
Claudya hanya terdiam didepan Devan. Dia ngak tahu apa yang akan dia lakukan. Kalau sampai lagi Devan memesan makanan yang mahal, bagaimana dia akan membayar nya. Uangnya tinggal Ongkos pulang lagi, Claudya memikirkan nya.
" jangan suka ngalamun di siang siang bolong,kesambet baru tahu" ucap Devan datar.
" Enak aja kalau ngomong" ketus Claudya.
" Bapak ngapain ajak aku ke dalam" ucapnya kembali, Claudya Paling tidak suka mengulur waktu.
" Santai dulu lah,kita aja belum kenal" jawabnya.
" seperti kita tidak perlu dekat itu" ucap Claudya menatap Devan.
Claudya tidak tertarik dengan Devan. Tujuan Claudya keluar dari rumah hanya mencari kerja bukan meladeni bapak Ngeselin yang ada di depannya.
" Ayolah" jawabnya.
" Ngak"
" Harus"
" Ngak"
" Harus"
"NGAK,suka banget maksa orang" bentak Claudya karna mulai kesal dengan sikap Devan.
" What...dia berani bentak aku? dia belum tahu siapa kau " Guman Devan yang tidak percaya ada orang aneh yang bentak dia.
Devan yang melihat Claudya yang sudah mulai kesal tersenyum kecil. Devan tetap ingin berkenalan dengan Claudya. Entah apa yang terjadi pada Devan saat ini.
Pov Devan
Devan Ahmad Wiguna, berprofesi sebagai Dokter Saraf di salah satu rumah sakit di kota A. Dia anak tunggal dari keluarga nya. Devan memiliki wajah yang tampan dan sikapnya juga baik dan ramah kepada semua orang.
Dia datang ke Indonesia hanya berlibur saja dan menjenguk Mama nya yang sedang sakit.
Flashback off
__ADS_1
"Aku Devan" Ucap Devan sambil mengulurkan tangannya.
Claudya melihat uluran tangan nya.
" Balas ngak ya? kalau aku balas tiba-tiba aku di hipnotis bagaimana? jama sekarang ini kan banyak yang kayak gitu dengan berjabat tangan Langsung terhipnotis" Guman Claudya yang sedikit takut
" Aku Devan" ucapnya kembali.
" Dasar wanita aneh, baru kali ada seorang wanita yang menolak berkenalan dengan ku" Devan mulai kesal melihat Claudya.
Tiba-tiba Devan mengambil tangan Claudya secara paksa dan menekan sedikit tanganya.
" Awwww...sakit tahu Pak" jawab Claudya kesakitan.
" Kalau kamu mau cepat tangan kamu lepas, sekarang kasih tahu siapa nama mu" ketus Devan yang kesal.
" Aku Claudya" jawabnya.
" Bagus"
" Yaudah lepasin tangan ku " ucap Claudya.
" Kamu ngapain disini" ucap Devan sok akrab sok dekat.
" Ngak ngapain-ngapain " balas Claudya malas.
" Mau ketemu sama pacar kamu ya" goda Devan.
" Bapak jangan sok tahu deh...boro boro pacar di anggap aja syukur" ucap Claudya tanpa sadar.
" Emang kamu ngak diakui sama pacar kamu" ucap Devan.
" Bapak kepo banget ya ,suka banget buat kesal orang" Ucap Claudya sambil memutar bola matanya.
" Yaudah saya ngak akan tanya lagi,tapi tolong kata panggil bapak nya di ganti,oke" balasnya.
" Maunya apa? bapak itu cocok di panggil dengan sebutan itu,karna bapak sudah TUA" jawab Claudya cepat.
__ADS_1
" Kamu..." kesal Devan.
" Apa? salah? Ngak kan" balasnya.
" Tolonglah pak saya mau cepat cepat pergi " ucap Claudya .
" Ngak akan. ku boleh pergi sebelum kamu temani saya makan" jawabnya Devan.
" Tapi Pak say..." Potongan Devan.
" Tidak ada tapi tapian" ucap nya kembali.
Dengan terpaksa Claudya menuruti perintah Devan.
" baiklah"
Devan mulai memesan makanan yang ada dibuku menu dengan membolak-balik kan menu. Beda dengan Claudya,dia mikir kan berapa harga makanan yg di pilih Devan.
"Tuhan tolong hamba mu ini, hamba tidak punya uang Tuhan,tolong bantu Claudya kali ini aja,janji Tuhan besok besok ngak lagi , please πππ" kira kira itu doa Claudya saat ini.
" Kamu pilih makanan apa" tanya Devan sambil membalik balikan menu nya.
" Ngak ,aku masih kenyang" ucapnya cepat.
" Baiklah"
Setalah memesan makanan Claudya masih terdiam dan tidak mau berbicara. Devan selalu mengajak Claudya untuk berbicara tapi Claudya hanya menjawab nya "Ya dan Tidak".
" Kamu tinggal dimana" tanya Devan.
" Di perumahan A" jawab Claudya.
" apa aku nggak salah dengar, itukan salah satu perumahan yang elit di kota ini, bagaimana mungkin Claudya tinggal di situ. Penampilannya saja sederhana" Guman Devan terkejut.
" Ohhh"
*****
__ADS_1
HAPPY READING πΌππ