
" Nih obat kamu,jangan lupa di minum " ucap Devan memberikan plastik kresek yang berisi obat Claudia.
" Kapan kakak membeli nya, kenapa aku tidak tahu" ucap Claudia sambil menerima kresek tersebut dan membukanya
" Kepo banget sih" ucap Devan.
" Kak ini obat bener kan" tanya nya kembali.
" Bener dong,ngak usah ragu deh sama kakak mu ini. Kakak ini lulus kedokteran terbaik di kampus kakak,jadi tidak perlu diragukan lagi" jelas Devan dengan bangga
" Hahahaha...kakak bisa aja " ucapnya sambil tertawa.
" Yaudah deh kalau gitu ,aku pulang dulu. makasih udah traktir makan dan udah dibelikan obat " ucap Claudia tulus .
"Baiklah tapi kakak ada 1 permintaan"ucap Devan serius.
" Apa ? kakak mau apa dari aku? aku ngak punya uang dan aku hanya anak orang miskin jadi tidak ada yang ingin aku kasih kepada kakak" jelas Claudia panjang lebar. Devan hanya tersenyum melihat penjelasan Claudia.
" Kakak ngak butuh uang mu dan kakak juga ngak ingin tahu kamu dari keluarga dari manal" canda Devan.
" Terus?"
" Kakak hanya ingin kamu minum obat secara rutin dan rajin untuk pemeriksaan" jelas Devan.
" Ohh.. siap boss" ucap Claudia dengan senang.
" Yaudah sana kamu pulang" ucap Devan.
" Iya kak. Aku pulang ya" ucap Claudia sambil melambaikan tangan kepada Devan.
Devan pun membalasnya sambil tersenyum melihat kepergian Claudia.
__ADS_1
" Cie pacar kamu bro" ucap Alex saat keluar dari ruangan nya.
Devan terkejut karna Alex berada dibelakang nya.
" Astaga...buat terkejut aja loh" ucap nya sambil mengelus dada nya .
" Ya maaf " ucap tertawa. " itu pacar loh" tanya nya kembali.
" Ngak lah,dia itu pasien gue. Puas loh" ucap Devan meninggalkan Alex sambil menepuk pundak nya dengan keras.
" awww...sakit tahu" ringis Alex mengejar Devan ke ruangan nya.
****
Tidak jauh dari gerbang rumah nya, Claudia melihat ada mobil hitam berhenti di sana. Mobil itu tidak masuk kerumah tapi mereka hanya menatapnya dari luar. Claudia berjalan ke arah mobil itu, sesampainya disana,mobil itu langsung menutup kacanya. Claudia mengetuk kaca mobil itu.
Tuk
Tuk
Kaca mobil itu juga tak kunjung terbuka dan bahkan pergi meninggalkan Claudia .
" Eheee...kenapa pergi hey...siapa kalian? " teriak Claudia.
" Siapa sih mereka. Tapi sepertinya itu mobil kayak mobil yang kemarin deh. tapi kenapa dia hanya menatap nya dari luar kenapa di tidak masuk aja ke rumah,kalau memang dia ingin bertamu" ucap Claudia sambil melihat ke arah mobil itu. Dia masih mematung di depan gerbang sambil memikirkan hal itu.
Tin
Tin
Tin
__ADS_1
Bunyi klekson mobil Papa dan Mama.
" Hey kamu mau mati " teriak Mama Siska dari dalam mobil .
Claudia langsung minggir dan membukakan pintu gerbang untuk mereka.
" Dasar anak bodoh " ucap mama nya kembali saat memasukinya.
Claudia hanya tertunduk saja.
" Yang sabar neng" ucap mang Udin kepada Claudia.
" Iya mang,ngak papa kok" balas nya tersenyum.
" Yaudah mang,aku masuk dulu" ucap Claudia pamit.
" Iya neng " balasnya dan menutup kembali pintu gerbang.
" Dasar orang tua yang jahat, padahal non Claudia sangat baik dan sopan apalagi sangat ramah kepada orang lain. mudah mudahan mereka tidak menyesal karena sudah memperlakukan non Claudia tidak layak dirumah ini" lirih mang Udin.
Memang semua pekerja di rumahnya itu sudah tahu bagaimana sikap kedua orang tua nya dan anak nya kepada Claudia yang sangat tidak baik terhadap Claudia. Dan pekerja dirumah itu tahu betul bagaimana sifat Claudia yang sangat baik dan rama kepada orang lain bahkan suka banget membantu pekerjaan para mbak mbak yang ada dirumah kalau mereka belum selesai bekerja. Jarang jarang orang seperti Claudia yang baik .
Bahkan Claudia tidak pernah mengeluh dan menangis didepan para mbak mbaknya. Dia selalu kuat dan tegar akan perjalan hidupnya bahkan perlakuan orang tua nya.
LIKE
KOMEN
VOTE
❤️❤️❤️❤️
__ADS_1