Pelukan Terakhir Ayah

Pelukan Terakhir Ayah
Bab 29


__ADS_3

Saat ini semua siswa lagi hebo hebohnya karena mereka akan menghadiri pesta ulang tahun kakaknya, mereka semua mendapat kartu undangan dari kakaknya. Bagaimana tidak hebo apalagi pesta nya di gelar di hotel yang terkenal dan termahal di kota ini dan juga pemilik hotel nya adalah papanya sendiri. kapan lagi masuk ke hotel berbintang dan terkenal di kota ini. Claudya hanya menunduk dan mendengarkan orang orang disekitar nya yang menceritakan tentang kebesaran hotel milik Papa nya bagaimana pun Claudya bangga memiliki Papa yang hebat dan kaya di kota ini tapi sayang mereka tidak kaya akan kasih sayang kepada nya.


Tiba-tiba Ada seseorang yang memanggil Claudya.


" Claudya" panggil nya.


Claudya yang mendengar nama nya dipanggil langsung melihat nya .


" Astaga kenapa dia memanggil ku,kalau dilihat Kak Dea gimana? pasti aku kenak imbasnya " Guman Claudya dalam hati nya karena Raka memanggil nya.


" Hay" sapa Raka.


Claudya hanya menunduk karena tidak mau kenak imbas dari kakak nya. Apalagi soal kemarin Mama memarahi ku.


" Apa kamu tidak bisa bicara untuk membalas sapaan ku pagi ini" tanya nya.


" Maafkan aku bukan saya tidak mau tapi aku tidak mau dapat masalah dari mama dan kak dea.tolong mengerti lah Raka" sahut nya dalam hati sambil menarik narik rok nya.


" Hai.." balas Claudya sambil sedikit tersenyum.


" Kenapa kamu sering tidak masuk sekolah? Buk Ros nanya kamu,karena udah 3 hari kamu dalam seminggu ini tidak masuk kelas. Apa kamu sakit? " tanya nya. kebetulan Raka adalah ketua kelas.


"Ngak,aku ngak sakit kok" sahutnya dengan gugup.


" Jadi kmu kemana sampai tidak masuk sekolah" tanya nya kembali. Raka terus memandang Claudya ada rasa bahagia Ketika Claudya membalas perkataan nya. Dulu Claudya terus menghindar kalau Raka mendekat.


" kema...kemarin saya ada urusan keluarga ,iya....urusan keluarga" sahut dengan gugup.


" please...jangan tanya lagi" gumannya .


" Ohh...kalau gitu kamu disuruh buk Ros untuk menemuinya di ruangannya setelah pulang sekolah" ucap Raka. sebenarnya Raka ingin memberitahukah bahwa dia dipanggil ke ruangan wali kelas tapi Raka Mala ambil kesempatan walaupun tidak salah menanyakannya karena dia ketua kelas.


" iya. terimakasih" sahut Claudya.

__ADS_1


" Baiklah aku keluar dulu" pamit nya.


" please tahan aku Clau..aku masih ingin berbicara kepada mu" Guman Raka dalam hati nya,pengen rasanya bercerita lama dengan nya.


" hmm" balasnya.


" Kira kira apa ya yang ingin ditanyakan buk Ros pada ku" batin Claudya khawatir ada rasa tak nyaman setalah Raka mengatakan aku dipanggil ke ruangan buk Ros. "Tuhan mudah mudahan tidak ada apa-apa " doanya.


Tak terasa jam pulang sekolah pun tiba semua anak-anak sudah bersiap-siap untuk pulang . beda dengan ku,aku masih terdiam sejenak memikirkan apa yang akan dikatakan oleh Buk Ros. ku perhatikan sekeliling ku sudah kosong Raka dan teman temanya sudah pergi tapi masih ada satu tas yang tersisa di samping nya siapa lagi kalau bukan


****


Tok


Tok


Tok


" Masuk" sahut Buk Ros dari dalam ruangan nya.


" Selamat siang Buk" sapa nya.


" Siang nak,mari duduk dulu " jawabnya .


