Pembalasan Ratu Yang Di Khianati

Pembalasan Ratu Yang Di Khianati
Jalankan Rencana


__ADS_3

Karmila saat ini sedang bersiap-siap untuk pergi ke istana, Karmila berusaha tampil sebaik mungkin dan benar saja dalam waktu yang cukup lama akhirnya dia selesai bersiap-siap dengan penampilan yang sangat cantik dan istimewa.


Karmila lalu turun dari kamarnya tak lupa dia berpamitan dengan count chaseiro karena akan pergi ke istana menemui yang mulia raja.


Ketika count melihat Karmila, count sangat takjub dengan kecantikan putrinya itu.


"Karmila, kamu cantik sekali !" Ucap nya yang sungguh takjub dan sangat kagum dengan kecantikan putrinya itu.


"Benarkah?" Tanya Karmila dengan wajah berseri-seri.


"Iya nak, kamu cantik sekali! Kamu benar benar cantik! Mau kemana sih kamu dalam keadaan tampil seperti ini?" Tanya count yang merasa jika tampilan Karmila yang sangat cantik itu sebenarnya cukup berlebihan jika hanya untuk menemui lelaki yang count anggap brengsek seperti Morona.


"Tentu saja papa, kalau begitu aku pergi dulu ke istana! Selamat tinggal papa!" Ucap Karmila dengan wajah yang berseri-seri penuh kebahagiaan.


"Iya hati-hati ya!" Ucap count chaseiro dengan tak rela melihat anaknya pergi ke istana menemui lelaki yang di anggap dia brengsek.


Karmila kemudian pergi menuju istana dengan menggunakan kereta kuda.


Sementara saat ini di istana, Morona sedang berbicara serius dengan Vito terkait rencana yang akan mereka jalankan untuk Karmila.


"Bagaimana Vito ? Apa semuanya sudah selesai? Apa semuanya aman?" Tanya Morona dengan menggebu-gebu lantaran sebentar lagi Karmila akan datang ke istana.


"Tenang saja yang mulia! Semuanya aman terkendali sesuai yang kita inginkan! Ini semua pasti akan berjalan sesuai rencana kita!" Ucap Vito dengan sangat yakin jika rencana mereka pasti akan berhasil.


"Apa racun nya sudah tiba? Maksud ku orang suruhan mu itu, apa di sudah datang?" Tanya Morona.


"Sudah yang mulia, dia sudah ada sejak 1 jam yang lalu, dia saat ini sudah berada di dapur istana! Dia itu orang profesional yang akan melakukan tugasnya dengan sangat baik!" Ucap Vito yang kembali meyakinkan Morona karena Morona terlihat sangat khawatir.

__ADS_1


"Okei okei! Baiklah Vito aku tahu kamu bisa di percaya! Aku percaya kemampuan mu!" Ucap Morona yang berusaha tenang agar tidak terlihat tegang.


Tiba-tiba seorang prajurit istana datang menemui Morona.


"Salam yang mulia!" Sapa prajurit itu dengan memberikan hormat terlebih dahulu kepada Morona.


"Salam! Ada apa?" Tanya Morona yang saat itu masih bersama dengan Vito.


"Lapor yang mulia, lady Karmila datang untuk menemui anda! Dia berkata jika anda telah mengundangnya ke istana!" Ucap prajurit itu karena ternyata memang benar saat ini Karmila sudah berada di istana untuk menemui Morona memenuhi panggilan dari Morona.


"Baiklah persilahkan dia untuk datang ke ruang kaca istana yang sudah saya persiapkan karena saya akan menunggu dia di sana!" Perintah Morona kepada prajurit tersebut.


Di istana raja yang berbatasan dengan istana pusat terdapat sebuah ruangan kaca yang sangat indah, ruangan itu sebenarnya adalah tempat yang di bangun oleh mendiang raja Adelardo badhrika untuk hadiah ulang tahun mendiang ratu Illeana yang saat itu berulang tahun yang ke 7 tahun.


"Baik yang mulia kalau begitu saya permisi dulu!" Prajurit itu lantas pergi untuk menjalankan perintah dari yang mulia raja Morona.


