Pembalasan Ratu Yang Di Khianati

Pembalasan Ratu Yang Di Khianati
Waktunya Kembali


__ADS_3

Morona"Sejujurnya aku tidak bisa membuang dia begitu saja...."


Vito menyela"Apa anda mencintainya yang mulia? Ini tidak mungkin kan? Kenapa anda harus mencintai wanita seperti itu? Saya paham kalau dia memiliki paras yang cantik, akan tetapi tetap saja dia tidak bisa di bandingkan dengan mendiang istri anda yaitu Ratu Illeana!"


Morona marah"Diam!!! Bukankah Illeana sudah mati? Kenapa selalu saja ada yang mengungkit tentang dia!" Tiba tiba saja Morona bersedih,"Kau kan tahu aku, jika di ingat ingat aku akan merasa bersalah telah membunuh anak kandung ku! Seharusnya aku tidak membunuh anak ku kan?"


Vito"Yang mulia sadarlah semua sudah terjadi, tidak ada gunanya lagi anda menyesal dan yang penting sekarang apa yang anda impikan sudah tercapai"


Di perbatasan


Seorang wanita sedang berlatih pedang dengan sangat keras dan sangat baik, tebasan yang dia lakukan benar benar sangat kuat dan kejam.


Nagara "Anna! Berhentilah!" Memanggil wanita itu.


Wanita itu menoleh dan melihat ke arah Nagara dengan tatapan yang tegas,dia adalah Illeana dalam bentuk yang baru, rambutnya yang dulu panjang bergelombang, kini lurus pendek sebahu, wajahnya yang dulu sangat putih mulus seperti susu, kini sudah berwarna sedikit gelap yang membuatnya menjadi eksotis.


Anna "Ada apa Nagara?"


Nagara "Aku harus pulang kerajaan Adhrika dan aku kira ini juga sudah waktunya untuk anda merebut kembali tahta anda dan membalaskan dendam anda sebagai ratu sah kerajaan Adhrika!" Ucapnya dengan penuh semangat dan keyakinan yang berkobar kobar.


Anna "Kurasa kau benar, aku juga sudah sangat siap untuk membalaskan dendam ku kepada mereka! Akan aku hancurkan mereka berkeping-keping!" Ucapnya dengan tegas dan sangat membara.


Kemudian mereka berdua bersama-sama pergi ke kerajaan Adhrika, Nagara tetap memakai topeng dan baju besi berwarna hitam yang biasa dia gunakan ketika berperang bersama kuda hitam miliknya yang sangat gagah begitu juga dengan Anna yang sengaja menggunakan topeng seperti Nagara.


Sesampainya mereka berdua di kerajaan Adhrika, mereka sangat di sambut oleh masyarakat kerajaan Adhrika dengan baik walaupun tidak ada pesta atau upacara kepulangan sang panglima perang.


Nagara dan Anna kemudian pergi ke istana Adhrika karena ternyata sang panglima perang tinggal di markas dan tempat pelatihan tentara kerajaan.

__ADS_1


Di aula istana, Nagara dan Illeana menghadap raja Morona Samael berserta beberapa pejabat kerajaan yaitu grand duke Samael, Marquez de Silva, Duke Ghazalan dan beberapa pejabat kerajaan lainnya, tak lupa pula lady Karmila turut hadir di aula istana.


Nagara dan Anna langsung membungkuk dan memberi hormat kepada raja Morona Samael sang pemimpin baru kerajaan Adhrika.


"Hormat kepada yang mulia sang pemilik dan pemimpin kekaisaran ini!" Ucap mereka berdua.


Morona mengangkat tangannya"Kalian boleh berdiri sekarang!"


Morona"Aku sangat berterima kasih atas jasa yang sudah kalian lakukan dan berikan kepada kerajaan Adhrika dan aku juga berterima kasih kepada kalian yang bersedia menerima dan menghormati ku sebagai raja baru kerajaan Adhrika!" Ucap Morona sambil memegang sebuah pedang.


Nagara"Tentu saja yang mulia, sudah kewajiban hamba untuk melakukan itu semua sebagai panglima perang kerajaan ini!" Ucapnya dengan suara lantang namun penuh hormat dan sopan.


Morona "Ku dengar kau sudah membunuh banyak monster di perbatasan yang bisa di pastikan tidak akan muncul lagi, bagaimana kau bisa melakukannya? Padahal yang ku tahu monster itu sangat susah di kalahkan!" Ternyata alasan lain mengapa panglima perang selalu berada di perbatasan adalah untuk menjaga dan membasmi monster yang akan masuk ke dalam kerajaan Adhrika.


Nagara "Dengan pedang saya yang mulia, pedang khusus yang diberikan oleh mendiang raja sangat lah ampuh membunuh monster yang sangat mengancam kerajaan kita!"


Ucapan itu sontak membuat semua orang saling berbicara satu sama lain tentang mendiang raja mereka yaitu raja Adelardo Badhrika.


