
"Aku akan memberitahukan Ana tentang hal ini!" Ucap Nagara.
Ternyata dari tadi orang yang memperhatikan Anastasia secara diam diam adalah Nagara.
Hal itu bermula ketika Nagara keluar dari kamar Ana, ketika keluar dia tak sengaja melihat Anastasia sedang mengintipnya, "Lho! Bukankah itu adalah lady Anastasia? Apa yang dia lakukan? Apa jangan jangan dia sengaja bersembunyi untuk memantau Ana? Patut di curigai!" Nagara lantas bersikap biasa saja dan berpura-pura tak menyadari hal itu, dia pergi ke dapur kerajaan untuk mengantar piring kotor, setelah itu dia kembali lagi ke sana dan secara diam-diam bersembunyi untuk memantau semua hal yang di lakukan oleh Anastasia.
Di sisi lain, Morona saat ini kembali pergi ke ruangannya untuk menemui Vito membahas hal yang sangat serius dan rahasia.
Ketika Morona membuka ruangannya, ternyata Vito sudah ada di dalam ruangan tersebut yang terlihat sengaja menunggu kedatangan Morona.
Morona sama sekali tidak kaget dengan hal itu, dia lantas menutup pintu ruangannya rapat-rapat dan pembicaraan rahasia antara Morona dan Vito pun di mulai.
"Bagaimana Vito? Apa kamu sudah menemukan petunjuk?" Tanya Morona dengan wajah yang serius.
"Saya mohon maaf untuk saat ini, saya masih belum menunjukkan petunjuk apa-apa yang mulia. Bagaimana dengan yang mulia? Apa yang mulia sendiri menemukan petunjuk?" Nagara justru bertanya balik kepada Morona.
"Entahlah aku juga tak menemukan petunjuk apa-apa, aku memang menaruh rasa curiga dengan salah seorang ksatria, tapi sepertinya aku susah menemukannya!" Ucap Morona.
Kali ini Morona bersikap layaknya orang dewasa yang berbicara dengan kepala dingin dan tak marah apalagi mengamuk kepada Vito, dia jelas telah bersikap dengan baik untuk hal ini.
__ADS_1
"Apa kau tak menaruh rasa curiga dengan seseorang? Apa tidak ada yang kau curigai?" Tanya Morona.
"Untuk saat ini saya belum merasa curiga dengan siapa siapa, tapi saya kira orang yang melakukan ini semua adalah orang yang cukup berpengaruh di kerajaan kita, saya rasa orang itu pasti seorang bangsawan dan tidak bisa di remehkan!" Ucap Vito.
"Hmmmmmmm" Morona menghela nafas.
"Siapa yaa? Bangsawan yang paling berpengaruh di kerajaan kita hanya ada 3 orang yaitu Grand Duke Samael, Marquez de Silva dan Baron Dazan!" Ucap Morona sembari berpikir dengan kritis akan siapa orang yang melakukan semua ini kepadanya.
"Grand Duke Samael itu sama sekali tidak mungkin karena dia adalah ayahku, lalu Marquez de Silva dia memang sangat berbahaya dan bisa mengancam posisi ku karena itu aku memilih untuk menjadikan Anastasia ibu dari kerajaan ini karena Anastasia adalah putri kesayangannya kemudian Baron Dazan yang tidak pernah peduli dengan politik, dia hanya memperdulikan bisnis dan hal hal yang menguntungkan untuk nya, jadi aku rasa juga bukan dia orang nya! Bagaimana menurut mu Vito?" Ucap Morona kepada Vito.
"Itulah kenapa kita susah menemukan orangnya, saya percaya dan sangat yakin jika orang itu adalah salah satu dari 3 orang berpengaruh di kerajaan!" Ucap Vito dengan sangat yakin dan gigih kepada Morona yang tentu saja membuat Morona kembali berpikir dengan kritis.
"Kenapa kau sangat yakin dan begitu gigih? Apa jangan jangan kau menemukan suatu petunjuk tentang hal ini? Ayo katakan kepada ku apa itu?" Pinta Morona dengan penuh harap.