Setelah prajurit itu pergi, Morona pun pergi ke ruang kaca istana yang nantinya akan menjadi tempat dia bertemu dengan Karmila, sebelum itu dia mengingatkan kepada Vito untuk melakukan tugas itu dengan baik dan pastikan jika semuanya berjalan sesuai rencana yang mereka inginkan.


Morona lantas sampai di ruang kaca istana, dia duduk di kursi dengan perasaan yang berdebar debat tak karuan.


Tak lama setelah itu terdengar suara pintu terbuka dan munculah Karmila yang mengenakan gaun biru renda dengan penampilan yang sangat cantik, rambutnya di gerai dan mengenakan hiasan kupu kupu berkilauan pada rambut nya yang membuat Morona sangat terpukau dengan Karmila karena Karmila benar benar sangat cantik.


Karmila lantas berjalan dengan anggun menghampiri Morona yang sedang duduk, dia lantas duduk di hadapan Morona dan bertanya "Salam yang mulia! Apa kabar? Sudah lama kita tidak bertemu! Bagaimana kabar mu?" Ucap Karmila dengan sangat anggun.


Morona benar benar terkesima dengan Karmila pada saat itu, dia benar benar takjub dengan penampilan Karmila.


"Kabar ku baik! Bagaimana kabar mu? Kau tampak sangat cantik pada hari ini!" Ucap Morona yang tanpa sadar sudah memuji Karmila.

__ADS_1


"Terima kasih, baguslah jika kabar mu baik, apa tujuan mu ingin mengajak ku bertemu hari ini? Terakhir bertemu hubungan kita sangat tidak baik, apa kau ingin meluruskannya?" Tanya Karmila dengan sangat anggun yang tak seperti biasanya yang manja dan emosian.


"Iya itulah alasan aku ingin meminta mu untuk bertemu! Aku ingin meluruskan kesalahpahaman di antara kita! Aku tak ingin kita memiliki masalah lagi! Aku juga mau minta maaf atas apa yang sudah terjadi di masa lalu!" Ucap Morona yang terdengar sangat tulus.


"Syukurlah kalau begitu, jadi kau pasti sudah tahu kalau saat ini aku mengandung anak kita! Jadi apa kau bersedia untuk bertanggung jawab atas hal ini? Apa kau akan menikahi aku dan mengakui anak yang sedang aku kandung?" Tanya Karmila karena itulah tujuan dia sebenarnya.


Morona kemudian memegang tangan Karmila dengan sangat erat sambil menatap mata Karmila.


"Iya Karmila tenang saja ! Aku pasti akan bertanggung jawab kepada mu dan anak kita!" Ucap Morona yang terdengar sangat tulus kepada Karmila jika dia akan bertanggung jawab kepada Karmila.


Karmila juga ikut menggenggam erat tangan Morona, dia kemudian tersenyum dengan sangat tulus menatap wajah Morona dengan sangat dalam.


Secara tak sengaja, tatapan mereka yang sangat dalam itu mulai memunculkan hal yang tak di inginkan, Morona dengan tak sengaja yang terbawa suasana lantas mencium Karmila begitu juga dengan Karmila, sehingga mereka berciuman dengan cukup lama sampai akhirnya ciuman itu terhenti karena adanya suara ketukan pintu.


Tok Tok Tok Tok Tok


"Iya masuk!" Ucap Morona dengan sangat panik karena terkejut dengan hal yang dia lakukan saat ini dengan Karmila.


Seorang wanita lantas masuk ke dalam ruangan kaca itu dengan membawa 2 buah minuman yaitu teh murni dari kerajaan mereka dan 2 cake slide strawberry.


"Wah! Cake strawberry! Kamu yang menyiapkan ini?" Tanya Karmila yang takjub karena dia adalah pencinta strawberry.


"Iya! Ini semua sengaja aku persiapkan untuk mu!" Jawab Morona dengan sangat bangga kepada Karmila.


Setelah mempersiapkan semua itu, pelayan tersebut lalu pergi dari hadapan Morona dan Karmila yang tak lupa memberikan kode kepada Morona.


Setelah itu, mereka kemudian menyantap sajian makanan dan minuman tersebut.

__ADS_1


Ketika Karmila hendak meminum teh itu, jantung Morona berdebar sangat kencang ketika menyaksikan minuman itu masuk ke dalam tubuh Karmila.


__ADS_2