Pembalasan Ratu Yang Di Khianati

Pembalasan Ratu Yang Di Khianati
Fakta Tak diketahui


__ADS_3

"Karmila!" Wajah Morona seketika menjadi pucat dan tubuhnya mematung ketika melihat Karmila berada di depannya.


"Hai sayang! Apa kabar? Baru sehari aku tinggal, kamu langsung membawa perempuan lain ya..." Sembari duduk di atas ranjang dengan santai, Karmila berbicara dengan penuh makna kepada Morona.


"Karmila! Bagaimana kau bisa ada di kamar ku?" Tanya Morona yang merasa heran dengan Karmila yang bisa masuk ke dalam kamarnya.


"Padahal kau yang paling tahu caranya aku masuk ke dalam sini!" Wajah Karmila seketika sendu dan kecewa sebagaimana seorang kekasih yang kecewa dengan pasangannya.


"Padahal aku sudah memerintahkan para pengawal untuk melarangnya masuk ke dalam istana! Bagaimana bisa dia masuk ke dalam istana bahkan ke kamar ku?"ucap Morona di dalam hatinya dengan kesal karena sesuatu yang dia rencanakan untuk Karmila gagal.


Faktanya Morona memang sengaja memerintahkan para pengawalnya untuk tidak membiarkan Karmila masuk ke dalam istana karena Morona saat ini ingin menghindar dari Karmila dikarenakan rencana pernikahannya dengan Anastasia untuk sebuah keuntungan.


Karmila lantas berjalan mendekat ke arah Morona, dia menyentuh dada Morona yang terlihat,"Kamu tidak merindukan ku? Aku padahal selalu merindukan mu"Karmila dengan santainya menggoda Morona dengan rayuan mautnya.


"Tahan Morona! Tahan! Kamu tidak boleh tergoda dengan rayuannya!" Ucap Morona di dalam hatinya yang berusaha menahan diri untuk tidak tergoda dengan Karmila karena dia sudah memiliki rencana.


Karmila dengan tak tahu malunya membuka bajunya sedikit yang memperlihatkan belahan miliknya, dia juga menyentuh Morona semakin ke bawah.


Krakkkkkk!


Morona lantas memelintir tangan Karmila yang membuat Karmila menjadi kesakitan.


"Awwwwww! Ahhh sakit! Sakit! Lepasin! Lepasin aku!" Teriak Karmila yang merasa kesakitan.


"Kamu lain kali jangan buat hal kayak begini lagi!" Ucap Morona dengan wajah yang serius.


"Kenapa sih? Apa yang salah? Aku kan udah biasa melakukan hal kayak gini untuk kamu! Udah sekarang lepaskan tangan aku!" Ucapnya sambil merasa kesakitan yang teramat.


Morona justru semakin memelintir tangan Karmila yang membuat Karmila kesakitan,"Ahhhhh! Sakit! Lepasin! Lepasin!"


"Kamu paham enggak? Paham kan? Jangan melakukan hal kayak begini lagi! Jangan masuk ke kamar ku tanpa izin!" Ucap Morona dengan wajah yang serius.


Tok! Tok! Tok! Tok!

__ADS_1


Terdengar suara ketukan pintu yang membuat mereka berdua kaget, Morona langsung melepaskan tangan Karmila dan mendekap mulut Karmila.


"Iya! Siapa?" Ucap Morona sembari menutup rapat mulut Karmila.


"Salam yang mulia, seluruh bangsawan sudah berkumpul di aula! Mereka sedang menunggu kedatangan anda!" Ucap seorang pria yang tak lain adalah pengawal istana yang melapor kepada Morona.


"Baik suruh mereka tunggu saya sebentar lagi! Saya akan segera selesai dan menghampiri mereka! Kamu bisa pergi sekarang!"


"Baik yang mulia! Saya permisi!"


Ketika pengawal telah pergi, Karmila lantas menghempaskan tangan Morona yang menutup mulutnya.


"Kamu apa apaan sih? Sakit tahu enggak?" Morona hanya diam tanpa rasa bersalah telah menyakiti Karmila.


"Kamu paham enggak? Aku enggak hanya sakit karena tangan aku kamu perintilin, tapi aku juga sakit hati sama rencana pernikahan kamu! Maksudnya apa kamu nikah lagi?"


"Iya aku mau nikah lagi!"


"Aku sadar Karmila, aku mau nikah lagi, salahnya di mana? Kan kamu selalu maksa aku untuk nikah!"


"Iya aku tahu, tapi kenapa perempuan itu bukan aku? Aku mau kamu nikah sama aku bukan perempuan lain! Kenapa harus Anastasia? Kenapa harus dia?" Wajah Karmila terlihat sangat sedih dan kecewa, hatinya benar benar sakit seperti tercabik cabik.