"Maksud mu ? Bukankah organisasi itu hanya memperdulikan uang?" Tanya Morona dengan agak binggung.
"Iya mereka memang hanya memperdulikan uang, tapi coba yang mulia pikir anda adalah orang nomor satu di kerajaan saat ini, organisasi gelap tidak akan berani menyelidiki anda jika itu bukan suruhan dari orang yang memiliki kedudukan setara seperti anda!" Vito lantas menjelaskan kepada Morona akan semua hal yang dia dapatkan, dia sangat yakin jika pelakunya adalah salah satu bangsawan paling berpengaruh di kerajaan Adhrika.
"Tapi aku benar benar binggung siapa orang itu? Diantara mereka semua, aku benar benar tidak bisa menentukan siapa orang itu! Kau kan tahu sendiri bagaimana mereka, yang paling memungkinkan itu adalah Marquez de Silva, tapi putrinya adalah tunangan ku saat ini yang nantinya akan menjadi permaisuri dan ibu dari kerajaan ini!" Ucapnya dengan putus asa dan gelisah.
__ADS_1
"Bagaimana jika orang itu adalah Baron Dazan?" Tanya Vito yang menerka nerka.
"Tidak tidak ! Itu tidak mungkin, kamu bayangkan saja sendiri dia itu benar benar tidak peduli dengan politik kerajaan bahkan dia tidak pernah hadir ke perjamuan rapat bangsawan dan hanya hadir ketika acara besar kerajaan saja!" Jawab Morona dengan sangat yakin.
"Bagaimana dengan grand Duke Samael yang terkenal dengan rasa cintanya kepada kerajaan? Bukankah tidak menuntut kemungkinan jika dia selama ini menyelidiki anda?" Ucap Vito dengan sangat serius.
Seketika Morona menjadi terdiam ketika mendengar hal itu.
"Bagaimana menurut anda yang mulia! Saya juga yakin jika Marques de Silva dan Baron Dazan bukan pelakunya, mereka tidak mungkin menyelidiki anda, tapi bagaimana dengan grand Duke Samael? Dia orang yang sangat logika dan sangat cinta dengan kerajaan ini, apalagi anda kan tahu sendiri bagaimana grand Duke sangat dekat dengan mendiang keluarga badhrika, keluarga pemilik kerajaan ini!" Ucap Vito yang sangat berusaha berpikir keras akan siapa pelaku yang menyelidiki Morona selama ini.
"Kau bercanda pada ku kah? Dia itu ayah ku, Vito! Dia itu ayah kandung ku! Dia ...." Morona berusaha keras menolak pemikiran Vito, tapi dia sendiri juga kebingungan untuk memberikan alasan kepada Vito.
"Dia tidak mungkin menyelidiki anak kandungnya sendiri! Dia tidak mungkin melakukan hal itu kepada ku! Aku ini raja kerajaan ini dan aku juga anak kandung nya, darah nya mengalir dalam darah ku! Aku tidak percaya dengan apa yang kau katakan!" Teriak Morona, teriakan itu terdengar seperti di paksa oleh Morona dan terdengar seperti suara orang yang kesakitan.
"Maaf yang mulia saya tak bermaksud begitu, tapi tidak ada salah nya jika kita mencurigai nya, walaupun dia adalah ayah kandung anda! Anda kan tahu sendiri beliau orang yang seperti apa! Dia sangat menekankan kejujuran!" Ucapan Vito seakan meminta kepada Morona untuk tidak terlalu percaya kepada ayahnya sendiri karena bisa saja orang itu adalah ayahnya.
Mendengar ucapan Vito, Morona sontak menjadi emosi dan marah dengan Vito ,"Apa apaan itu? Sudahlah pembicaraan ini kita lanjut kan saja besok!" Ucap Morona dengan raut wajah kesal yang langsung keluar dari ruangan itu meninggalkan Vito seorang diri.
Di kediaman count chaseiro.
__ADS_1
Saat ini, Karmila bersama ayahnya yang tak lain adalah count chaseiro sedang makan bersama di meja makan dengan suasana yang harmonis.
Tiba-tiba saja Karmila merasa sangat mual ketika mencium bau makanan yang menyengat.