Pembalasan Ratu Yang Di Khianati

Pembalasan Ratu Yang Di Khianati
Karmila Di Usir


__ADS_3

"Sebenarnya apa yang sudah terjadi yang mulia? Bukankah kita selama ini bermain sangat aman?" Tanya Vito yang percaya jika seharusnya rencana mereka tidak terbongkar.


"Aku tidak tahu Vito ! Aku tak tahu harus melakukan apa! Entah bagaimana ini bisa terjadi! Apa yang harus aku lakukan sekarang? Sebentar lagi akan di adakan rapat bangsawan! Aku harus melakukan apa? Mereka pasti akan mendesak dan menjatuhkan aku!" Tanya Morona yang panik dengan raut wajah yang binggung.


"Tenanglah yang mulia! Anda tak perlu khawatir! Kita kan bisa membohongi mereka semua apalagi itu juga berita yang masih simpang siur!" Jawab Vito dengan tersenyum licik kepada Morona.


"Bagaimana caranya Vito? Apa kau yakin mereka akan percaya dengan yang aku katakan?" Tanya Morona yang mulai pasrah dengan keadaan.


"Anda tenang saja! Anda sendiri adalah orang yang pintar dalam hal drama! Kita hanya perlu berbicara dengan tulus yang terdengar sangat jujur!" Ucap Vito.


Di kamar Karmila, para pelayan tiba-tiba masuk ke dalam kamarnya yang membuat Karmila terkejut.


"Heiii! Apa apaan kalian ini? Kenapa kalian main masuk ke kamar ku begitu saja?" Teriak Karmila dengan marah.


Para pelayan yang terdiri dari 6 orang itu langsung memberi hormat kepada Karmila, ditengah tengah penghormatan itu Masia sang kepala pelayan istana muncul.


"Permisi lady! Anda harus keluar dari istana ini hari ini!" Ternyata kedatangan para pelayan adalah untuk mengusir dan meminta Karmila untuk pergi dari istana.


"Apa apaan ini? Atas dasar apa kau mengusir ku?" Spontan Kamila menjadi sangat terkejut yang bercampur dengan rasa marah.


"Maaf lady, tapi saya sudah memberitahukan kepada lady tempo hari ini! Jadi saya minta lady untuk pergi dari istana sekarang!!!!" Ucap Masia dengan tersenyum tipis.


Masia lalu memerintahkan para pelayan untuk membereskan barang barang Karmila.


"Kalian! Berhenti!!!!" Teriak Karmila.


"Hei kalian dengar tidak! Apa kalian tuli? Ak bilang berhenti! Hentikan!!!!" Karmila terus saja berteriak meminta hal itu di hentikan.


"Kalian tidak takut ya jika aku mengadu kepada raja? Apa kalian tak takut akan di pecat?" Karmila lantas mengancam para pelayan itu dengan harapan mereka akan berhenti.


Nyatanya hal itu sama sekali tidak berguna, para pelayan terus saja mengemasi barang karmila tanpa memperdulikan apa yang Karmila katakan.


Karmila lantas menghampiri Masia dan marah marah kepadanya.


"Kau suruh mereka untuk berhenti sekarang! Aku tak akan meninggalkan istana!" Perintah Karmila kepada Masia.


"Maaf lady, anda tetap harus pergi hari ini!" Jawab Masia.

__ADS_1


"Baiklah jika ini yang kau mau! Aku akan mengadukan hal ini kepada yang mulia raja! Kalian lihat saja! Kalian pasti akan di pecat!" Teriak Karmila yang langsung pergi meninggalkan para pelayan itu untuk menemui Morona.


Tapi nyatanya mereka semua sama sekali tidak memperdulikan hal itu, bahkan Masia tetap saja membersihkan kamar yang ditempati Karmila bersama para pelayan.


Karmila yang sudah sampai di depan ruang kerja Morona langsung masuk ke dalam ruangan itu tanpa permisi.


"Sayanggg!!!! Morona!!!!" Ucap Karmila dengan yang di imut imutkan.


Seketika Morona saling tatap tatapan dengan asistennya Vito karena mereka tak menyangka jika Karmila akan datang.


"Ada apa? Apa yang membuat mu datang kemari? Apa yang terjadi?" Tanya Morona dengan ketus dan dingin.


"Kok kamu gitu sih! Ya udahlah! Kamu enggak tahu yaa? Aku di usir sama kepala pelayan! Dia meminta aku untuk pergi dari istana! Pokoknya kamu harus hentikan dia! Aku enggak mau pergi dari istana! Aku mau tinggal di sini! Aku enggak mau pergi!" Pinta Karmila dengan merengek.


"Aku enggak bisa bantu Karmila! Kamu kan tahu semua urusan di dalam istana memang wewenang dia! Aku masih belum bisa mengubah fakta itu!" Jawab Morona dengan pasrah.


Karena pada dasarnya kewenangan di dalam istana tetap di pegang oleh kepala pelayan tanpa ikut campur dari raja dikarenakan Morona bukanlah keturunan langsung keluarga kaisar.


"Ihhh! Pokoknya aku enggak mau tahu! Emang kamu tega aku di usir? Aku enggak mau kembali ke rumah ayah! Lagian kamu sekarang adalah seorang raja sah bukan lagi suami dari ratu!" Ucap Karmila dengan memohon.