Morona hanya diam melihat Karmila kecewa.


"Katakan sama aku itu enggak benar kan? Enggak kan? Kamu enggak cinta kan sama dia?"


"Itu benar Karmila, tapi kamu tenang aja aku tetap akan tunaikan janji aku! Aku tetap akan menjadikan kamu ratu!"


"Bukan bukan itu....hiks ......" Tanpa sadar air mata Karmila jatuh berlinang.


"Kamu kenapa nangis? Apa ada yang salah? Kamu kan enggak cinta sama aku! Aku tahu kok kalau hubungan kita hanya untuk sebuah keuntungan! Aku tahu kamu enggak perasaan sama aku kan! Kenapa kamu nangis?" Morona menjadi heran dan penuh tanda tanya ketika melihat Karmila menangis.


Karmila dan Morona sejatinya bukanlah pasangan yang saling mencintai seperti yang dipikirkan oleh Illeana ketika sekarat, mereka sejatinya menjalin hubungan hanya untuk sebuah keuntungan, Morona ingin menjadi raja dan Karmila ingin menjadi ratu, keduanya sama sekali tidak mengaitkan perasaan di dalam hubungan mereka, tetapi ada hal yang tidak di ketahui oleh Morona.

__ADS_1


"Untuk apa kamu nikahi perempuan lain? Apa kamu cinta sama Anastasia? Apa jangan jangan selama ini kamu menyimpan perasaan dengan Anastasia?" Tanya Karmila dengan penuh luka.


"Untuk keuntungan Karmila, tapi Anastasia juga wanita yang pantas untuk di cintai kan?"


Ucapan itu seketika membuat Karmila langsung pergi meninggalkan Morona sembari menangis.


"Ada apa dengar Karmila? Biasanya dia tak seperti ini? Kenapa dia menangis? Apa jangan jangan dia mencintai ku? Ahhh itu tidak mungkin! Wanita seperti itu akan melaksanakan apapun untuk mendapatkan keinginannya!" Ucapan itu terasa seperti sedang membicarakan diri sendiri sama halnya dengan Morona yang akan melakukan apapun untuk mewujudkan keinginannya.


Karmila yang sedang sedih lantas duduk sendirian di taman istana.


"Aku tahu tak seharusnya aku menyimpan perasaan ini! Tapi aku juga tak tahu bagaimana bisa aku menyimpan perasaan ini kepadanya!" Karmila bersedih sembari duduk seorang diri di taman.


Ana tak sengaja melihat Karmila yang sedang bersedih di taman.


"Karmila! Bagaimana dia masuk? Bukankah dia sudah di larang masuk ke dalam istana? Bagaimana dia bisa masuk?" Pikir Ana yang paham betul jika Karmila tidak diperkenankan masuk ke dalam istana.


"Tapi kenapa dia seperti sedang sedih? Apa terjadi sesuatu kepadanya? Apa karena dia di usir dari istana?"Pikir Ana yang merasa heran.


"Tapi waktu itu dia masih biasa saja ketika di usir dari istana, kenapa justru bersedih? Aku jadi penasaran apa yang membuatnya menjadi seperti itu!" Ana lantas diam diam bersembunyi dan mendengarkan semua ucapan Karmila.


"Aku tahu hubungan kami ini hanya untuk sebuah keuntungan, aku paham kalau kami hanya bekerjasama!" Ucap Karmila dengan rasa sedih.


"Apa? Jadi selama ini mereka tidak saling mencintai? Lalu bagaimana dengan perbuatan mereka? Mereka bahkan melakukan hubungan badan, apa itu hanya sebuah kerja sama juga?" Sontak Ana menjadi terkejut karena selama ini dia berpikir jika Karmila saling mencintai.


Ana langsung tersenyum menyeringai,"ku kira sehebat apa hubungan mereka, ternyata hanya palsu hanya demi sebuah tahta? Huhh kalian benar benar mengecewakan aku!"


"Huhh padahal aku pikir akan berhadapan dengan pasangan pengkhianat, ternyata salah!"


"Tapi entah kenapa aku cinta sama dia, aku cinta dengan Morona, aku enggak rela dia nikah sama Anastasia memang karena tahta, tapi aku juga enggak rela dia menikah dan mencintai wanita lain selain aku!" Karmila lantas menangis karena selama ini dia mencintai Morona.


"Apa? Jadi Karmila mencintai Morona? Apa apaan sih ini? Sumpah deh bikin pusing aja!" Ana menjadi pusing dan merasa ribet dengan hubungan Karmila dan Morona.


Ana yang merasa binggung langsung bangun dan hendak pergi dari tempat itu, tapi langkah kakinya justru tak sengaja terdengar oleh Karmila yang membuat Karmila menoleh.

__ADS_1


__ADS_2