"Ada apa ya Buk kenapa ibu memanggil ku" tanya Claudya dengan sedikit gugup,karena baru kali ini dia panggil melalui ketua kelas biasanya langsung kepala sekolah karena Claudya selalu mengharumkan nama baik sekolah nya dengan juara yang dia dapat.


" Begini nak ibu hanya menyampaikan bahwa kamu mendapatkan kesempatan untuk mengikuti lomba melukis. Apa kamu bersedia untuk mengikuti nya ?" tanya buk Ros.


Claudya yang tadi berpikir yang tidak-tidak sekarang dia mulai lega ternyata tidak terjadi apa-apa.


" Bo...boleh sih buk, Claudya siap" Jawab Claudya gugup. Bagaimana mungkin dia menolak perlombaan ini apalagi tempat dia bersekolah adalah milik Papa nya sendiri,dia tidak ingin nama Papa nya tercoreng apalagi anak nya sendiri mencoreng nya.


" Kamu ngak usah khawatir hadiah lomba ini lumayan besar loh hampir 100 juta " ucap buk Ros menyakinkan Claudya.

__ADS_1


" Astaga besar sekali hadiah nya kalau aku ikut uang nya bisa bantu buat aku berobat " Ucap nya dalam hati.


" Bagaimana" tanya Buk Ros.


" Mau buk " sahut Claudya dengan senyum manis.


" Ya sudah kamu boleh pulang, perlombaan akan dimulai Minggu depan. persiapan diri mu dan jaga kesehatan,ibu tidak mau kamu sakit diwaktu perlombaan" ucap Buk Ros memberikan sedikit semangat pada nya.


" Baik buk" balasnya.


Setelah keluar dari ruangan Buk Ros, Claudya langsung berjalan pulang ke rumah. Setiap hari Claudya berjalan kaki kadang dia naik sepeda, karena hari ini sepeda nya bocor terpaksa dia harus berjalan kaki . Beda dengan kakak nya setiap hari antar jemput oleh supir pribadi nya.


Hidup ku terlihat mewah, tinggal di rumah yang besar, fasilitas yang mewah dan keluarga sangat terpandang tapi tidak dengan kenyataan nya,aku hanya anak pembawa sial di keluarga ku,anak yang paling jelek dan tidak berguna hahah....sedih tapi itulah kenyataannya.


Aku tak berharap banyak kepada Tuhan,aku hanya ingin disisa hidup ku,aku dibuat ratu sekali saja di keluarga ku ,di perhatikan sebentar saja, ditemani jalan-jalan, nonton bareng dan yang paling aku ingin-ingin dari kecil aku pengen foto keluarga yang utuh ada Papa,Mama,Kak Dea dan ada aku,hanya itu aja kalau Tuhan kasih aku waktu yang singkat ini.


Tiba-tiba di tengah jalan Claudya merasa kelapa nya sangat sakit dan tak terasa darah keluar dari hidung nya.Apakah dia terkejut ? Tidak, Claudya tidak pernah terkejut lagi akan apa pun yang keluar dari hidung nya karena sudah terbiasa dengan hal tersebut.


" Ahh...kenapa sekarang kamu keluar nya, kenapa tidak sampai rumah saja" ucap Claudya sambil membersihkan darah nya.


" Tuhan kuat aku sampai rumah,jangan biarkan aku lemah saat ini" Guman nya dalam hati.


Claudya terus berjalan dan berjalan agar cepat sampai kerumah dan langsung beristirahat. Karna akhir akhir ini penyakit nya sudah mulai memburuk.


Setelah sampai di rumah Claudya langsung menghubungi Erika untuk meminta ijin untuk masuk kerja hari ini. Dan Erika pun memaklumi nya keadaan sahabat nya itu.


Setelah dia bertelepon Claudya langsung minum obat dan dia Langsung membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur sambil menahan rasa sakit di kepala nya.


Hari-hari yang dia jalani saat ini adalah hari terakhir nya di bumi ini. Tidak ada yang tahu kapan kita dipanggil oleh Sang Pencipta tapi kita harus tetap berserah kepada Nya dalam keadaan apapun.


*****


Jangan lupa tinggalkan jejak nya❤️❤️❤️

__ADS_1


KOMEN DAN LIKE JUGA YA 😘😘😘


__ADS_2