"Arghhhhh!" Morona benar benar semakin stress jika hal ini terus berlanjut.


"Lho kok dia gitu sih sayang? Emang ada berita apa?" Ternyata Karmila sama sekali tidak tahu akan apa yang sudah terjadi.


"Huh ternyata anda tidak tahu yaa!" Cibir Vito.


"Kamu tahu enggak! Hubungan kita di curigai? Lihat ini! Lihat!" Morona memberikan sebuah koran kepada Karmila.


Karmila lantas membaca koran itu dan terkejut.


"Bagus dong! Akhirnya berita ini keluar juga! Pernikahan aku pasti akan di percepat dengan Morona! Dan aku tentunya akan segera menjadi ratu!" Ucap Karmila di dalam hatinya karena sebenarnya Karmila sudah tidak sabar untuk menjadi ratu.


"Lho ekspresi kamu kok gitu?" Tanya Morona yang heran melihat tingkah Karmila.


"Apa jangan jangan kamu ya yang nyebarin berita ini?" Ucap Morona yang merasa curiga dengan tingkah laku Karmila.


"Enggak kok sayang! Lagian ngapain juga aku nyebarin berita kayak gini!" Jawab Karmila.

__ADS_1


Morona hanya diam dan memperhatikan wajah Karmila dengan serius.


"Udah deh sekarang kamu hentikan si Masia itu! Aku enggak mau di usir dari istana! Aku aku tinggal di sini selama lamanya!" Pinta Karmila.


"Baik....." Ketika Morona hendak berbicara, Vito langsung memberikan Morona kode untuk menolak permintaan Karmila dan membiarkan Karmila pergi dari istana.


Vito seperti berbicara Karmila harus pergi dari istana.


Seketika Morona mengubah pemikirannya "Tidak bisa Karmila! Kamu harus pergi dari istana! Kamu harus mengikuti aturan istana!" Ucap Morona dengan tegas.


"Tapi sayang aku enggak mau! Kok kamu gitu sih?" Ucap Karmila dengan suara yang di imut imutkan.


"Enggak! Aku bilang Enggak yaa enggak! Kamu harus pergi!" Jawab Morona dengan tegas dan terkesan kasar.


Karmila seketika langsung pergi dari tempat itu karena Morona tidak ingin membantunya.


"Bagus yang mulia! Anda tidak boleh membiarkan lady Karmila berada di istana! Karena hal itu hanya akan memperburuk keadaan! Sebisa mungkin anda harus menjauh dari Lady Karmila mulai saat ini! Jangan sampai ada orang lagi yang curiga dengan anda!" Pinta Vito yang memberikan saran kepada Morona.


"Hmmm! Aku tahu kamu pasti punya seribu solusi untuk masalah seperti ini!" Ucap Morona yang memuji Vito.


Vito "Terkait dengan berita yang sedang muncul saat ini anda hanya harus mengklarifikasi jika berita itu bohong dan nanti ketika di rapat bangsawan anda harus berkata......"


Suana tegang menyelimuti rapat bangsawan pada hari itu.


Morona yang hadir langsung di beri hormat, setelah itu Morona langsung mengklarifikasi tentang berita yang beredar, kebetulan rapat bangsawan pada hari itu juga di hadiri oleh sumber berita.


"Saya adalah Raja Morona Samael sang penguasa dan pemimpin kerajaan Adhrika! Saya di sini akan mengklarifikasi tentang berita yang sedang tersebar saat ini! Dengan penuh kejujuran saya bersumpah jika saya sama sekali tidak memiliki hubungan dengan lady Karmila putri dari count chaseiro!"


"Bagi saya hanya mendiang yang mulia ratu Illeana lah wanita satu satunya di dalam hidup saya dan hati saya setelah ibu saya! Hubungan saya dengan Lady Karmila hanya teman biasa karena mengingat lady karmila adalah sahabat dari mendiang istri saya yaitu Ratu Illeana!"


Ucapan yang keluar dari mulut Morona terdengar sangat tulus dan jujur, tapi nyatanya itu semua hanyalah palsu yang sudah di persiapkan oleh Morona dan asistennya.


Mereka semua yang mendengar ucapan Morona seketika tersentuh dan bertepuk tangan, mereka sangat yakin dan percaya jika ratu mereka adalah raja yang setia.


Meskipun seharusnya status Morona adalah duda dan dia berhak mencari pasangan, namun hal itu sangatlah sulit, karena bagi rakyat Adhrika ratu mereka tetaplah masih hidup dan seluruh rakyat sangat mencintai Illeana bahkan sampai titik ini, mereka semua pasti akan meminta penurunan tahta jika Morona berani menikah saat ini, apalagi jika wanita itu adalah Karmila, sahabat dari ratu Illeana yang tinggal di istana bersama ratu Illeana.


Akan tetapi nyatanya meskipun semua orang sudah percaya dengan ucapan dari Morona, ada satu orang yang tersenyum sinis setelah mendengar ucapan Morona.

__ADS_1


Grand Duke yang berada di ruangan itu masih belum bisa percaya dengan Morona yang sejatinya adalah anak kandungnya sendiri, dia masih menaruh curiga dengan Morona dan Karmila.


__ADS_2