Nagara "Tentu saja yang mulia, taktik perang itu di buat mendiang yang mulai ratu Illeana, beliau memang sangat bijaksana, dalam 3 bulan beliau berhasil membuat 3 kerajaan terdekat tunduk dengan kerajaan kita yang mulia."


Sontak saja ucapan itu benar benar membuat Morona semakin kesal dan muak karena orang di sekitar semakin menjadi jadi untuk mencemooh di belakang Morona, begitu juga dengan Karmila yang menjadi sangat geram karena semua masih sangat mengenang dan menceritakan tentang Illeana yang jelas bagi Karmila dia sudah menjadi busuk yang jazadnya entah pergi kemana.


Ucap Marquez"Ratu Illeana memang adalah ratu yang hebat, beliau punya taktik perang yang luar biasa tanpa harus menjatuhkan banyak korban jiwa!"


Duke Ghazalan" Iya dia persis seperti ayahnya mendiang raja Adelardo, beliau adalah orang yang sangat bijaksana!"


Grand Duke "Seluruh pemimpin pasti punya kelebihannya dan mereka pasti hebat dalam memimpin!"

__ADS_1


Ucapan orang orang disekitarnya benar benar membuat Morona menjadi sangat jengkel dan kesal, ingin sekali dia marah dan berteriak di aula istana.


Morona yang sebenarnya sangat kesal dan marah berusaha menahan emosinya, sementara Illeana yang melihat hal itu merasa sangat puas dan ingin sekali menertawakan wajah Morona yang menahan malu.


Morona "Sudah cukup! Saya paham betul kalau istri saya maksudnya ratu Illeana adalah orang yang sangat pemberani dan bijaksana, tapi tolong jangan mengungkit lagi hal yang sudah berlalu, tolong biarkan dia tenang di sana!" Ucap Morona dengan suara yang lemah dan kepedihan yang sangat dalam.


Ana menatap sinis di balik topengnya "Bisa bisanya kau bersikap seperti itu, dasar manusia sampah, padahal jelas jelas kau lah yang membunuh aku, bisa biasanya sekarang kau bersikap seolah olah kaulah yang paling tersakiti!" Ucapnya dalam hati.


Nagara "Maafkan saya yang mulia, saya sama sekali tidak bermaksud untuk seperti itu! Saya hanya menjawab anda tanyakan!" Ucap Nagara dengan berpura pura menyesal dan iba kepada Morona yang bersedih.


Morona "Tidak mengapa, saya paham betul kalau anda sangat mengagungkan mendiang raja dan mendiang ratu terdahulu, begitu juga dengan saya, tapi alangkah lebih baik untuk tidak membahas mereka lagi, karena mereka sudah tidak ada lagi di dunia ini!" Ucap nya dengan suara yang sangat sedih dan nada yang sangat lemah seperti menahan tangis.


"Aku benar benar mau muntah mendengar ucapannya, ingin sekali ku bunuh dia di tempat ini, tapi kematian itu sangat mudah untuknya! Aku harus membuatnya menderita seperti dia membuat aku menderita!" Ucap Ana di dalam hatinya, kini tak ada lagi cinta di mata Illeana yang ada hanya rasa kebencian dan amarah yang mendalam ketika dia melihat Morona, mantan suaminya yang dulu sangat dia cintai.


Morona" Owh iya ngomong ngomong siapa orang yang di sebelah anda panglima perang?" Tanya Morona yang memperhatikan Illeana.


Nagara tersenyum "Dia adalah wakil saya yang mulia, dialah orang yang selama ini membantu saya di perbatasan!" Selama 3 tahun lamanya, Illeana turut berlatih dan membantu Nagara di perbatasan, dia membantu Nagara membasmi dan membunuh seluruh monster dan juga ikut dalam berperang melawan kerajaan musuh.


Morona "Apa jangan jangan dia adalah orang yang selama ini sangat di puji oleh rakyat?" Tanya Morona karena memang kehebatan Anna dalam berperang dan membasmi monster sudah sampai ke telinga seluruh rakyat kerajaan Adhrika.


Nagara "Benar yang mulia dialah orangnya, dia adalah orang yang sangat hebat!" Jawab Nagara.


Morona "Tapi kenapa dia juga pakai topeng? Apa dia sama seperti mu sebagai naga hitam yang misterius? Apa orang orang yang hebat dalam berperang semuanya memakai topeng? Tidak kan?" Tanya Morona sambil bercanda.


Morona" Tentu saja tidak yang mulia, dia memakai topeng karena ingin menunjukkan wajahnya kepada mu!" Ucap Morona.


Nagara "Hahahahah! Seharusnya tidak perlu melakukan hal seperti itu, baiklah karena sekarang aku di sini, bisakah dia membuka topengnya?" Tanya Morona yang menjadi penasaran.

__ADS_1


Nagara lantas melihat Anna dan Anna memberikan kode mengangguk yang mengartikan dia setuju untuk melepaskan topengnya.


Perlahan lahan Anna membuka topengnya dan seketika yang mulia raja yang tak lain Morona Samael terkejut melihat wajah Anna.


__ADS_2