asi membawa nasi,ayam goreng,cumi goreng tepung dan sup ayam dan beberapa buah juga serta jus jeruk.


" Bibi ngak pernah salah. Sekarang kamu harus makan semuanya jangan takut ya " ucap Bi Asi.


" baiklah Bi. Terimakasih" ucap Claudya memeluk nya.


Claudya pun disuapi Bi Asi walaupun Claudya sudah menolaknya tapi bi asi tetap menyuapi nya seperti anak kecil sampai makanannya habis tanpa sisa.


Setalah makan Claudya langsung beristirahat ditemani oleh Bi Asi.mereka berbagi tempat tidur dan peluk dari seorang ibu.


******


Cemangatt Intan aku pada mu😞🤗

__ADS_1


__ADS_2