Pelukan Terakhir Ayah

Pelukan Terakhir Ayah
Bab 70


__ADS_3

" Kalau begitu Tante pulang ya, soalnya sudah sore juga. Papa kamu seperti nya masih lama pulang" ucap Buk Rama kepada Claudia.


" Yaudah kalau begitu Tante" jawab nya.


"Kamu baik-baik ya di sini,jangan suka sedih. Kamu itu harus banyak istirahat tetap jaga kesehatan ya" ucap buk Rama memberikan sedikit rasa cinta nya kepada Claudia.


" Makasih Tante udah perhatian sama Claudia" jawabnya dan langsung memeluk nya.


" Iya sayang,udah jangan sedih. Kalau kamu sedih Tante jadi ikut sedih nanti. Kamu itu perempuan yang kuat di mata Tante" Ucapnya kembali sambil mengelus punggung Claudia.


" Kalau gitu Tante balik ya" sambungnya.


"Iya Tante hati hati" balas Claudia.


*****


Hari sudah mulai gelap penghuni rumah satu satu pulang. Pak Surya pulang terlebih dahulu dari pada Istrinya. Diletakkannya tas nya dan dibukanya jas kerjanya di ruang tamu dan langsung merebahkan tubuh nya dia atas sofa.


Nampaknya pak Surya sangat kelelahan hari ini. Di pejamkan mata nya sebentar tapi tiba-tiba muncul Rama dipikirkan nya.


" Kamu jahat mas,kamu meninggalkan anak kita yang begitu tulus mencintai mu bahkan seluruh keluarga mu" ucap buk Rama menangis di hadapan Papa Surya.


" Aku tidak meninggalkan nya Rama,aku hanya....." pak Surya tidak melanjutkan perkataannya.


" Hanya apa mas....hanya apa? Dia juga anak mu mas ,darah daging kamu. Bagaimana mungkin kamu memperlakukan dia seperti itu " teriak buk Rama histeris.


" Maaf kan aku Rama....maafkan aku" ucap nya menangis di kaki Rama.


" Hiks...hikss..kamu bodoh mas kamu bodoh,kamu menelantarkan anak mu demi perempuan yang saat ini menjadi istri mu. Kamu Papa yang jahat Mas...." ucap Rama menangis.


" Kamu jahat ....kamu jahat mas" teriak Rama dan pergi meninggalkan nya di lantai dengan derai air mata.


Tiba-tiba...

__ADS_1


"Mas...Mas....bangun...Papa kenapa tidur disini" ucap mama Siska membangunkan suaminya.


Pak Surya yang merasa diri nya si panggil langsung sadar dari tidurnya dengan begitu banyak keringat yang keluar dari dahinya serta pakaiannya juga.


" Mas mimpi apa sampai basah kuyup begini" ucap Mama Siska kepada suaminya.


" Ahh...ngak papa Mah mungkin hanya bunga tidur saja, Karena Papa hari ini sangat leleh sekali banyak pekerjaan kantor" jelasnya sambil merapikan posisi duduk nya.


" Ohh kirain ada apa. Papa mandi sana biar kita makan malam" ucap Mama Siska.


" Iya sayang" ucapnya dan tak lupa memberikan ciuman di dahi istrinya.


"Papa ini sok romantis saja,pake acara ciuman dahi segala" ucap mama Siska baper .


" Sok sok an begini tapi mama suka kan?" goda Pak Surya.


" Udah ahhh...papa gombal aja deh. Sana pergi mandi dulu" usir Mama Siska.


" Iya iya "


Mama Siska pergi ke dapur untuk menyiapkan makan malam bersama.


****


"Bi asi tolong panggilkan Dea dan tuan untuk makan malam" ucap Mama Siska menyuruh nya.


" Baik Nyonya" jawabnya dan langsung pergi.


Tak butuh berapa lama semua sudah turun di ruang makan. Satu persatu semua hidangan sudah dicicipi. mereka sedang menikmati makanan buatan bi Asi. Sambil tertawa dan berbagi cerita di saat makan itulah hal yang paling bahagia.


" Ma Pa, nanti di acara lulusan Dea,papa dan mama datang ya. Soalnya seluruh orang tua murid di undang jadi papa dan mama wajib datang di hari kelulusan Dea,Oke" ucap Dea .


" Pasti dong sayang,mama dan papa akan datang,iya kan Pah" ucap Mama Siska sambil melirik ke arah Suami nya.

__ADS_1


" Iya dong pasti papa datang,apasih yang ngak buat putri papa " jawbanya sambil tersenyum.


" asikkkk...nanti Dea akan kenalkan sama teman-teman Dea di sekolah. Acaranya Minggu depan jadi tidak boleh lupa "ucap Dea kesenangan.


" Udah udah makan dulu dong nanti ngak kenyang" ucap mama Siska.


" Siap Boss"


Tapi di balik pintu dapur Claudia mendengar semua perkataan kedua orang tua nya, begitu sayangnya mereka kepada Kak Dea tapi kepadanya tidak. Mereka begitu cepat untuk menerima keinginan Dea. Rasa sakit di dada begitu sangat sakit.


" *Papa aku juga butuh pendamping disaat kelulusan nanti disana. aku juga butuh kalian bukan hanya kak Dea saja yang lulus di hari itu tapi aku juga Pah Mah" Guman Claudia sambil menunduk kan kepalanya.


" Apa Papa mau berbagi waktu dengan ku ? aku juga butuh kalian" lirihnya dalam hati*.


Tiba-tiba...


" Sudah jangan sedih sayang,kalau mereka tidak mau mendampingi mu untuk kelulusan nanti biar ibu yang menjadi pendamping mu" ucap Bi asi kepada Claudia yang masih menangis.


" Tapi apa ibu mau?" tanya kembali.


" Seperti anak ibu lupa deh dengan kata-kata nya waktu itu. Waktu itu dia pengen ibu yang maju kedepan untuk mengambil pialanya nanti tapi sekarang dianya malah lupa " goda bi asi .


" oh iya Claudia lupa.Maafkan Claudia Buk" ucapnya merasa bersalah.


" Tidak apa-apa sayang. kalau begitu jangan nangis lagi ya. ibu tidak suka kalau anak ibu sedih terus, biarkan mereka menikmati makan malam mereka terus setelah itu baru kita makan bersama dan bercerita cerita ,oke" jelas bi asi. jujur bi Asi juga tidak tega melihat keadaan Claudia yang terus menerus seperti ini yang selalu di lupakan oleh keluarga nya sendiri.


' Iya buk"


JANGAN LUPA UNTUK🙏🙏🤭🤭🤭🤭


LIKE


KOMEN

__ADS_1


VOTE


🔥🔥🔥🔥🔥❤️❤️❤️❤️


__ADS_2